Intan Dalam Debu – the web

MEMASUKI GERBANG SIU TAO

Posted by adminidb September 2, 2012, under Volume 31 | No Comments





MEMASUKI GERBANG SIU TAO

Oleh : ???

 

Saya, adalah seorang istri salah seorang Taoyu di suatu kota. Saya, terlahir di lingkungan keluarga yang menganut Agama X. Semenjak saya kecil hingga dewasa, saya selalu berusaha menjalankan Agama saya tersebut dengan taat. Demikian pula dengan kedua orang tua dan saudara-saudara saya. Walaupun demikian, pengakuan saya berikut ini tidak untuk menjelek-jelekkan apa yang saya yakini di masa lampau.

 

Agama Tao sudah saya kenal sejak tahun 2000-an. Ketika itu, saya mulai berpacaran dengan salah seorang Taoyu, yang saat ini telah menjadi suami saya dan sangat saya cintai. Pada saat itu, tidak ada alasan bagi saya untuk tertarik belajar Agama Tao. Alasan saya pada saat itu, adalah sebagai berikut :

- Agama Tao bukanlah agama seperti pada umumnya, karena hanya mengajarkan dan menonjolkan Lian Gong (Tao Ying Suk)-nya saja.

- Sikap dan tingkah laku segelintir Taoyu yang bertolak belakang dengan apa yang saya ketahui tentang umat beragama, khususnya bertolak belakang dengan komunitas agama saya saat itu. Ada sebagian Taoyu yang memiliki sifat arogan, egois, kurangnya keakraban dengan sesama Taoyu, dll.

 

Oleh karena pertimbangan di atas, saat menikah pun saya dan suami memiliki komitmen untuk berjalan di "rel" masing-masing dengan saling toleransi.

 

Hingga pada suatu masa, suami saya mulai aktif menghadiri Ciang Tao-Ciang Tao yang diselengarakan di dekat kota tempat tinggal kami. Salah seorang Shixiong dengan sabar dan penuh dedikasi selalu datang untuk memberikan wejangan-wejangannya di kota tersebut.

 

Tak terasa, perubahan demi perubahan pun saya alami seiring dengan perubahan yang terjadi pada diri suami saya. Setiap kali pulang dari Thing Tao dari mana pun, dia menceritakan banyak hal positif yang dia dengar dan dia lihat sendiri. Itu semua sangat berbeda dengan apa yang saya ketahui sebelumnya tentang Tao. Sehingga saya pun mulai penasaran dengan Tao.

 

Agama Tao mengajarkan tentang: bagaimana berprilaku yang baik di dalam berkeluarga dan bermasayarakat, bagamaina menjadi manusia yang memiliki moralitas tinggi, tidak memberikan larangan-larangan kepada umat-Nya namun lebih menekankan untuk mencapai kesadaran (Wu), bagaimana melakukan Lian Gong (Tao Ying Suk) dengan benar dan terarah, dll. Ternyata semua itu adalah satu bagian utuh yang tidak terpisahkan dalam rangka kita menjalani Siu Tao. Hal-hal inilah yang saya tangkap dari cerita-cerita suami saya.

 

Perlahan namun pasti, keyakinan hati mulai goyah. Kebekuan hati, pandangan-pandangan negatif, dan sikap apatis terhadap agama Tao mulai mencair. Semua yang saya ketahui dulu ternyata tidaklah mencerminkan keseluruhan umat Tao. Sehingga saya pun mulai tertarik untuk lebih mendalami Tao.

 

Saya mulai menghadiri Ciang Tao. Agama Tao memberikan kebaikan dan keindahan bagi umat manusia. Dan Kaum Siu Tao banyak pula memberikan teladan yang baik. Ibarat intan yang tertutup debu, namun saya tetap dapat melihat kemilau sinarnya Tao. Agama Tao adalah agama yang baik, benar dan luhur.

 

Hati saya semakin mantap. Timbul pula niat untuk memulai Siu Tao. Saya siap menerima Tao Ying. Dalam hati saya menangis terharu dan bersyukur, ternyata saya bisa berjodoh dengan Tao. Memang jodoh, sudah saatnya  saya pun menerima Tao Ying.

 

Ternyata keagungan Dewa-Dewi sungguh nyata. Ini saya buktikan sendiri melalui Tao Ying Suk. Awalnya, saya tidak percaya dan menganggap Lian Gong adalah sesuatu yang aneh. Namun ternyata setelah mengalami sendiri, persepsi tersebut musnah. Yang ada hanyalah, perasaan kagum akan keagungan Dewa-Dewi.

 

Hari-hari yang saya lalui kemudian, diisi dengan Lian Gong dan belajar Tao Xue (Ajaran Tao). Tentu saja kehidupan biasa dan melaksanakan tugas sebagai istri sekaligus ibu rumah tangga seperti dulu tetap saya jalani. Saya akhirnya memahami bahwa Dewa-Dewi (Shen Sien) adalah sosok yang memiliki keteladanan akan keluhuran moralitasnya.

 

Saya dapat pula memahami bahwa Ajaran Tao adalah "Agama Asli Para Leluhur" saya. Saya sebagai penerus sudah semestinya meyakini dan meneruskan "Ajaran Para Leluhur" tersebut. Saya sangat yakin bahwa Leluhur Hua Ren adalah orang-orang yang membanggakan, karena memberikan banyak teladan yang baik bagi keturunannya dan seluruh umat manusia.

 

Mengambil keputusan untuk belajar Tao (Siu Tao) adalah suatu pilihan yang sangat tepat. Karena Agama Tao adalah agama yang sangat lengkap ajarannya. Tidak hanya mengajarkan kerohanian saja, namun lebih menyeluruh, yaitu: manusia harus bisa menyempurnakan fisiknya, meninggikan moralnya, memperbaiki kehidupannya, harus bisa hidup selaras di dalam masyarakat, dll. Belajar Tao akan menimbulkan inspirasi dan motivasi bagi pemikiran kita.

 

MEMASUKI GERBANG SIU TAOMarilah kita bersama-sama menikmati indahnya Siu Tao dan bersama-sama keluarga yang kita cintai menuju kehidupan yang Cen San Mei, menuju Tao yang mulia.

 

Semoga cerita saya ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi pembaca sekalian. Semoga bermanfaat.

 

Xie Shen En.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*