Intan Dalam Debu – the web

Siutao Menjadikan Kita Manusia Yang Mandiri dan Tangguh

Posted by IDB 1 February 24, 2009, under Volume 28 | No Comments





Siutao Menjadikan Kita Manusia Yang Mandiri dan Tangguh

(One Ping, Lampung)

 

Siutao Menjadikan Kita Manusia Yang Mandiri dan TangguhMungkin setelah membaca judul yang tertera di atas banyak orang akan berpikir apakah benar pernyataan seperti itu?

Kembali lagi ke makna siutao itu sendiri, apa sih Siutao itu?

Siutao itu merevisi, tidak hanya fisik dan mental saja, tapi semua aspek yang ada di kehidupan kita ini. Tapi banyak orang yang tidak tahu akan makna dari siutao itu sendiri, akhirnya putus di tengah jalan, keyakinan mereka dalam proses siutao pun semakin lama semakin redup, dan akhirnya menghilang.

Banyak orang yang gagal dalam proses siutaonya berpikir bahwa siutao itu malah membuat mereka tambah sengsara, tambah susah, tambah beban, dan sebagainya Padahal jika mereka menyadari bahwa namanya Siutao itu merupakan proses manusia untuk menjadi lebih mandiri dan tangguh, mereka pasti akan terus berjuang untuk mempertahankan siutao mereka.

Mandiri yang saya maksudkan adalah di mana sikap kita dalam menghadapi dan menyikapi suatu masalah sendiri tanpa bergantung dari pihak lain. Mungkin ada kalanya orang lain maupun Shen bisa membantu kita dalam pemberian saran dan bantuan-bantuan yang lain, tapi sisanya yang lebih banyak merupakan tanggung-jawab kita. Dan tidak mungkin pula bantuan itu kita bisa selalu terima dan terus-menerus.

Tangguh yang saya maksudkan adalah dalam menghadapi masalah-masalah hidup ini tidak semua hal itu akan berjalan mulus, tapi banyak kegagalan juga yang kita terima. Dari kegagalan itu kita bisa belajar untuk tidak mengulang kegagalan.

Tapi tidak sedikit orang ketika menemui suatu masalah, mereka langsung meminta tolong kepada pihak lain (terutama Shen), dan menjadikan itu sebagai suatu kebiasaan akan ketergantungan dengan pihak lain.Namun, ketika suatu saat mereka tidak mendapatkan apa yang mereka mohon dan minta dan masalah mereka tidak bisa terselesaikan dengan baik, mereka menjadi putus asa, menyerah dan akhirnya menyalahkan pihak-pihak lain akan kegagalan mereka. Mereka tidak melihat dari dalam ke luar, tapi dari luar ke dalam.

Contohnya saja ketika seseorang sakit, dia tidak langsung minum obat atau pergi ke dokter, namun tiap hari hanya meminta orang untuk mengasihini dia, berdoa pada Shen untuk menyembuhkan penyakit dia, sampai akhirnya penyakitnya tidak kunjung sembuh dan bertambah parah, dia pun mulai menyalahkan Shen dan keyakinan pada Tao pun menjadi goyah.

Dilihat dari contoh di atas, jika saja orang itu mau mengantisipasi penyakitnya dengan pergi ke dokter dan minum obat, ditambah dengan adanya latihan Lian Gong, penyakit orang itu pun akan segera sembuh. Tapi karena orang itu selain tidak menggunakan Wu nya bahwa kesehatan itu yang paling penting, dan juga tidak mau berusaha untuk pergi ke dokter, hanya bermodalkan kepercayaan pada Shen saja , bagaimana Shen mau membantu kesembuhan dia?

Sebetulnya masih banyak contoh-contoh yang lain, tapi intinya kembali ke diri kita sendiri, ke Wu kita sendiri. Kesulitan-kesulitan maupun masalah-masalah yang kita hadapi ini merupakan salah satu cara Shen untuk mengajarkan umatNya menjadi manusia yang mandiri dan tangguh bukannya manusia yang tanpa semangat dan lemah yang menyerah pada keadaan. Jika kita sendiri saja sudah lemah, bagaimana Shen mau membantu kita?

Ada pepatah menyebutkan "When there is a will, there is a way". Jadi, sesuatu yang kita yakini dan dengan semangat kita yang pantang menyerah dalam menyelesaikan suatu hal, secara tidak langsung Shen akan menolong kita dan bangga pada kita.(One Ping, Lampung)

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*