Intan Dalam Debu – the web

Malu Bertanya, Malu-Maluin !!

Posted by adminidb September 1, 2012, under Volume 31 | No Comments





Malu Bertanya, Malu-Maluin !!

Oleh: LTF - Jakarta

 

Malu bertanya sesat di jalan.. Pepatah ini sering dikumandangkan oleh banyak orang. Pepatah tersebut dapat diartikan menjadi: Jika kita mempunyai permasalahan dan tidak mau / malu bertanya kepada orang lain, maka kita akan tidak mendapatkan solusi dari permasalahan tersebut dengan cepat/tepat.

 

Malu Bertanya, Malu-Maluin !!Pepatah boleh berbunyi namun praktek lain lagi. Kebanyakan orang, jika ada sesuatu yang mengganjal di hati, misalnya perbuatan orang lain yang dirasa tidak benar, mereka tidak berani bertanya langsung ke orang tersebut agar menjadi jelas mengapa mereka melakukan hal tersebut. Masih lumayan kalau malu bertanya langsung dia diam saja. Parahnya.. ada beberapa orang yang entah malu atau takut atau apalah untuk bertanya langsung kepada orang yang bersangkutan, namun mereka malah bertanya kepada orang lain yang tidak tahu menahu tentang persoalan tersebut. Ini akan menimbulkan salah pengertian dan tidak jarang berujung ke fitnah atau provokasi. Ini pun dapat diartikan dengan penghianatan skala kecil. Hal ini bukan hanya menyusahkan diri sendiri, namun orang lain pun dapat ikut susah.

 

Kita boleh bertanya atau mencari pendapat kepada orang lain tentang permasalahan kita sendiri, karena kita tahu dengan jelas inti permasalahan tersebut. Namun kalau tentang perbuatan / permasalahan orang lain, untuk apa bertanya kepada orang ketiga lagi? Karena kita tidak mengerti apa inti dari perbuatan / permasalahan orang tersebut, dan setiap orang mempunyai pandangan dan pendapat masing masing untuk segala sesuatu, termasuk tindakan / perbuatan mereka. Kita sebagai manusia juga harus bisa berani. Bukan hanya berani dalam hal fisik (mis. berkelahi) saja namun mental juga harus diberanikan.. Beranilah bertanya langsung kepada orang yang bersangkutan, di sini kita akan mendapatkan penjelasan yang asli dan terjamin tidak salah tafsir. Dengan demikian, selain melatih kita untuk berani secara mental, juga mengurangi salah pengertian.

 

Orang Tao itu diajarkan untuk ‘Sadar’/ ‘Wu’ setiap saat.. Ini juga bisa diartikan dengan: ‘Sadarlah dengan apa yang anda perbuat, dan sadarlah dengan apa akibat dari perbuatan anda tersebut’. Dengan demikian, anda akan tahu batasan-batasan mana yang harus dijaga untuk kelakuan anda sehingga dapat meminimalkan akibat-akibat buruk dari perbuatan anda. Menjadikan anda lebih baik dan lebih baik lagi. Karena kita Siu Tao untuk melatih DIRI menuju sempurna abadi, mulailah dari berpikir dahulu sebelum bertindak, bertanyalah langsung terhadap orang yang bersangkutan jika tidak mengerti tentang sesuatu yang dia perbuat, agar tidak "Malu-maluin !!".

 

Salam Tao.

 

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*