Intan Dalam Debu – the web

Pemilihan Pekerjaan Sebagai Langkah Menuju Kemandirian Berusaha

Posted by adminidb November 9, 2012, under Volume 30 | No Comments





Pemilihan Pekerjaan Sebagai Langkah Menuju Kemandirian Berusaha

Oleh : Ong Cun Kiong, Jakarta

 

Melanjutkan pembahasan langkah menuju kemandirian usaha pada IDB no. 29 terdahulu, yang membahas bagaimana pemilihan sekolah dalam langkah menuju kemandirian usaha. Maka sebagai lanjutannya kita akan membahas tentang pemilihan pekerjaan sebagai landasan atau langkah menuju kemandirian berusaha (dasar-dasar entrepreneurship). Adakalanya kita bisa melihat bagaimana seseorang sangat kebingungan memilih perusahaan mana yang cocok bagi dirinya setelah lulus sekolah dan seringkali kita juga menemukan bagaimana seseorang sangat kebinggungan mencari pekerjaan.

 

Nilai akademik yang bagus dan punya koneksi serta yang pasti keberuntungan atau hoki merupakan faktor utama dalam mencari pekerjaan. Nah, kita akan membahas bagaimana pemilihan pekerjaan tempat bekerja akan menentukan langkahnya kelak apakah akan menjadi seorang profesional sejati atau untuk bisa menuju kemandirian usaha alias jadi bos sendiri.

 

Faktor latar belakang keluarga seseorang sangat memegang peranan penting karena mempunyai strategi yang berbeda dalam memilih pekerjaan setelah lulu sekolah. Pada dasarnya kita bagi sebagai berikut :

  1. Lahir dari keluarga yang kurang mampu sehingga untuk menjadi seorang boss harus dengan tekad sendiri.
  2. Lahir dari keluarga yang mampu sehingga untuk menjadi seorang boss hanya masalah waktu tergantung tingkat keyakinan sang orang tua.

 

Langkah Menuju kemandirian Usaha Apabila Berasal Dari Keluarga Kurang Mampu

 

Bilamana latar belakang kita adalah dari keluarga yang kurang mampu maka dapat diasumsikan bahwa pengetahuan akan bisnisnya adalah NOL. Oleh karenanya bilamana ingin menjadi bos satu hari kelak maka akan lebih memerlukan pekerjaan 20% bersifat spesialis dan 80% yang bersifat generalis dalam semua bidang perusahaan mulai dari marketing, sales, operation (jasa), production (pabrik), accounting, keuangan, sumber daya manusia, public relation, sampai government relationship dan lain sebagainya.

 

Oleh karenanya pengalaman kerja selama 5 tahun pertama, sangat menentukan kemana kita akan melangkah, jadi bos hebat atau jadi profesional hebat.

 

Bilamana kita ingin menjadi seorang profesional sejati (spesialis), maka lamarlah semua perusahaan ternama atau nomor satu di industrinya. Karena di sana kita akan diajarkan hanya bekerja di satu bidang tertentu saja misalnya marketing maka hanya boleh di bidang tersebut dan tidak boleh melihat accounting dan lain-lain. Selain itu selama bekerja kita akan mendapatkan banyak pelatihan tetapi hanya ke bidang terkait. Dengan demikian pengetahuan selama bekerja akan di arahkan hanya ke satu bidang karena itu memang tujuan dari perusahaan yaitu bagaimana menjadikan karyawan tersebut menjadi ahli di bidangnya.

 

Selain itu dalam perusahaan yang besar pada umumnya suasana bekerja adalah sangat nyaman sesuai dengan misinya adalah membangun tempat kerja yang nyaman bagi para karyawannya. Sehingga kebanyakan berkantor di gedung tinggi, di ruangan serba ber AC, mempunyai banyak staf di bawahnya sehingga laksana bangsawan yang terbiasa di puja puji bawahan, pakaian pun rapi dan wangi. padahal itu semua adalah perangkap yang menjadikan kita hanya sebagai profesional murni karena sekali kita terperangkap dalam kehidupan "wah" tersebut maka akan susah untuk hidup merakyat alias kantor sederhana.

 

Perangkap berikutnya adalah cicilan. Pada umumnya perusahaan ternama mempunyai banyak program kredit yang menarik baik dari perusahaan maupun bank-bank yang sangat mempercayai kredibilitas dari perusahaan tersebut seperti kredit pemilikan rumah, mobil dan segala macam kredit. Kredit sebetulnya adalah suatu perangkap dimana dengan banyaknya cicilan maka membuat seseorang jadi beresiko ketika akan keluar dari perusahaan. Ia akan ingat terus harus membayar lunas atau takut nanti kalau bekerja di tempat lain tidak cocok sedang angsuran kredit tinggi maka bisa membuat dia bangkrut. Akibatnya seumur hidup tidak sadar hanya memikul beban yang namanya cicilan.

 

Kalau sudah begitu, maka satu-satunya harapan adalah kejarlah setinggi mungkin jabatan sebagai profesional murni alias pekerja.

 

Nah bagaimana kalau kita berasal dari keluarga kurang mampu ini ingin menjadi seorang bos meski hanya bos kecil diperusahaan sendiri.

 

Caranya gampang-gampang susah yaitu :

  1. Pada awal masa kerja khususnya 5 tahun pertama, jangan melamar perusahaan besar tetapi lamarlah perusahaan konsultan (tetapi konsultan sistem analis), perusahaan yang kecil termasuk yang amburadul yang mau bangkrut, perusahaan yang tidak punya sistem jelas.
  2. Bekerjalah serajin-rajinnya dalam 5 tahun, karena di dalam perusahaan tersebut kita memperolah banyak kesempatan untuk belajar, sudah pasti semua pekerjaan adalah di rangkap karena si bos tidak sanggup mengaji banyak orang. Bekerjalah sebanyak mungkin mulai dari tukang ketik atau antar surat sampai jadi tangan kanan bos. Di maki semua supplier yang tidak dibayar sampai dengan makian customer yang barangnya tidak datang-datang. Menghadapi rekan-rekan sesama kerja yang marah dengan si bos, disuruh menagih, di suruh pergi meminjam uang sama bank, disuruh menghadapi orang pajak dan segala macam pekerjaan yang memusingkan. Tetapi sadarlah kita bahwa pekerjaan yang memusingkan tersebut ternyata membuat kita matang karena tingkat stress yang tinggi. Membuat kita menyadari apa kesalahan dari bos kita, membuat kita tahu bagaimana melayani orang baik supplier dan customer yang marah, kita menjadi tahu bagaimana "membeli" hati orang, membuat kita belajar menyusun sistem perusahaan. Semua hal tersebut tidak akan kita dapatkan di universitas manapun tetapi itu yang sangat kita butuhkan untuk menjadi seorang bos yang sukses.
  3. Hindari cicilan karena cicilan biasanya membuat kita takut untuk memulai usaha sendiri karena belum apa-apa sudah ada pengeluaran minimal yang harus dibayar padahal usaha belum lagi berjalan ataupun baru berjalan sudah bangkrut karena modal kerja habis untuk bayar cicilan.
  4. Ambillah kursus-kursus tambahan kalau dirasakan ada yang masih kurang dalam pendidikan kita misalnya kemampuan berbahasa, kemampuan membaca laporan keuangan (kalau dari bidang study lain), kemampuan marketing, dan lain sebagainya.
  5. Kalau pengalaman bisnis selama 5 tahun sudah terasah dengan baik di perusahaan kecxil, maka lamar perusahaan besar dan bekerja di sana sekitar 2 tahun sehingga kita bisa mempelajar pola pikir perusahaan besar. Bagaimana mereka membangun disiplin perusahaan dan koneksi mereka yang pasti juga banyak perusahaan besar lainnya sambil kita menabung untuk modal usaha karena perusaan besar sudah identik dengan gaji besar.
  6. Pelajarilah semua konsep bisnis dari semua usaha, jangan membuang-buang waktu. Pelajari dengan seksama bagaimana membangun dan menjalankan suatu perusahaan.
  7. Pada saat kesempatan datang, maka kita sudah siap, dimana dunia ini semua adalah Im Yang, sehingga ada yang punya uang atau modal tapi otaknya kosong, ada yang punya otak tetapi modalnya tidak ada. Nah kita tinggal menunggu kesempatan ini tiba. Maka ketika tiba, kita akan menjadi bos.

 

Langkah Menuju Kemandirian Usaha Bilamana Berasal Dari Keluarga Yang Mampu

 

Berbahagialah kalau kita berasal dari keluarga ini karena minimal dari segi permodalan sudah tidak mengalami masalah dan juga pengetahuan akan bisnis pasti juga akan ada berkat pengalaman hidup bersama orang tua atau keluarga lainnya.

 

Nah kalau kita yang berasal dari keluarga ini ingin menjadi bos yang sukses maka perjalanan pengalaman bekerja justru akan berlainan dengan yang berasal dari keluarga tidak mampu. Kalau yang dari keluarga kurang mampu harus bersusah payah dengan mengambil jalan 80 % generalis dalam perusahaan-perusahaan yang kurang nyaman dan 20 % spesialis untuk mendaki jalan menuju kemandirian usaha, maka kalau dari keluarga mampu ini justru harus mengambil jalan kebalikannya yaitu 80 % jalur spesialis yang lebih nyaman dengan melamar perusahaan perusahaan besar yang ternama dan 20 % jalur generalis.

 

Kenapa bisa begitu ? Karena kita berasumsi bahwa yang berasal dari keluarga mampu ini sudah tidak memiliki masalah untuk membangun perusahaan kecil dengan modal dan bantuan dari orang tuanya. Dengan bekerja di perusahaan besar, maka kita mempunyai keuntungan sebagai berikut :

  1. Akan terbiasa dengan disiplin perusahaan besar
  2. Belajar bagaimana mereka membangun profesional-profesional hebat yang barangkali satu haru nanti bisa juga membantu kita membangun usaha.
  3. Selain itu kita juga bisa melatih diri kita untuk mempunyai motivasi untuk sukses dan membangun perusahaan sendiri maupun keluarga menajdi sebesar perusahaan tersebut.
  4. Bisa memperoleh koneksi-koneksi bisnis seperti supplier, customer dan perbankan yang sudah pastiu banyak yang berasal dari perusahan-perusahaan besar juga.

 

Yang paling penting dari kesemua ini adalah sebagai Tao Yu mari kita Siu Tao dengan baik sehingga diberikan kemudahan berkah rejeki oleh Maha Dewa Thay Sang Law Cin.

 

Demikian yang bisa penulis sampaikan dan berharap semakin banyak Tao Yu - Tao Yu yang tangguh perekonomiannya demi keagungan dan perkembangan Tao kita semua.

 

Salam Tao

 

Rejeki adalah Kesempatan ketemu Kesiapan

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*