Intan Dalam Debu – the web

Lembutnya Batu, Kerasnya Air

Posted by adminidb October 6, 2012, under Volume 30 | No Comments

Oleh : JSM, Jakarta

 

Di dunia ini memang aneh, mengapa? Kog dikatakan aneh? Kata aneh berarti diluar kelaziman. Dibilang mustahil tetapi adalah kenyataan. Mengapa begitu? Apakah tidak terdengar aneh kalau ada orang bilang batu itu lembut, sedangkan air keras. Sebetulnya tidak aneh kalau kita mau melihat kenyataan yang ada. Filsafat Tao ada yang berbunyi, "Batu ditetesi air setiap hari akan tembus/hancur."

 

Itu memang sudah nyata dan terbukti kenyataannya. Jadi sesungguhnya air itu sifat kemauannya keras, bukan batu yang lembut. Kita harus meniru sifat air, yang mana selalu merendah dan mencari tempat yang rendah. Ia selalu menyesuaikan diri dengan tempat dimana ia ada, meskipun sesungguhnya air itu maha besar dan maha dahsyat. Apabila sekumpulan air yang sangat luas berkumpul menjadi satu, kekuatannya dapat menghancurkan satu desa bahkan kota. Jikalau badai datang, tiada manusia yang dapat  menghalang atau menghindar. Namun air sangat berguna bagi kita, ibarat seteguk air di gurun pasir lebih berharga dari sebongkah emas.

 

Air yang sedikit sangat berguna namun ketika air itu sangat besar dan banyak bisa menghancurkan manusia. Batu, meskipun besar dan keras namun bila ditetesi air sedikit demi sedikit ia akan hancur lebur juga.

 

Kita sebagai umat Tao bisa menirukan sifat dari air meskipun sedikit demi sedikit, tetapi pasti dia dapat menghancurkan benda yang paling keraspun di dunia ini. Ketika kita menghadapi persoalan/masalah kita harus meniru sifat air, pantang menyerah dan selalu berusaha sehingga persoalan apapun dapat kita selesaikan.

 

Kekerasan melawan kelembutan, ia akan lumer dan mencair menjadi lembut, menyatu. Bila kekerasan lawan kekerasan, yang terjadi adalah kedua pihak akan terbentur dan terpecah berai, hancur berkeping-keping.

 

Dalam agama Tao mempunyai simbol Thai Cik, yaitu Yin dan Yang, keras dan lembut, siang dan malam, pria dan wanita, panas dan dingin. Sesungguhnya kedua-duanya saling diperlukan. Merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan, karena kita tidak akan pernah tahu sesuatu itu lembut kalau tidak ada sesuatu yang keras.

 

Begitu juga kebalikannya, kita tidak akan tahu ada siang yang terang kalau tidak ada malam yang gelap. Juga rasa panas karena ada hawa dingin. Semua unsur masing-masing mempunyai kegunaanya dan saling melengkapi. Pria dan wanita masing-masing saling melengkapi sehingga terjadilah kehidupan di dunia ini, yang terus berkelanjutan hingga akhir jaman. Jadi, baik air yang lembut atau batu yang keras sama-sama dibutuhkan di dunia ini untuk sebuah kehidupan alam dunia.

 

Salam Tao

 

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*