Intan Dalam Debu – the web

Tiada Hari Tanpa Siu Sin Yang Sin

Posted by adminidb September 2, 2012, under Volume 31 | No Comments





Tiada Hari Tanpa Siu Sin Yang Sin

Oleh : ????

 

Kita semua tentu sering mendengarkan kata Siu Sin Yang Sin. Apa yang dimaksud dengan Siu Sin Yang Sin ini? Siu Sin adalah proses merevisi diri. Ya! Kita sebagai seorang yang belajar Tao harus selalu berusaha untuk Siu Sin Yang Sin. Kita selalu berusaha untuk merevisi fisik dan mental kita dan berubah kearah yang lebih baik lagi. Semua itu demi kehidupan yang lebih baik lagi. Yang jadi pertanyaan disini adalah apakah kita sudah Siu Sin Yang Sin dengan benar? Apa saja yang harus direvisi? Apakah hanya fisik dan mental saja? Sebagai orang Tao, kita tentu harus mengikis sisi negatif yang ada dalam diri kita dan juga memupuk sisi positif yang kita miliki.

 

Menurut pandangan saya, ada beberapa hal utama yang harus kita revisi untuk mewujudkan kehidupan yang bahagia, indah dan harmonis. Hal-hal itu antara lain:

 

1. Kesehatan

Tanpa kesehatan yang baik, manusia jauh dikatakan bahagia. Kesehatan sangat penting bagi kita. Dengan kesehatan kita bisa melakukan apa saja. Kita harus membenahi dan mempertahankan kondisi kesahatan kita.

 

Kesehatan dapat dibagi menjadi dua, yaitu kesehatan jasmani dan kesehatan pikiran kita.

 

a. Kesehatan Jasmani

Kesehatan Jasmani adalah kesehatan tubuh kita. Cara kita mempertahankan kesehatan jasmani kita adalah dengan olahraga, istirahat yang cukup, dan dengan pola makan yang sehat. Para ahli kesehatan menyatakan sebagian besar penyakit berasal dari makanan yang kita makan. Hampir semua makanan yang kita makan telah terkontaminasi oleh zat-zat yang kurang baik bagi tubuh kita. Kebanyakan dari kita lebih suka makanan dengan rasa enak, namun tak ada gizinya dari pada makanan degngan rasa biasa-biasa saja tapi gizinya cukup. Contohnya, makanan siap saji, dsb. Kita harus bisa mengatur pola makan kita.

 

Cara lain untuk mempertahankan kesehatan tubuh kita adalah dengan latihan Shen Kung maupun Chi Kung. Cara ini amat luar biasa. Karena disini kita dibimbing langsung oleh Dewa (Fu Fak Shen). Tubuh kita digerak-gerakkan oleh Dewa, dan itu semua bertujuan untuk mempertahankan kondisi fisik kita. Bukan hanya mempertahankan, bahkan bisa memulihkan atau menyembuhkan penyakit-penyakit tertentu yang ada dalam tubuh kita. Dan menurut saya, itulah keberuntungan terbesar kita sebagai seorang Taoyu. Keberuntungan yang tidak dimiliki oleh orang lain diluaran sana.

 

b. Kesehatan Pikiran

Tiada Hari Tanpa Siu Sin Yang SinTidak hanya fisik, pikiranpun harus sehat. Seperti yang kita ketahui, saat ini hidup memang terasa sulit. Apalagi di jaman seperti sekarang ini. Krisis financial sedang melanda hampir seluruh negara di dunia ini. Beban kehidupan kita pun bertambah. Dan, secara otomatis pikiran kita pun terbebani. Pikiran yang selalu terbebani pun rawan terserang oleh penyakit. Kita harus berusaha untuk selalu berpikir positif. Jangan pernah membiarkan pikiran negatif mengendalikan kita. Kita adalah orang-orang Tao- Xiao Yao Bai. Kita harus bersuka cita dengan apa adanya, dan juga berduka cita apa adanya. Jangan sampai pikiran kita stress dan tertekan. Itu akan mempengaruhi kesehatan pikiran kita. Cara lain mempertahankan kesehatan pikiran kita adalah dengan refreshing, menyalurkan hobi, dan yang paling hebat adalah dengan latihan Cing Co. Dengan latihan Cing Co ini, kita dibimbing Dewa untuk mengosongkan pikiran, melepas semua beban yang ada, dan tentu ini sangat bermanfaat bagi kesehatan pikiran kita.

 

2. Materi

Materi juga sangat penting untuk kehidupan kita. Dengan materi yang cukup, kita bisa mencukupi kebutuhan kita dan berbagi dengan orang lain. Memang, tidak semua orang dilahirkan dengan materi yang cukup atau kaya raya. Sebagian besar orang hidup dengan materi yang biasa-biasa saja atau bahkan kekurangan. Sebagai orang Tao, apa pandangan kita tentang materi atau kekayaan ini?

 

Orang yang kaya sering dikatakan hidupnya pasti bahagia dan mendekati sempurna. Apakah demikian? Saya rasa belum tentu. Banyak sekali kita lihat diluar sana, orang-orang kaya yang hidupnya diliputi dengan tekanan, beban pikiran, dll. Sehingga hidupnya tidak tenang. Sebaliknya, ada sebagian orang yang hidup dengan biasa-biasa saja, walau penuh dengan kesederhanaan, tapi bisa bahagia. Hal itu berarti, kaya atau materi yang melimpah tidak menjamin orang bisa hidup bahagia.

 

Bagi kita yang telah diberikan kekayaan yang cukup, kita harus bisa menggunakan kekayaan itu dengan tepat. Seorang orang bijak pernah berkata "Kekayaan sesungguhnya bukanlah apa yang bisa kita kumpulkan atau dapatkan. Kekayaan sesungguhnya adalah apa yang bisa kita berikan pada orang lain yang membutuhkan." Tepat sekali! Kita sebagai orang Tao harus bisa berbagi dengan orang-orang di sekitar kita. Dengan demikian, kekayaan dan hidup yang kita miliki dapat lebih berarti dan bermakna.

 

Lalu, bagaimana dengan kita yang hidup dengan biasa-biasa saja? Apa yang harus kita lakukan? Menurut pandangan saya, kita harus bekerja lebih keras lagi, dan berusaha untuk berhemat. Kita harus bisa mengatur pengeluaran kita. Dengan bimbingan dari Dewa-Dewi tentu kita bisa meraih kesukesan kita. Dalam proses belajar Tao, kita dibimbing untuk bisa mengatur kehidupan. Seperti yang tertulis di Ciang Ie; "Orang belajar Tao harus mengerti mengatur penghidupan, dan bukan diatur oleh kehidupan. Demikian barulah berarti hidup dikalangan yang terang dan gembira bahagia." Intinya, kita harus berusaha merevisi kebiasaan-kebiasaan kita yang kurang baik, dan mengatur kehidupan kita dengan cara yang tepat, agar kualitas penghidupan kita menjadi lebih baik dari sebelumnya.

 

3. Moralitas

Pengertian dari moralitas ini sangat luas. Moralitas dapat berarti sikap kita. Seorang manusia dikatakan  baik jika memiliki moral yang baik, sebaliknya manusia yang jahat tentu moralnya pun jahat. Moralitas adalah salah satu hal yang penting untuk direvisi. Kita dibimbing oleh Sefu, Sesiung, Secie melalui Ciang Tao dan pengarahan-pengarahan dengan tujuan agar moral kita dapat lebih baik lagi di kemudian hari. Moralitas berlaku di semua sisi kehidupan kita. Di keluarga contohnya. Bagaimana kita bersikap sebagai anak. Bagaimana kita mengingat jasa kedua orang tua kita. Kedua orang tua kita telah berusaha keras untuk membesarkan kita. Apa yang telah kita berikan untuk mereka? Bagaimana kita membalas budi baik mereka selama ini? Mari kita renungkan bersama.

 

Contoh lain adalah moralitas kita pada Tao. Di dalam proses Siu Tao, kita belajar untuk merubah/merevisi diri dan mendekati Dewa dan Dewi. Saya yakin sekali sudah banyak diantara kita yang telah merasakan keagungan Tao ini. Pertanyaannya saat ini adalah, apa yang sudah kita lakukan untuk Tao? Apakah kita telah menjalankan ajaran-ajaran Tao dalam kehidupan kita ini? Kita selalu dibimbing oleh Dewa dan Dewi. Sudah seharusnya kita melakukan sesuatu yang berarti untuk Tao ini. Sudah seharusnya kita menjaga kesetiaan kita pada Tao sampai akhir hayat kita nanti. Lakukan apa yang bisa kita lakukan saat ini. Masih banyak contoh lain tentang moralitas yang mungkin tidak bisa dituliskan disini. Kita harus terus berusaha merevisi moral kita sampai tutup usia nanti.

 

Menurut pandangan saya, yang harus direvisi dalam kehidupan ini banyak sekali. Diibaratkan seperti orang yang sedang menjahit. Hidup terkadang memerlukan satu gunting. Banyak sekali pola yang terjadi. Yang negatif kita buang, yang positif kita ambil untuk terus dirangkai. Menjadikan hidup seperti karya yang indah dan sempurna. Pada dasarnya, kita harus memiliki semangat yang tinggi, harapan untuk maju, dan terus belajar. Seorang yang belajar Tao maka dalam proses kehidupannya selalu merevisi dan menempa diri untuk menjadikan kualitas diri maksimal. Dengan Siu Tao, Dewa-Dewi membimbing kita untuk menjadi manusia unggul dan memiliki mental yang kuat. Dengan kesehatan, materi dan moralitas yang baik kita akan bisa berjalan dijalan menuju kesempurnaan. Berubah, berubah, dan terus berubah kearah yang lebih baik lagi.

 

Salam Tao

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*