Intan Dalam Debu – the web

KEBUDAYAAN TIONGKOK; KEBUDAYAAN TAO CIAO

Posted by adminidb September 28, 2012, under Volume 30 | No Comments





KEBUDAYAAN TIONGKOK; KEBUDAYAAN TAO CIAO

Sumber : Ciang Tao Lie Se Fu

Dirangkum oleh : Ong Cung Kiong

 

Semua agama pasti terpengaruh oleh budaya setempat. Agama Tao lahir dari Tiongkok sehingga banyak terpengaruh oleh budaya Tiongkok. Ada 10 kebudayaan Tiongkok yang mengandung arti sangat dalam.

 

KEBUDAYAAN TAO CIAO ADALAH YANG PALING NYATA DAN PALING AGRESIF;

 

1. Xue Li (belajar Teori)

Kalau kita harus ber-Teori, agama sekalipun maka menekankan kepada riset dan penyelidikan, sehingga bukan hanya percaya tanpa dasar atau pai-pai saja (memuja / muji Dewa-Dewi saja).

2. Gong Fu

Matang dalam penerapan kesehariannya, dipraktekkan sehingga bukan omong kosong. Misalnya Siek Tao Hao, Hao nya dimana? Jadi dipraktekkan dan tahu bagusnya dimana. Teori yang omong kosong bisa membahayakan negara atau orang lain. Orang Tao harus bisa memberi bukti 'tindak nyata' bukan omongan saja.

3. Si Xiang

Pemikiran harus aktif atau maju terus bukannya pasif atau mandeg hanya menunggu saja.

4. Qing Shen

Jiwanya/semangatnya, harus berusaha mandiri sehingga tidak bergantung kepada orang lain. Kalau bersandar kepada orang lain, bisa berapa lama? Orang lain mati, ikut mati.

5. Nen Li (kekuatan)

Kekuatan atau power harus utuh / solid, sehingga tidak boleh terpencar-pencar. "Berat sama dipikul, ringan sama di jinjing."

6. Shi Ye

Usaha atau pekerjaan harus ada, tidak boleh luntang lantung. Akan sukses atau gagal adalah urusan belakangan, yang penting sudah berusaha maksimal. Berusaha yang penting adalah "Mencipta" bukan meniru. Tapi masalahnya kadang-kadang untuk bisa meniru saja tidak punya kemampuan apalagi harus mencipta? Untuk mencipta diperlukan kemampuan otak, oleh karenanya Tao Ciao menekankan penggunaan optimal kemampuan otak tersebut. Harus mempunyai keyakinan diri yang kuat bahwa saya pasti bisa.

7. Xing Fu (kebahagiaan)

Masa hidup yang utama bukan kebahagiaan setelah hidup (mati). Oleh karenanya Tao Ciao menekankan kebahagiaan masa kini / masa hidupnya yang sekarang. Dalam hidup harus bisa menikmati kebahagiaan. Jangan berharap menikmati kebahagiaan setelah mati. Kalau dalam kehidupan sebagai manusia saja tidak bisa bahagia bagaimana mau bahagia jadi Dewa-Dewi. Tidak bisa sukses dalam hidup bagaimana bisa sukses jadi Dewa-Dewi. Oleh karenanya dari dulu sampai sekarang sudah sangat lama tidak ada manusia yang berhasil menjadi Dewa-Dewi.

8. Xin Yang (akidah/kepercayaan)

Kepercayaan mengandalkan praktek bukan mengandalkan buku-buku (kitab suci). Jangan percaya dulu kalau tidak ada prakteknya/bukti tindak nyatanya tetapi praktek dulu baru dapat percaya. Kebanyakan orang hanya berkutat pada kitab-kitab yang ada padahal kitab-kitab itu bikinan orang juga. Jadi bedanya Tao Ciao dengan agama lain adalah Tao Ciao menekankan praktek dulu baru percaya, sedangkan agama lain justru menekankan percaya dulu dan malahan tidak boleh dipraktekan. Yang dimaksud praktek misalnya latihan lien kung yang rajin, membuat kungtek. Kekuatan gaib hanya diberikan kepada orang yang baik, bukan orang yang batinnya tidak bersih.

9. Zhu Shi (menghuni di dunia atau hidup dalam dunia)

Hidup di dunia harus panjang umur bukan untuk cepat lapuk. Makan harus diperhatikan. Waktu istirahat yang tidak diperhatikan, menjadikan hidup berumur pendek, apa artinya kehidupan.

10. Chu Shi (Alam Dewa-Dewi)

Mati harus menjadi Dewa bukan pemeluk agama lagi (alias di reinkarnasi lagi).

 

Hidup di dunia adalah hanya berdebat untuk menemukan kebenaran.

 

Sumber : Ciang Tao Lie Se Fu

Dirangkum oleh : Ong Cung Kiong

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*