Intan Dalam Debu – the web

Waspada

Posted by adminidb May 13, 2013, under Volume 3 | No Comments





Waspada

Intan Dalam Debu

 

Jangan Sok-Sok......an !!!!

 

Kehidupan di kota-kota besar dewasa ini terasa semakintidak aman saja. Ada penodongan maupun penjambretan sering kali tidak dihiraukan oleh masyarakat lain yang melihatnya. Seolah-olah masyarakat ini telah tumpul rasa solidaritasnya.

 

Kita sebagai individu pribadi sudah harus mulai mempesiapkan diri pada perubahan masyarakat yang semakin kompleks ini.

 

Banyak sebab memang tentang ketidak amanan tersebut, disini kita tidak perlu membahas orang lain yang ikut andil dalam ketidak-amanan ini.

 

Dari diri sendiri itulah yang utama.

 

Berangkat dari manusia hidup itu berkelompok, bermasyarakat, ada interaksi, ada gesekan, ada yang melihat, ada yang dilihat, ada yang merasa iri, ada yang merasa kurang dan lain sebagainya.

 

Ini semua adalah tingkah laku kehidupan manusia. Nah kalau kita mulai mencoba memahami apa yang dapat memicu ketidak-amanan diri sendiri, maka niscaya kita akan sedikit terhindar dari malapetaka ini.

 

Contohnya :

  • Kasus jambret : jangan memakai / membawa barang-barang berharga ditempat ramai / umum.
  • Kasus penodongan : hindari daerah-daerah hitam.

 

Istilah yang sering dilontarkan adalah :

“ Jangan SOK_Sok an deh !” seperti “Sok Pamer”, “Sok Berani” dan.....Sok-Sok yang lain.

 

Disisi lain, kita pun harus mempersiapkan diri bila diri kita dijebak / diposisikan pada suatu modus-modus perandi kejahatan.

 

Seperti yang akhir-akhir ini terjadi yaitu : Naik Taksi ditodong oleh tukang Taksi itu sendiri.

 

Kewaspadaan apa yang perlu disiapkan :

  1. Bila ingin menggunakan Taksi sebaiknya lewat telpon, pakai Taksi panggilan dari Perusahaan Taksi yang bonafit, Blue Bird dll.
  2. Perhatikan kartu sopir Taksi (photo) sesuai dengan sopirnya atau tidak. Catat nama dan nomor Taksi tersebut bila perlu.
  3. Untuk yang cewek terutama, hindari penggunaan Taksi seorang diri.
  4. Bila sampai harus menghadang Taksi dijalan, usahakan cari Taksi yan bonafit. Kalau sampai terpaksa apapun jadi, maka yang harus diperiksa adalah Kunci Pintu harus dalam kondisi baik ( pintu dapat dibuka dari dalam ). Pintupun dapat dikunci dari dalam, kunci semua pintu sesaat anda duduk di dalam Taksi, termasuk pintu si Sopir. Perhatikan route jalan yang dilalui, jangan sampai anda tidak tahu anda dibawa kemana.
  5. Usahakan sebisa mungkin tidak keluar sampai larut malam.

 

Tip yang lain :

Kalau kita di negeri Timur Tengah sono, tata cara naik Taksi sbb : kalau mau naik “COWOK” naik duluan, baru “CEWEK” naik belakangan.

 

Kalau mau turun dari Taksi “CEWEK” harus turun duluan, baru “COWOK’nya turun.

 

Nah lu........serem kan !!????

 

Itulah “Keselamatan diatas segalanya”.

 

Memang terlihat seolah-olah tidak etis, kok nggak sopan ya si Cowoknya.

 

Kenyataan, “MAU SELAMAT ATAU MAU SOPAN” ?

 

Karena banyaknya kasus, dimana begitu cewek naik, Taksipun kabur. Tahu-tahu......beberapa hari kemudian si Cewek sudah amburadul, alias.......he he he...... bayangin aja sendiri.

 

Siapkan Diri pada situasi yang paling buruk !!!

 

Kembali lagi ke......”KEWASPADAAN” !!!

 

Demikian juga dengan kita berkendaraan sendiri dijalanan. Kalau mungkin hindari daerah-daerah rawan kejahatan.

 

Sering kali, sekarang ini kejahatan terhadap pengendara justru terjadi di lampu merah perempatan jalan, Terutama di malam hari.

 

Maka dari itu, bila dari jauh terlihat didepan lampu sudah merah, usahakan jangan berhenti, kurangi kecepatan sambil menunggu lampu kembali hijau. Lihat suasana kanan kiri, kunci semua pintu.

 

Bila sampai di “PALAK” orang, bunyikan klakson, nyalakan lampu besar, lampu hazard, pokoknya mencari perhatian, agar orang sekitar tahu bahwa diri kita terjadi sesuatu / terancam.

 

Bila ada yang sampai menuduh anda menabrak seseorang atau mencurigai anda menggunakan mobil curian atau modus-modus lain yang anda tidak merasakan ( janggal ) dan disuruh minggir. “JANGAN DITURUTI”, teruskan saja sampai ke POS POLISI yang terdekat dan minta bantuannya atau diklarifikasikannya ditempat Polisi.

 

Bila sampai terpaksa harus membuka jendela kaca mobil, buka seminim mungkin asal suara dapat keluar. Jangan sampai tangan orang lain dapat masuk lewat celah jendela ini.

 

Ini semua hanya sebagian kecil kejadian yang sempat ditulis disini.

 

Pokok utama kita SIU TAO adalah “WU”, yang sering saya interpretasikan dengan “KESADARAN dan NALAR yag super tinggi”

 

Siapkan sesuatu bila perlu, seperti pentungan, gas air mata dll, untuk keselamatan diri dalam kendaraan.

 

Jangan panik, tahu kemana harus dituju atau tahu apa yang harus dikerjakan bila terjadi sesuatu.

 

Siapkan diri pada situasi yang paling jelek, yaitu bila sampai hukum rimba yang dihadapi / bila hukum sudah tidak bermakna lagi.

 

Semoga TAO YU kita lebih “WU” dan “WASPADA” dalam kehidupannya sehari-hari.

 

Tak lupa “BERDOA dan BERAMAL” selalu dilakukan, agar Maha Dewa THAY SANG LAUW CIN melindungi kita semua.

 

Salam TAO.

F-Lika

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*