Intan Dalam Debu – the web

Siu Sin Yang Sing

Posted by adminidb September 28, 2012, under Volume 30 | No Comments





Siu Sin Yang Sing

Oleh : GNL, Surabaya

 

Banyak Tao Yu telah memahami akan makna dari Siu Sin Yang Sing, yang biasa kita sebut Merevisi Diri, bahkan tidak jarang jika ada Ciang Tao tentang Siu Sin Yang Sing, ada saja yang menggerutu, itu lagi topiknya.

 

Revisi diri harus terus menerus dilaksanakan, agar kita bisa sebagai seorang yang Hau Sin Cang (Berhati baik), dengan demikian Dewa Dewi akan lebih dekat dan mau "membantu" kita, dan dapat mencapai dimensi yang Ching Cing (Hening Bening). Sehingga bisa dikatakan merevisi diri untuk mencapai hati yang bersih, hati baik merupakan hal yang penting dan utama didalam kita Siu Tao.

 

Tentanga merevisi diri memang benar terdengar umum, biasa dan mudah dipahami, tetapi kalau kita lihat lebih mendalam lagi, seberapa besar kita telah mempraktekkan, dan apa yang telah kita pahami tentang merevisi diri ? Revisi berarti memperbaiki, yang jelek di hilangkan, yang baik diperbanyak. Kita telah sering mendengar 8 anjuran yang harus diperbanyak dan dikurangi, coba kita melihat kembali anjuran-anjuran tersebut.

 

8 Anujuran yang harus diperbanyak:

1. Banyak dengarkan TAO

2. Banyak baca buku

3. Banyak diskusi

4. Banyak Lien Kung

5. Banyak serap pendapat orang lain

6. Banyak bertanya

7. Banyak menghargai keunggulan orang lain

8. Banyak mawas diri

 

Delapan hal yang perlu dikurangi apabila anda menginginkan hasil yang lebih baik dalam Tao, yaitu:

1. Kurangi iri hati Iri hati merupakan beban untuk diri sendiri dan biasanya akan menjadi tindakan yang merusak. Sifat ini perlu dihilangkan.

 

2. Kurangi kritik, banyak orang yang tidak suka dikritik, apalagi kritikan dilontarkan dimuka umum secara menyerang. Menahan diri dan mencari jalan keluar yagn lebih bijaksana adalah cara untuk menggantikan kritik kepada orang lain.

 

3. Kurangi menonjolkan diri, menonjolkan diri akan menuju kesombongan. Seolah-olah "hanya ada aku, tidak ada kamu".

 

4. Kurangi dendam, dendam juga merupakan beban diri sendiri. Apalagi diterapkan pada hal-hal kecil. Diri ktia akan dikucilkan dari pergaulan, tidak memiliki teman, dan akan merusak diri sendiri.

 

5. Kurangi perhitungan, kalau kita dalam bertindak selalu menghitung untung rugi sampai hal-hal yang kecil, maka bagaimana kita dapat belaajar Tao? Belajar Tao memerlukan lapang dada, menyederhanakan sikap dan tindakan dalam kehidupan tetapi tetap mempunyai prinsip.

 

6. Kurangi usil, usil atau iseng sering kali menjadi malapetaka, menyebabkan persahabatan retak dan kehidupan menjadi tidak harmonis.

 

7. Kurangi kemenangan diri, pada umumnya orang masih terbelenggu dengan harta dan nama. Bila dirinya ingin selalu menang, ini berarti mencari nama dan seolah-olah dia itu yang paling hebat, maka sebenarnya dia masih dalam tahap awal belajar Tao, yaitu "Ada aku, tidak ada kamu".

 

8. Kurangi menganggap diri paling benar, biasanya kalau menganggap dirinya paling benar berarti dirinya paling pandai, dan orang lian salah dan bodoh. Orang yang merasa dirinya paling benar atau paling pandai sebenarnya adalah orang yang paling bodoh, atau dengan kata lain disanalah letak kebodohannya dengan menonjolkan dirinya paling benar. Orang tersebut masih dalam tahap "Ada aku, tidak ada kamu".

 

Salam Tao

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*