Intan Dalam Debu – the web

Kolom Muda – Mudi — Ber-Picnic Ria sambil Ber-Diskusi

Posted by adminidb May 6, 2013, under Volume 3 | No Comments





Kolom Muda – Mudi --- Ber-Picnic Ria sambil Ber-Diskusi

Intan Dalam Debu

 

Hallo, TAO YU kawula muda !

 

Medio akhir October lalu, kita adakan sedikit acara amal untuk Muda-Mudi seperti judul diatas.

 

Awal idenya kita dapatkan karena banyaknya masukan yang kita peroleh soal “PACAR & PERKAWINAN”.

 

Topik bahula tapi yang selalu menarik bukan ?

 

Nampaknya kok susah ya dapat pacar yang “Sreg” dihati.

 

Apa yang dimau sih ? Yang “Greng” yang “Wag” atau ...... Apakah kebanyakan syarat ? .... Atau takut salah langkah ?...... Atau bagaimana ?

 

Nah, mari kita simak. Apa toh versi mereka tentang Perkawinan ?

 

Pada acara itu muda-mudi kita bahi dua group :

Group Pemuda / Cowok dan Group Pemudi / Cewek.

 

Masing-masing diberi sejumlah pertanyaan yang harus didiskusikan intern. Jawaban-jawaban yang diberikan paling tidak harus ada alasan yang mendasarinya.

 

Perlu diingat bahwa disinilah ajang kita berdiskusi. Persoalan harus dilihat dengan kaca mata yang obyektif.

 

Pertanyaannya adalah sbb :

  1. Sebutkan yang ideal tentang “LAWAN JENIS ANDA” ditinjau dari kaca mata anda !
  2. Untuk apa saya harus “Menikah” ?
  3. Mengapa saya harus “Pacaran” ?
  4. Apa yang harus disiapkanuntuk menuju “JENJANG PERNIKAHAN” ?
  5. Bagaimana setelah “MENIKAH” ?
  6. Bagaimana membina “RUMAH TANGGA YANG BAIK” ?

 

Wah, seru juga perdebatannya group cowok.

 

Dalam waktu 3 jam belum juga menemukan jawaban dari pertanyaan No.1 yang dianggap mewakili “PEMUDA”. Lama amat Pak De.....!

 

“ Apa aja sih yang diomongin ? “ begitu kata group Cewek yang dalam 11/2 jam sudah dapat kata sepakat dalam menjawab semua 6 pertanyaan tersebut.

 

Hal ini pun sampai dikomentari oleh seorang senior TAO YU (Cowok) “Kalian ini susah-susah amat sih konsepnya soal Perkawinan, rasanya kok njelimet (membingungkan) buat susah sendiri. Mbok ya yang sederhana saja.

 

Pantesan kamu-kamu cowok nggak dapet-dapet / nggak berani-berani melangkah ke Pernikahan.

 

Karena sudah menjelang pagi, perdebatan para cowok pun ditutup dulu untuk dilanjutkan keesokan harinya.

 

Setelah dilanjut lagi sekitar 2 jam, barulah group Cowok dapat menentukan sikap dari perdebatan mereka.

 

Inilah jawaban yang didapat dalam perbandingan:

 

Dari Group Cowok :

  1. Cewek yang Ideal – aku cinta dia
    • Sebagai pendamping / Ratu .... Pendidikan sederajat; Punya Ketrampilan.
    • Sebagai Pacar ..... Cantik; Supel; Aduahi (Pokoknya WOOW !! ).
    • Sebagai Pen-support ..... yang Pengertian dan Matang (Dewasa).
    • Sebagai Istri.... harus diatas wanita “P” yang No.1
    • Sebagai Ibu ....dapat melayani, memperhatikan.
  2. Menikah untuk :
    • Kebutuhan dan Legalitas.
    • Mempunyai Keturunan.
    • Teman Hidup; Membangun RT; Kebahagiaan.
    • Menyenangkan Orang Tua.
  3. Pacaran untuk :
    • Mengenal; Menilai; Penjajakan rasa Cinta Kasih.
  4. Persiapan “Jenjang Pernikahan” :
    • Mentalitas.....Keberanian; Kedewasaan dll.
    • Materi.....perlu.
    • Pengorbanan / kompromidan komitment.
  5. Setelah menikah :
    • Syarat :
    • Materi........penunjang
    • Kasih sayang
    • Perhatian
    • Saling pengertian
    • Kesetiaan
    • Harmonis
    • Komunikasi / Keterbukaan
    • Sebagai Istri harus......OK

 

Dari Group Cewek :

  1. Cowok yang ideal :
    • Cinta aku +++
    • Performance / Penampilan OK
    • Dapat berkomunikasi
    • Kreatif berpikir dan tidak malas
    • Se-Iman
    • Bijaksana dan ada Keterbukaan
  2. Menikah untuk “Melengkapi Hidup”
  3. Pacaran untuk “Penjajakan”
  4. Persiapan “Jenjang Pernikahan”
    • Commitment; Pekerjaan tetap; Sikap mental
  5. Setelah menikah & 6. RT yang baik
    • Keterbukaan; Saling menjaga Rumah Tangga
    • Kpercayaan / trust; Tanggung jawab + Cinta
    • Saling mengerti dan memaafkan ( dalam hal positif). Menjaga Penampilan.

     

Setelah itu adu argumentasi (antara cowok dan cewek). Seru juga lho !!

 

Untung bukan kucing ketemu anjing ha ha ha !

 

Kesimpulan :

Dari jawaban yang mereka berikan ternyata dapat kita simak bahwa sebenarnya antara cowok dan cewek secara umum tidak banyak berbeda tuntutan / maunya.

Point-point perbedaan yang didapat adalah:

    1. Cowok mengungkapkan “SEX” sebagai kriteria yang harus dipertimbangkan dalam perkawinan, sedang cewek walaupun menganggap perlu tapi secara rata-rata belum ada yang memasukkan sebagai kriteria. Kelihatannya dari perbedaan ini menjadikan persoalan perkawinan sedikit tersibak. Si cowok yang notabene adalah poligami, secara umum sebenarnya yidak semuanya senang “Poligami” . Tapi mereka rata-rata mengharapkan pasangannya adalah “Seseorang yang enak dilihat / menyenangkan untuk dibayangkan / diharapkan nungguin  terutama dirumah selepas kerja, sehingga penat seharian akan terkikis. Disamping itu mereka juga menginginkan si istri itu nantinya dapat memberikan “ Pelayanan Istimewa “ serta saling mengkomunikasikan kebutuhan mereka. Jadi bukan sebagai : Patung Hidup” saja. Sedang si Cewek yang dari kecil tidak biasa berdiskusi tentang “SEX” . Entah itu malu atau karena terbelenggu oleh adat, sehingga merasa “Tabu” atau takut di “Cap” “Rusak”, susah sekali melayani apalagi meng-ekspresi-kan kemauannya kepada Sang Suami. Tapi mereka semua takut kalau Sang “Suami” menyeleweng dan sering kali dugaan-dugaanya mudah meletakkan “Pistol” dikapala Sang Suami, dengan alasan mereka tahu bahwa cowok itu pada prinsipnya “Poligami”.
    2. Cowok menganggap “Materi” adalah sesuatu kriteria yang harus didapat sebelum masuk ke Jenjang Pernikahan. Sedang Cewek secara awam / rata-rata tidak terlalu mementingkan “Materi” kalau benar-benar cinta. Materi bisa diusahakan berdua sambil berjalan. Perbedaan inilah yang kadang-kadang membuat cowok takut mendekati cewek karena merasa kurang (materi) atau yang sudah punya pacar “Takut” melangkah ke Jenjang Perkawinan. Sedang si Cewek merasa kesal juga karena pacaran sudah lama, umurnya bertambah, tapi tidak maju-maju ke jenjang tersebut. Belum lagi “Omelan” Ortu. Wah banyak yang akhirnya berantem.
    3. Dari debat diskusi kedua group diperoleh gambaran yang kelihatannya sudah berubah karena jaman.

Dulu :

      1. Cowok aktif  mencari.
      2. Cewek menunggu dan men-seleksi cowok yang datang.

Sekarang :

      1. Cowok aktif mencari.
      2. Cewek aktif mencari dan menseleksi

 

 

Kesimpulan ini rasa-rasanya dapat menjelaskan susahnya muda-mudi jaman sekarang mencari pasangannya. Hal ini dapat kita analogi-kan sebagai “Mobil dan Tempat Parkir”.

  • Kalau dulu, mobil (Cowok) mencari tempat parkir (Cewek). Hak seleksi masih dipegang cewek sehingga bila cewek tidak suka bisa memasang rambu “Reserved”. Sehingga si mobil bisa cari tempat parkir yang lain.
  • Pada era modern ini. Baik mobil maupun tempat parkirnya sama-sama aktif bergerak, jadi ya.........kemungkinan ketemu yang “Pas” jadi lebih kecil.

 

Nah, lu ..........pusing nggak ???

 

Tibalah kita pada tahap akhir diskusi dimana yang muda-mudi maupun yang senior dapat saling berkaca melihat titik-titik hitam mana yang harus dihapus maupun apa-apa yang harus ditambah.

 

Demikianlah diskusi ini ditutup dengan perasaan dan hati yang terbuka, jauh dari prasangka buruk.

 

Semoga bermanfaat bagi kita semua.

 

Salam TAO.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*