Intan Dalam Debu – the web

Berlian Kehidupan

Posted by adminidb September 26, 2012, under Volume 30 | 3 Comments





Berlian Kehidupan

Oleh : Iwan Gunawan, Semarang

 

Henry sedang asyik makan di rumah makan bersama istri dan seorang temannya di Hongkong. Tiba-tiba datang wanita muda menjajakan setumpuk kupon lotre. Kalau Henry memasang sendiri ke loket lotre, harga pokok resminya HK $5. Tapi, wanita ini memasang tarif HK $5 dan 50 sen. Uang lelahnya 50 sen. Cukup pintar memang. Yang unik, ia memberanikan diri membeli dulu sejumlah kupon lotre dengan nomor yang diacak computer. Kupon yang tak terjual menjadi resikonya. Bilamana ada kupon lotre yang menang, ia tentu beruntung. Bila nihil, kerugiannya akan besar sekali.

 

Biasanya dagangannya laku keras, jarang tak laku. Ternyata penyebabnya ada dua. Pertama, di dunia ini selalu saja ada orang yang malas, apalagi hanya untuk urusan pasang lotere setiap minggu. Ada juga orang yang malu harus mengantri membeli lotere di kedai yang menjual lotere. Takut ketemu kenalan, dan dianggap tidak pantas.

 

Kedua, yang paling menarik, ternyata banyak orang yang percaya bahwa dirinya tidak memiliki keberuntungan. Untuk merubah nasibnya, orang-orang seperti itu percaya, kadang mereka perlu meminjam keberuntungan orang lain. Nah, wanita muda inilah yang dijadikan jembatan untuk merubah keberuntungan mereka. Kebanyakan para pembeli lotere ini percaya bahwa membeli lotere dari gadis ini adalah juga merupakan perbuatan amal. Biasanya perbuatan amal seperti ini jauh lebih besar keberuntungannya. Itu sebabnya, dagangan kupon loterenya selalu laris.

 

Henry seringkali menemukan hal serupa dalam kehidupan bisnis sehari-hari. Misalnya saja, banyak pelaku bisnis yang memberi merk produk atau perusahaannya dengan nama anaknya. Banyak diantara pelaku bisnis ini percaya, sejak kelahiran putra atau putri tertentu mereka, tiba-tiba saja nasib mereka berubah 180 derajat. Sang putra atau sang putri dijadikan jimat keberuntungan. Kadang ada pelaku bisnis yang memperlakukan karyawan tertentu sebagai perisai keberuntungan pula. Suatu kali Henry pernah bertemu seorang bos bisnis besar. Setiap kali rapat dan bertemu dengan Henry, ia ditemani seorang stafnya. Uniknya, staf ini tidak pernah diajak bicara. Selama pertemuan, ia hanya bengong mengikuti pembicaraan. Takut menyinggung perasaan sang bos, Henry tak pernah bertanya tentang staf pendampingnya itu.

 

Belakangan, dari seorang kolega bisnis, Henry diberitahu bahwa staf pendaming si bos besar itu mirip jimat hidup. Dulu, si bos pernah mengalami kecelakaan mobil yang mengerikan, mobilnya ringsek, dan supirnya wafat. Tapi sang bos dan staf pendampingnya, selamat. Tak lama kemudian, entah kenapa pula, bisnisnya maju pesat tiba-tiba. Sejak itu, kemanapun sang bos pergi, si staf yang dianggap jimat selalu mengiringi.

 

Tradisi jimat dan pengasih dalam dunia bisnis masih sangat kental. Tidak sedikit pengusaha yang masih mempercayai jimat maupun menggunakan pengasih tertentu. Ada yang secara terang-terangan mengakuinya, banyak pula yang menyangkal dengan berbagai alasan.

 

Dari cerita di atas, kita sebagai orang TAO harus sadar bahwa keberuntungan, kelancaran dan sukses tidak tergantung pada apa yang disebut jimat karena kita tahu berlian kehidupan sesungguhnya ada dalam hati kita. Mata batin dan nurani adalah berlian yang paling bernilai. Apabila amal dan kebajikan telah kita jalankan sebagaimana mestinya, maka nurani otomatis akan menjadi pagar yang membuat kita terhindar dari kekuatan-kekuatan jahat. Mata batin akan menerangi kita dan membuat kita "Melek" membaca hal-hal yang tersirat dan mungkin tak terlihat oleh orang lain. Misalnya saja kita jadi sensitif melihat peluang bisnis. Bila kedua hal ini dijadikan satu, maka tercipta kombinasi ampuh yang menjadi "Berlian Kehidupan" yang sesungguhnya.

Share

Currently have 3 Comments

  1. asep wiryana says:

    terima kasih atas pandangannya.

  2. liong han says:

    nama saya liong han, saya sangat tertarik untuk merevisi diri dan belajar mengenai Tao yin suk ,
    mohon informasi dari se siung dan se cie semua
    dimanakah saya bisa menemukan guru yang tepat
    , lokasi saya di surabaya . xie xie

  3. Salam kenal Liong Han,

    Anda dapat datang ke Taokwan kami yang berada di Surabaya :

    MAHA SUCI
    Tai Qing Gong
    Jl. Dukuh Kupang Barat I No. 21
    Darmo - SURABAYA
    JAWA TIMUR
    Tel: 031-5675895

    Semoga bermanfaat.

Leave a Reply








*