Intan Dalam Debu – the web

Memilih Teman yang Baik

Posted by adminidb July 5, 2012, under Volume 31 | No Comments




Memilih Teman yang Baik

Oleh : Marisa Tan - Jambi

 

Lagi malam, trus lapar lagi. Yah, deket kost-an makanan cuman itu lagi, jadi membosankan. Akhirnya coba deh jalan-jalan ke Muwardi, makan bakmi Aloh. Pesan semangkok besar, karena emang dari tadi siang belum makan. Sehabis kuliah, langsung pergi ngajar, karena kesibukkan, jadi ga kepikiran lapernya. Sekarang pas mo istirahat, baru terasa deh.... laper bangettt...

 

Pas lagi makan-makan, kebetulan di sebelah ada 2 orang lagi ngomong. Tampaknya mereka teman akrab, anggap saja yang satu namanya Budi dan satu lagi namanya Iwan. Si Budi bertanya kepada Iwan tentang kabar temannya yang bernama Andi. Oleh si Iwan, dijawab, "Yah, ndak tahu lah dia ke mana. Aku ndak mikirin dia."  Budi pun bingung dengan jawaban Iwan, terus ditanya lagi, "Lah, koq gitu. Bukannya dia temen kau?" Iwan lantas menjawab,"Yah, teman sih teman, tapi teman seperti itu untuk apa dipikirin. Dari dulu sampai sekarang cuman gitu-gitu aja, biasa-biasa aja. Tuh teman cuman bisa cari kalau ada penting aja, kalau ndak yah tidak pernah cari aku."

 

Memilih Teman yang BaikTapi kemudian saya berpikir kalau perkataan orang tadi itu ternyata ada benarnya juga. Bisa dibayangkan, kalau semua teman kita itu cuman memanfaatkan diri kita saja. Juga kalau teman kita itu ternyata selalu begitu-begitu saja, tidak ada kemajuan sama sekali. Kalau sudah begitu apa yang bisa kita pelajari dari dia, selain dia menjadi parasit bagi kita.

 

Akan tetapi, kalau teman-teman yang ada di sekitar kita itu adalah orang yang selalu berpikiran ingin maju, dan selalu berusaha ingin jadi yang terbaik, tentu hal itu akan sangat berguna bagi kita. Banyak hal yang bisa kita bagi antara sesama teman yang benar-benar bisa saling mengisi.

 

Benar, memang ada pepatah yang mengatakan "1000 teman terasa sedikit, tapi 1 musuh saja sudah terlalu banyak", tapi tentunya pepatah itu tidak serta merta mengharuskan kita sembarangan dalam memilih teman. Coba dibayangkan, kalau teman kita selalu ngutang ama kita, tapi giliran ditagih dia selalu belaga lupa dan akhirnya tidak pernah membayar utangnya kepada kita. Kalau sudah begitu, niat yang awalnya ingin menolong dia, bisa-bisa dikemudian hari kita yang dirampok.

 

Memilih Teman yang BaikMaka dari itu, mulailah kita selektif dalam memilih teman kita, apalagi kalau ingin kita jadikan sahabat dan kalau bisa teman hidup kita. Tentunya kita juga tidak ingin sembarangan memilih orang yang akan mejadi teman hidup kita, karena itu bukan hanya untuk 1-2 tahun tapi untuk seumur hidup kita. Jika memang ada orang yang hanya bisa merugikan kita, cukuplah kita kenal dia sebagai orang biasa saja, tapi jangan juga kita membencinya, karena malah itu akan menjadikan dia sebagai musuh saja. Kalau sudah jadi musuh, artinya dia dendam kepada kita dan akan lebih repot lagi nantinya bagi kita. Benar khan?

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*