Intan Dalam Debu – the web

Peranan Siutao Dalam Kehidupan Sehari-hari

Posted by IDB 1 February 8, 2009, under Volume 28 | 1 Comment





Peranan Siutao Dalam Kehidupan Sehari-hari

(Titus Permadi)

 

Peranan Siutao Dalam Kehidupan Sehari-hariMotivasi dan mawas diri

"Sebetulnya, manusia jaman kini, kebanyakan memang sudah lapuk mentalnya; sedikit tekanan saja sudah goncang tidak tenang; gagal percintaan, gagal ujian, gagal usahanya, semuanya akan mengakibatkan tidak normal" … dari buku Kuning

Manusia adalah makhluk yang bertumbuh dan berubah. Di dalam dirinya terkandung suatu potensi yang harus ia gali secara mandiri, agar dapat hidup dalam suatu kepantasan sosial yang wajar dan bermartabat.

Namun, di dalam perjalanannya menjadi insan dunia, manusia kerap kali mengalami proses yang berbelit dan berliku. Untuk sukses dan berhasil, banyak jalan yang harus ia lalui, banyak peristiwa yang harus ia hadapi, banyak kejadian yang harus ia alami.

Tidak semua dari hal ini bersifat menggembirakan dan menyenangkan, tak jarang situasinya justru kebalikannya, tidak sesuai harapan dan keinginannya. Di sisi lain ada juga orang-orang yang sedemikian beruntung dalam menjalani kehidupannya. Kejayaan, kekayaan dan kesuksesan ia raih sedemikian mudah dan lancar. Namun, bagi mereka yang beruntung, cukup banyak yang menjadi takabur lalu terpuruk dan harus mengulang kembali dari awal.

Dari dua hal tersebut dapatlah kita mengerti, bahwa manusia harus mengembangkan di dalam dirinya suatu kelebihan yang akan dapat membuatnya untuk tetap memiliki semangat, motivasi, harapan, visi dan inisiatif manakala berhadapan dengan situasi atau kejadian hidup yang tidak menyenangkan.

Di sisi yang lain, ia juga harus dapat mengembangkan di dalam dirinya suatu kendali diri yang mampu untuk tetap mawas diri, bebas dari kesombongan, takabur dan lupa diri manakala berada dalam situasi dan kejadian hidup yang sangat enak dan memanjakan.

Mematangkan dan mendewasakan jiwa

Siutao adalah suatu proses pembinaan mandiri, untuk membina fisik dan mental kita menjadi insan yang berkepribadian kuat dan santun dalam bermasyarakat. Pembinaan diri di dalam siutao salah satunya adalah untuk menguatkan jiwa kita agar dapat seimbang dan maju meskipun mengalami "tekanan hidup" atau pun mengalami "kemudahan hidup".

Siutao bermaksud mengajar kepada kita, agar bisa tiba pada kesadaran bahwa dalam setiap "tekanan hidup" terselip juga suatu kesempatan bagi kita untuk membalikkan keadaan sehingga terjadi "kemudahan hidup". Pada sisi yang lain, siutao juga hendak menuntun kita pada kesadaran bahwa manakala "kemudahan hidup" terjadi dengan melimpah pada diri kita, di dalamnya terkandung suatu sandungan yang dapat membuat kita terlena dan takabur.

Melalui praktek Tao Ying Suk, diri kita mendapat kesempatan untuk mengalami latihan fisik dan mental yang membantu kita mencapai suatu konsentrasi dan keheningan yang mendalam, sehingga kita berkesempatan untuk melihat segala peristiwa yang sempat terjadi dalam hidup kita sembari mengamati kembali reaksi serta tanggapan kita terhadapnya. Tak lupa juga kita dapat menilai keuntungan dan kerugian dari setiap reaksi-reaksi kita.

Melalui Tao Ying Suk, kita berkesempatan untuk merenungkan kembali reaksi-reaksi emosional kita saat menghadapi masalah, kita bisa mengerti bagaimana otot-otot kita menegang pada saat ada

Melalui Tao Ying Suk, kita berkesempatan untuk merenungkan kembali reaksi-reaksi emosional kita saat menghadapi masalah, kita bisa mengerti bagaimana otot-otot kita menegang pada saat ada situasi yang mencekam, kita juga bisa mengerti bagaimana kita bereaksi saat sangat antusias mengerjakan sesuatu. Selain itu, kita juga bisa mengerti bagaimana perhitungan yang kita lakukan sebelum kita memutuskan untuk bertindak

Proses refleksi diri dan instrospeksi diri semacam ini, dapat kita capai bila kita tekun berlatih Tao Ying Suk. Dengan proses refleksi dan instrospeksi diri ini kita bisa membenahi kekeliruan-kekeliruan kita tanpa orang lain harus menegur kita. Dari pengalaman saya, selain bermanfaat untuk memahami diri sendiri dengan lebih baik, maka saya juga lebih mampu untuk memahami watak dan karakter orang lain.

Dengan pemahaman yang lebih baik akan diri sendiri serta pemahaman yang lebih baik atas orang lain, maka jiwa kita pun semakin matang dan dewasa. Sehingga dengan kedewasaan dan kematangan ini muncul suatu kemantapan dan ketenangan dalam menghadapi apa pun peristiwa yang tersaji di depan kita. Ketenangan dan kemantapan ini pun akan mempertinggi kualitas tanggapan kita terhadap peristiwa, sehingga menghindarkan kita dari reaksi-reaksi yang emosional serta berdampak merugikan kita dan masa depan kita.

Sikap positif – buah jiwa yang telah matang

Sikap (attitude) adalah ucapan dari jiwa (soul) tak ubahnya suara yang kita keluarkan dari sistem vokal kita. Sikap merupakan keputusan dan komitmen jiwa kita. Semakin matang jiwa seseorang maka dalam menanggapi peristiwa pastilah berupa sikap yang positif dan konstruktif. Sebaliknya jiwa yang belum matang akan menghasilkan sikap yang negatif dan destruktif.

Contoh sikap yang positif, misalnya: gigih, pantang mundur, entengan, teliti, tenang, mantap, menghormati diri sendiri dan orang lain dan lain sebagainya.

Contoh sikap yang negatif, misalnya: mengeluh, iri hati, putus asa, benci, mau menangnya sendiri, meremehkan diri sendiri dan orang lain dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah kita untuk membentuk sikap positif:

  1. Kiat memompa motivasi dan semangat: “Bila ongkos mahal, sasaran dan skala harus diperbesar”-Titus Permadi. Salah satu cara agar Anda bisa tetap memiliki sikap yang positif adalah mengembangkan pola berpikir ini. Artinya, kalau hidup Anda penuh kesulitan, maka Anda harus berjuang untuk meraih hasil yang lebih besar.
  2. Kiat mawas diri: Di balik langit ada langit, di balik orang ada orang yang artinya di antara orang pintar atau kaya, masih ada yang lebih pintar atau kaya.

Akhir kata, senantiasa dan gigihlah dalam ber-Siutao, karena ada manfaatnya sesuai bakat dan keahlian Anda. Gemblengan dalam Siutao memang berjangka panjang, pelan dan samar.

Membutuhkan suatu ketekunan, keuletan dan kekuatan bak seorang pelari marathon yang telah tetap pendirian untuk mencapai garis finish. Siapa bilang siutao itu gampang, siapa bilang siutao itu sulit, rasanya pas bila dikatakan siutao itu berbobot. Jangan pernah menyerah! Semoga bermanfaat.(Titus Permadi)

Share

Currently have 1 Comment

Leave a Reply








*