Intan Dalam Debu – the web

Satu yang Abadi (The Immortal One)

Posted by adminidb September 26, 2012, under Volume 30 | No Comments





Satu yang Abadi (The Immortal One)

Oleh : Cen Cu I, Lampung

 

Sering kali ada ungkapan klise "Penyesalan selalu datang belakangan". Anehnya, biarpun disebut klise, kebanyakan orang mengalami sudut penyesalan di ruang hidupnya. Tak terlepas saya sendiri.

 

Baru-baru ini saya ditinggalkan salah satu orang tersayang. Rasa sayang yang saya rasakan terasa lebih besar setelah ditinggalkan beliau.

 

Di antara kesedihan dan kenangan, ada selintas penyesalan. Penyesalan tidak cukupnya waktu bersama, kurangnya perhatian, tidak menghargai momen kebersamaan, dan banyak lagi rasa sesal yang ditimbulkan. Dari kejadian ini, timbul suatu statement di benak saya, "Mengapa baru menyadari betapa berharganya seseorang/sesuatu, setelah ditinggalkan/kehilangan, setelah kita tidak mungkin meraihnya lagi; yang pada akhirnya berujung penyesalan?" Apakah penyesalan ini akan terjadi juga di dalam kehidupan Siu Tao kita...?

 

Coba kita bersama-sama flash back (mengingat kebelakang) masa-masa dari kita baru mengenal Tao, sampai mendapat kejodohan di Tao Ying menjadi Taoyu. Masa-masa kita baru mengenal Fu Fak Sen, dibimbing-Nya, sampai mendapat berkah kemampuan berkomunikasi dengan Fu Fak Sen, sahabat sejati kita. Dari mendengar semua Jalan Kebenaran, merevisi fisik dan mental, menyebarkan Tao yang asli, bakti setia kita hingga mendapat kesadaran sejati di akhir sampai tutup peti. Inilah idealnya bagaimana kita menjalani Tao.

 

Pada prakteknya, pasti ada kerikil-kerikil kehidupan dengan berbagai macam ukuran. Bagaimana kita harus menyikapinya? Akankah jalan kita dihadang oleh keadaan yang mengharuskan kita memilih, dan akankah Tao yang selalu kita junjung, dikorbankan karena keputusan dan tindakan bodoh kita? Akankah perbuatan bodoh kita menodai kesucian dan kemuliaan Tao?

 

Jangan kita mengambil pilihan yang tidak mensyukuri kejodohan dengan Tao, mengotori batin tanpa revisi kejernihan, meneteskan nila di perguruan Thay Sang Men! Hidup bertemu dengan Tao adalah anugerah, menjadi Taoyu adalah kebanggaan tertinggi, mencapai tingkatan Huang Ie adalah tolak ukur kemajuan nilai diri sebagai Manusia Tao yang menuju sempurna.

 

Sadar akan keabadian yang kekal tiada tara. Sadar akan sinar kemuliaan yang menyilau. Sadar akan kesucian yang menjernihkan batin. Kerikil kehidupan tidak dapat mengecoh langkah menuju sempurna abadi. Penyesalan pun tidak akan terjadi.

 

Manusia Tao mengerti Satu yang abadi di jagad raya ini. Manusia Tao menyatu dengan alam mengikat kekal dengan Tao. Satu yang abadi, Tao.

 

Salam Tao

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*