Intan Dalam Debu – the web

== YING SEN CIEK FUK==

Posted by adminidb May 4, 2013, under Volume 3 | No Comments





== YING SEN CIEK FUK==

Oleh : Ming-Ming

 

Sebelum Tanggal 1/1 Imlek tiba :

Tak terasa dalam penerbitan majalah “Intan Dalam Debu” kali ini berdekatan dengan Tahun Baru Imlek 2550. Untuk itu tidak ada salahnya kita mencoba mengingatkan kembali kepada para TAO YU, apa dan bagaimana persiapan penyambutan upacara Ying Sen Ciek Fuk ini dirumah masing-masing.

 

Supaya lebih afdol kata kerennya.

 

Biasanya satu minggusebelum tanggal Satu Bulan Satu Imlek, yang sudah berumah tangga, semua anggota keluarga membersihkan rumah secara keseluruhan.

 

Semua HU yang sudah berubah warna ( agak keputihan ) dilepas dan diganti dengan yang baru, HU yang lama dibakar.

 

Meja sembahyangan dibersihkan, patung-patung Dewa-Dewi diturunkan, dicuci dengan sabun dan dibilas dengan air bunga agar bersih dan wangi.

 

Nah meja sembahyangan dan patung-patung Dewa-Dewi ditata kembali dengan rapi dan siap untuk menyambut Taun Baru.

 

Ada juga yang melakukan ( tidak harus ) cuci rumah (Si Uk Che ), sebelum Tahun Baru tiba, ini dimaksudkan agar rumah bersih dari gangguan yang aneh-aneh. Pencucian rumah ini dapat dilakukan oleh TAO YU yang sudah punya jubah kuning.

 

Persiapan apa-apa yang dibutuhkan :

Satu atau dua hari sebelum hari H tiba, yaitu tanggal Satu Bulan Satu Tahun Baru Imlek. Buah-buahan dengan jumlah masing-masing lima buah, lima jenis ( apel, jeruk, pear, anggur, jeruk besar, dll ) dan rangkap dua ( dua set ), artinya untuk Meja Sembahyangan Thian Kung satu set, dan untuk Meja Sembahyangan yang didalam rumah satu set. Hindari memilih jenis buah yang berduri ( salak, nanas, dan lainnya ).

 

Meja Sembahyangan Thian Kung disiapkan.

 

Kemudian HIO besar sesuai kebutuhan, minimum dua batang, HIO kecil secukupnya tergantung anggota keluarga yang ingin sembahyang, masing-masing anggota 12 batang HIO pada tiap meja sebahyang ( 2 x 12 batang tiap anggota ).

 

Lilin yang pantas 2 batang tiap meja ( jangan terlalu tinggi dan besar ), sebagai penerangan.

 

Bunga segar untuk meja bila mampu, sebagai pewangi.

 

HIO LO ( tempat HIO ) untuk meja THIAN KUNG. Bila tidak ada yang permanent, dapat dibuat dari kaleng susu besar, dibungkus dengan kertas merah dan diisi beras.

 

Cangkir kecil ( CU CING ), tempat teh sebanyak 5 buah untuk masing-masing meja sembahyang. Juga teh dan pocinya jangan lupa.

 

Permen satu piring kecil sebagai pemanis untu masing-masing meja sembahyang.

 

Minyak wangi disemprotkan ke tangan anggota keluarga saat sebelum sembahyang.

 

Kain merah sebagai taplak meja THIAN KUNG.

 

Demi keselamatan lebih baik diatas taplak meja tadi diberi alas kaca, sebelum buah, lilin, HIO LO dan lainnya disusun.

 

Penyusunan / persiapan sembahyang :

Letakkan meja THIAN KUNG menghadap ke Timur dengan langit-langit terbuka ( seperti kita sembahyang menghadap ke Timur ).

 

Pasang taplak meja merah, letakkan kaca diatas-nya. Susun HIO LO, Cangkir Teh setengah lingkaran, lilin samping kanan kiri, buah-buahan melingkar setengah lingkaran juga, bunga dibelakang kanan kiri meja. Permen di sebelah kanan depan meja.

 

Demikian juga dengan susunan yang sama untuk Meja Sembahyang yang ada didalam rumah

 

Saat Sembahyang :

Waktu Sembahyang pada tanggal Satu Bulan Satu Tahun Baru Imlek, jam 00.30 sampai 06.00 adalah yang paling baik.

 

Pakailah pakaian yang rapi, yang banyak kantongnya. Kenakan jubah Kuning untuk yang telah mendapatkannya. Susunlah permohonan permintaan untuk satu tahun Baru ini, agar tidak ada yang tertinggal.

 

Kepala keluarga memimpin sembahyang dengan HIO besar satu di hadapan Thian Kung , kemudian diikuti dengan 12 HIO kecil. Sembah sujud seperti biasa sembahyangan kita, permohonan-permohonan diutarakan, ditunggu dan dirasakan apa yang didapatkan saat itu.

 

Setelah selesai diikuti dengan anggot keluarga yang lain, mulai dari pangkat yang tertinggi menurun.

 

Kepala keluarga melanjutkan sembahyangan yang sama di Meja Sembahyangan dalam rumah, dengan pola yang sama diatas.

 

Setelah semuanya selesai, tunggu sebentar, sekitar 30 menit lah. Bila situasi lingkungan tidak mengizinkan, maka meja sembahyangan Thian Kung, boleh diberesin / diangkat semua persembahan yang ada, tinggalkan HIO nya saja. Bila situasi mengizinkan maka dapat dibiarkan sampai pagi, sampai lilin dan Hio terbakar habis.

 

Nah selesai sudah Sembahyangan YING SEN CIEK FUK kali ini.

 

Kemudian pagi harinya dilanjut dengan adat keluarga masing-masing, seperti berkunjung kerumah orang tua, orang yang dituakan, dll.

 

Kalau merasakan tahun kemarin Imlek 2549 ini kurang beruntung, banyak kemalangan menimpa diri kita, maka kesempatan yang paling baik untuk memohon keselamatan dan kelancaran usaha adalah pada 15 hari pertama bulan Satu Imlek ini. Gunakan kesempatan ini untuk mengunjungi Klenteng-Klenteng tiap hari satu, sebanyak lima belas klenteng. Banyak-banyaklah beramal, niscaya keselamatan dan kelancaran usaha akan terkabulkan.

 

Lain-lain iluar konteks judul diatas :

Kita para TAO YU sebenarnya sudah lepas dari JIONG yang sering digemborkan orang awam. Terkadang tak jarang yang mencemooh bahwa JIONG kok para TAO YU tidak tahu. Oleh sebab itu PO UN juga dilaksanakan di TAO KWAN- TAO KWAN. Ini dimaksudkan memberikan pilihan lain untuk berbuat amal bagi TAO YU, dan mengupacarakan anggota keluarga TAO YU ( mungkin ), atau orang lain yang merasa JIONG tahun ini untuk di CISUAK kan.

 

Upacara ini biasanya dilakukan di TAO KWAN setelah tahun baru berjalan beberapa minggu.

 

Ada lagi, bagi TAO YU yang mampu, awal-awal tahun baru merupakan waktu yang paling baik untuk melakukan BING AN YEN.

 

Catatan :

Mengundang TAO YU - TAO YU lain untuk datang ke rumahnya, melakukan sedikit upacara, untuk mendapatkan keselamatan keluarga dan kelancaran usaha. Dilanjutkan dengan makan bersama, agar yang ikut hadir juga mendapatkan KOK GIE nya

 

Wah kok ngecapnya tambah banyak ya !!??

 

Memang orang Tao ini banyak ulahnya. Apa boleh buat, itulah kenyataan hidup.

 

Catatan :

Pokok utama dari kita SIU TAO adalah kemantapan dan ketulusan hati ( JEN SIN).

 

Tidak perlu bermewah-mewahan, sesuaikan dengan komdisi ekonomi yang ada.

 

Kalau “ada” baik, kalau sampai tidak adapun bukan suatu hambatan untuk SIU TAO; Untuk sembahyang YING SEN CIEK FUK; Untuk BING AN YEN. Apa-apa yang kita persembahkan, kesemuanya hanyalah penggembira, sedap dipandang, ditinjau dari kaca mata manusia.

 

Sekarang SEN / SIEN (Dewa-Dewi) sendiri, tidak makan apa yang kita persembahkan itu.

 

Jadi Ketulusan dan Kemantapan Hati (JEN SIN) ditambah WU, menuju CEN-lurus (SIU CEN) itulah pokok utama kita SIU TAO.

 

Nggak perlu neko-neko kan ???

Akhir kata : “ Kalau masakan tidak ada bumbu penyedapnya akan terasa hambar, meskipun dapat dimakan “ betul nggak ??

 

Nah itulah........susahnya jadi manusia.

 

Jadi................... bagaimana ini ?

 

Kembali ke YIN YANG (THAY CIK) kita.

 

Keseimbangan, Keselarasan itulah kehidupan yang kita jalani.

 

Aku tahu apa yang kamu mau !!!

 

KHUNG XIE FAT JAY !! untuk semuanya.

 

HUNG PAW NA LAY !! untuk masuk KHUNG TEK SIANG, he he he........

 

Salam TAO,

Ming-Ming.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*