Intan Dalam Debu – the web

Refleksi Menyongsong 2011, Tekad Seorang yang “Bodoh”

Posted by adminidb July 6, 2012, under Volume 31 | No Comments





Refleksi Menyongsong 2011, Tekad Seorang yang "Bodoh"

Oleh : Lie Hung

 

Diriku selalu berusaha agar keluargaku harmonis dan bahagia, meskipun diriku sadar bahwa permasalahan dalam keluarga tetap saja bisa terjadi, namun masalah dalam keluarga tidak akan menyurutkan tekadku untuk tetap berusaha memajukan Tao TSM.

 

Diriku selalu berusaha agar kondisi ekonomiku bisa maju dan makmur, meskipun diriku sadar bahwa kesulitan keuangan mungkin saja tetap terjadi, namun kesulitan keuangan tidak akan menyurutkan tekadku untuk tetap berusaha maksimal untuk memajukan Tao TSM.

 

Diriku selalu berusaha agar kesehatanku tetap baik dan terjaga, meskipun diriku sadar bahwa gangguan kesehatan tetap saja mungkin akan terjadi, namun gangguan kesehatan tidak akan menyurutkan tekadku untuk tetap berusaha maksimal untuk memajukan Tao TSM.

 

Diriku selalu berusaha agar hubungan persahabatan dengan teman-temanku tetap berjalan dengan baik, meskipun diriku sadar mungkin saja tetap akan ada persahabatan yang akan retak bahkan hancur, namun kehilangan teman tidak akan menyurutkan tekadku untuk tetap berusaha maksimal untuk memajukan Tao TSM.

 

Refleksi Menyongsong 2011, Tekad Seorang yang Diriku selalu berusaha untuk berbuat sejujurnya, berbuat sebaiknya, berbuat sebenarnya, meskipun diriku sadar bahwa tetap saja ada kesalahan yang telah aku lakukan, namun kesalahan yang telah aku lakukan tidak akan menyurutkan tekadku untuk tetap berusaha maksimal untuk memajukan Tao TSM.

 

Diriku selalu berusaha agar sedikit kelebihan yang mungkin ada pada diriku dapat mermanfaat bagi para Taoyu dan orang banyak, meskipun diriku sadar itu tidak mudah dan akan banyak tantangan dan kendala, namun kesulitan, tantangan dan kendala itu tidak akan menyurutkan tekadku untuk tetap berusaha maksimal untuk memajukan Tao TSM.

 

Apalah artinya "kehidupan diriku ini", aku hanya punya sedikit keinginan, sedikit harapan, yaitu bila sedikit saja dari bagian hidupku ini yang bisa aku "sumbangkan" bagi kemajuan Tao TSM, aku sudah merasa puas.

 

Tidak ada yg aku banggakan dari semua itu, sama sekali tidak ada.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*