Intan Dalam Debu – the web

Istilah-Istilah Populer

Posted by adminidb May 13, 2013, under Volume 3 | No Comments





Istilah-Istilah Populer

dari : TAO YU – Surabaya

 

Daftar Kosa Kata :

  1. Alokasi ( allocation ) : pembagian, pemberian, persediaan.
    • Dana yang dikumpulkan dari para dermawan dialokasikan untuk rakyat yang tinggal di daerah rawan pangan.
  2. Asumsi ( assumption ) : anggapan, perandaian, persyaratan yang harus ada ( kondisi yang menunjang ).
  3. Akomodasi ( accomodation ) : penginapan.
  4. Akumulasi ( accumulation ) : pengumpulan, penimbunan.
    • Terjadinya aksi penjarahan akhir-akhir ini diduga merupakan akumulasi dari rasa ketidak-puasan rakyat terhadap kondisi yang berlangsung selama 32 tahun.
  5. Antisipasi ( anticipate ) : memperkirakan dan disertai mempersiapkan diri untuk menghadapi; pencegahan.
    • PDI akan memperingati peristiwa 23 Juli, untuk itu pihak keamanan harus dapat mengantisipasi kegiatan ini.
  6. Bumerang ( boomerang ) : merugikan diri sendiri ( senjata makan tuan ).
  7. Berkutat : sibuk dengan suatu perbuatan ( sibuk memikirkan sesuatu ).
    • Linda saat ini berkutat dengan buku-buku nya karena minggu depan dia akan menghadapi ujian.
  8. Bias : condong berprasangka.
    • Dalam suatu penelitian, apabila responden yang dipilih tidak mewakili populasi yang ada, maka hasil penelitian tersebut akan menjadi bias.
  9. Distorsi ( distortion ) : penyimpangan; pemutar-balikan.
    • Berita yang dimuat di koran sering kali merupakan distorsi dari kenyataan yang ada.
  10. Dilematis : pilihan yang serba menyulitkan ( bagai makan buah simalakama ).
  11. Dedikasi ( dedication ) : pengabdian, pembaktian.
    • Untuk dapat menjadi seorang guru, seseorang sebaiknya memiliki dedikasi yang tinggi, mengingat gaji guru yang kurang memadai.
  12. Evokatif : membangkitkan ingatan.
  13. Eskalasi : penambahan / penaikan.
    • Dewan pekerja mengusulkan adanya eskalasi dana pada anggaran mendatang.
  14. Evaluasi ( evaluate ) : menilai.
    • Setiap murid kelas enam akan menghadapi evaluasi belajar tahap akhir.
  15. Eksekutif : pelaksana.
    • Direktur eksekutif : Direktur pelaksana.
  16. Etos ( ethos ) : jiwa khas suatu bangsa.
  17. Etik ( ethics) : tata susila.
  18. Emansipasi : pembebasan, persamaan hak.
  19. Fluktuasi ( fluctuation ) : turun – naik.
    • Fluktuasi harga-harga barang sangat mengganggu penetapan harga jual.
  20. Fenomena ( phenomenon ) : kejadian; gejala.
  21. Fasilitator : mempermudah.
  22. Gandrung : sangat menyukai.
  23. Harkat : derajat ( kemanusiaan ), kekuatan, tenaga gerak.
  24. Historis : berkaitan dengan sejarah.
  25. Indikasi ( indication ) : tanda petunjuk.
    • Badan panas mengindikasikan adanya infeksi pada bagian tubuhnya.
  26. Implementasi ( implementation ) : pelaksanaan.
  27. Interaksi ( interaction ) : pengaruh ( usaha ) timbal balik.
    • Masalah pembauran hanya apat dilaksanakan dengan baik apabila ada interaksi baik dari pihak pri maupun non pri.
  28. Implikasi ( implication ) : konsekuensi.
  29. Interupsi ( interuption ) : gangguan, menyelaan, memotong pembicaraan.
  30. Intimidasi ( intimidate ) : menakut-nakuti, menggertak.
  31. Integritas : penggabungan, menyatu-padukan.
  32. Ilusi ( illusion ) : khayalan.
  33. Konklusi ( conclusion ) : kesimpulan ( simpulan ).
  34. Konsolidasi ( consolidation ) : penggabungan, gabungan.
  35. Konvensi ( convention ) : rapat, perjanjian.
  36. Konversi ( conversion ) : penukaran, penggabungan.
  37. Krusial ( crucial ) : penting sekali, kritis, gawat.
  38. Komitmen ( commitment ) : tanggung jawab, perjanjian untuk melakukan sesuatu.
  39. Kontradiksi ( contradiction ) : pertentangan, pembantahan / penyangkalan.
  40. Komprehensif ( comprehensive ) : menyeluruh.
  41. Konspirasi ( conspiracy ) : kongkalikong, sekongkolan, perencanaan dan tindakan yang dilakukan untuk itikad buruk.
  42. Kontribusi ( contribution ) : sumbangan.
  43. Kompeten : mampu, wewenang.
  44. Kontroversi ( controvercy ) : percekcokkan, perdebatan, persengketaan.
  45. Kondusif ( conducive ) : mendatangkan, menghasilkan..... ( mendukung ).
    • Excessive eating is not conducive to good health : kebanyakan makan tidaklah baik buat kesehatan
  46. Kinerja ( performance ) : prestasi, hasil ( individu -- tugas –hasil ).
    • Kinerja seorang karyawan buruk, bisa dikarenakan posisi yang diberikan kurang sesuai, lingkungan kerja yang kurang mendukung, atau karena yang bersangkutan kurang berkualitas.
  47. Loyalitas ( loyality ) : kesetiaan.
  48. Libido : nafsu birahi.
  49. Lalim : kejam.
  50. Legilatif ( legilative ) : badan penyusun undang-undang.
  51. Momentum : saat yang tepat.
  52. Manifestasi : perwujudan.
  53. Marginalisasi : pembatasan, upaya membatasi.
  54. Misi : * Kegiatan penyebar-luasan agama.
    • Tugas yang dirasakan sebagai kewajiban yang harus dilakukan demi sesuatu ideologi, agama, perusahaan, dan lain sebagainya.
    • Sekelompok orang yang memiliki tugas khusus.
  55. Mitos : cerita yang berkaitan dengan sesuatu yang bersifat gaib.
  56. Monoton : sesuatu yang tetap dan berulang-ulang, cenderung membosankan.
  57. Nyali : keberanian, empedu.
    • Ayam yang mati sudah tidak punya nyali lagi ( tidak memiliki empedu ).
  58. Nuansa : kiasan : bernafaskan.
  59. Notabene : catatan tambahan atau sekaligus juga.
    • Pak Bakri adalah pengusaha yang notabene anggota MPR.
  60. Otoriter : berkuasa penuh / mutlak.
  61. Optimal : posisi yang paling menguntungkan (cost-benefit).
  62. Orientasi : dasar pemikiran untuk menentukan sikap / arah secara tepat dan benar.
  63. Orasi : pidato.
  64. Okupansi ( occupancy ) : keterisian, tingkat hunian.
    • Tingkat okupansi Garuda jurusan Jkt-Sby pada saat krismon hanya sekitar 20%.
  65. Persepsi ( perception ) : pandangan terhadap suatu peristiwa.
  66. Proposional ( propotional ) : sebanding, seimbang.
  67. Projeksi ( projection ) : ramalan terhadap masa yang akan datang berdasarkan data saat ini.
  68. Profil : tampang, wujud.
  69. Predikat : nama, gelar kehormatan.
  70. Polemik : perdebatan (karya tulis, pendapat) yang terjadi pada media masa.
  71. Perspektif : sudut pandang, pandangan.
  72. Paradoksal : bertentangan dengan yang lazim.
  73. Pagu : plafon, batas atas.
  74. Respons : tanggapan.
  75. Rumor : berita-berita burung.
  76. Rekonsiliasi (reconciliation ) : perdamaian, perukunan kembali.
  77. Respek ( respect ) : rasa hormat.
  78. Rentan : rapuh.
  79. Resolusi ( resolution ) : pemecahan.
  80. Relevan ( relevant ) : memiliki keterkaitan, sesuai dengan.
  81. Realitas ( reality ) : memiliki keterkaitan, sesuai dengan.
  82. Statemen ( statement ) : pernyataan.
  83. Substansi : zat, bagian yang penting, isi, pokok, inti.
  84. Stagnasi ( stagnant ) : tidak bergerak ( mandek ).
  85. Suksesi : penggantian pejabat negara, sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  86. Solusi : penyelesaian.
  87. Simultan : serempak.
  88. Sporadis : terjadi sekali-sekali tidak teratur.
  89. Subyektivitas : berdasarkan penilaian pribadi.
  90. Transparan : tembus pandang.
  91. Tragis : menyedihkan.
  92. Urgensi ( urgent ) : penting, mendesak.
  93. Visi : wawasan, pandangan yang luas.
  94. Yudikatif : berkaitan dengan fungsi dan pelaksanaan keadilan.

Kiriman dari : TAO YU – Surabaya.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*