Intan Dalam Debu – the web

MENGAPA KITA TERTAWA ?

Posted by adminidb May 10, 2013, under Volume 3 | No Comments





MENGAPA KITA TERTAWA ?

Oleh : Daniel

 

“Ha...ha...ha....!” tawa kita ketika mendengar cerita yang lucu, ..... tetapi mengapa kita tertawa ? Apa yang menyebabkan rasa lucu? Apakah tertawa dapat menyebakan awet muda ?

 

Sampai saat ini, gejala ini belum bisa dijelaskan secara tuntas secara ilmiah, karena belum begitu banyak riset yang dilakukan untuk menelitinya. Hal tersebut disebabkan sampai saat ini para ahli tidakterlalu menganggap persoalan sebagai hal yang terlalu penting untuk dipelajari. Lagi pula kita tidak akan pergi ke dokter karena tertawa, bukan ?

 

Meskipun demikian ada juga beberapa orang yang tidak dapat behenti tertawa karena penyakit / kerusakan pada otaknya.

 

Gejala tertawa dapat sedikit dipecahkan oleh para ahli di bidang neuroscience (ilmu saraf). Sebuah hasil penelitian pada jurnal ilmiah Nature (vol.391, hal 650, 1998) menjelaskan beberapa hal atas percobaan yang menggunakan rangsangan listrik untuk menyebabkan tertawa. Dalam jurnal itu disebutkan adanya kasus yang menimpa seorang gadis berumur 16 tahun yang menderita penyakit ayan. Dalam sebuah operasi otak, para dokter memetakan fungsi bagian otak dan menemukan bahwa rangsanganlistrik arus lemah pada sebuah area berukuran sekitar 2 cm² di bagian depan sebelah kiri atas, menyebabkan obyek tertawa. Pada saat rangsangan dilakukan, obyek merasakannya bagaikan rasa gembira yang luar biasa, seakan-akan sesuatu yang sangat lucu telah terjadi. Ia merasakan hal-hal berbeda pada tiap-tiap rangsangan . Ketika ditanya, ia dapat menceritakan beberapa macam cerita yang lucu-lucu setelah tertawa. Hal ini jelas berlainan dengan kebiasaan wajar pada orang normal yang mana memahami dulu baru tertawa, dan bukannya tertawa dulu baru memahami.

 

Apakah tertawa adalah obat yang terbaik ?

Studi ilmiah mengenai tertawa memiliki namanya sendiri : geotologi. Penelitian menunjukkan bahwa tertawa bukanlah sekedar mengeluarkan suara dan melakukan gerakan-gerakan otot sekitar wajah. Tertawa membutuhkan banyak sekali koordinasi dari otot-otot di seluruh tubuh kita. Tertawa juga mengakibatkan :

  1. Menaikkan tekanan darah
  2. Meningkatkan detak jantung
  3. Mengubah cara bernafas kita
  4. Menurunkan level beberapa zat kimia dalam darah kita (catecholamines, hormon)
  5. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

 

Jadi apakah tertawa menyehatkan? Adalah suatu hal yang dianjurkan agar sering-seringlah kita tertawa karena itu dapat mengendorkan ketegangan otot-otot kita. Bahkan dalam beberapa kasus, tertawa yang amat sangat, dapat membantu sistem pernafasan kita membersihkan diri dari lendir yang menghambat. Bahkan tertawa dapat membantu penderita sakit jantung dengan cara memberikan otot-otot jantung sedikit ‘latihan’. Di beberapa rumah sakit di Amerika, terdapat ruangan yang khusus untuk humor & komedi agar merangsang pasien tertawa sehingga dapat mempercepat penyembuhan dan meningkatkan semangat hidup mereka.

 

Meskipun demikian, tertawa tidak selalu obat yang mujarab. Terdapat beberapa kasus dimana tertawa dapat menyebabkan serangan jantung atau pun stroke. Demikian pula setelah operasi pada daerah perut, seseorang tidak seharusnya untuk tertawa karena dapat merobek kembali otot-otot mereka yang baru saja dijahit! Tindakan hati-hati juga harus dilakukan terhadap pasien yang mengalami patah tulang rusuk. Jadi ingat ya... kalau menjenguk famili / teman yang sakit jangan sembarangan melucu saja.... bisa-bisa bukannya menghibur malah menambah penderitaan mereka...!

 

Proses di dalam tubuh

Bagaimana proses tertawa mempengaruhi sistem saraf dan seluruh tubuh kita belumlah sepenuhnya diketahui. Sebuah bidang ilmiah baru dalam ilmu saraf disebut Psikoneuroimunologi mempelajari hubungan antara otak dan sistem kekebalan tubuh. Bidang ini mengkombinasikan beberapa metode dan prinsip-prinsip psikologi, ilmu saraf (neuroscience) dan ilmu kekebalan tubuh (imunologi). Tertawa terbukti menunjukkan perubahan pada sistem saraf otonom kita, serta juga mempengaruhi hormon stress dan tingkat kimiawi saraf (neurotransmitter level).

 

Tertawa melibatkan beberapa daerah pada otak kita yang meliputi sistem emosional (untuk merangsang perasaan kita), sistem pengenalan / pemikiran (kognitif) (untuk memahami ‘kelucuan’ dari suatu peristiwa) dan sistem motorik (untuk menggerakkan otot-otot kita). Jelaslah, bahwa walaupun tertawa itu begitu mudahnya tetapi sesungguhnya melibatkan begitu banyak proses rumit dalam tubuh kita.

Oleh : Daniel

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*