Intan Dalam Debu – the web

Topeng Monyet

Posted by adminidb June 8, 2012, under Volume 31 | No Comments





Topeng Monyet

Oleh : Marisa Tan - Jambi

 

Topeng MonyetSuatu hari saat pulang dari mengajar les di angkutan umum, ada seorang yang bisa dibilang pengamen masuk. Rupa-rupanya dia bukan pengamen yang menyanyikan lagu-lagu tapi dia memainkan suatu monolog. Awalnya dia membaca beberapa monolog yang terkesan tidak lucu dan membosankan buat saya, hanya dia sendiri yang tertawa, dan bahkan penumpang lainnya pun tampak tidak menghiraukan dia.

Tapi setelah itu dia membaca suatu monolog yang cukup menarik buat saya yaitu judulnya "Topeng Monyet". Dalam monolog itu, dia bingung dengan monyet itu. Sudah tahu dia itu monyet yang jelek, tapi kenapa tetap saja dia masih memakai topeng? Padahal dengan topeng pun, orang tahu kalau itu adalah seekor monyet. Namun, beda dengan monyet itu yang mengetahui bahwa dirinya memang jelek, orang tidak tahu kalau monyet itu jelek rupanya karena dia memakai topeng.

Nah, inilah yang sering terjadi di dalam kehidupan manusia, banyak sekali orang-orang yang masih suka memakai topeng. Menutupi jati dirinya yang jelek dengan berpura-pura menjadi orang baik, munafik istilahnya. Padahal, mungkin orang di sekeliling dia juga sudah mengetahui tindak-tanduk orang yang memakai topeng itu, sehingga dengan cara apapun dia berbuat, tidak akan merubah pandangan orang terhadap dia.

Dalam kehidupan kita sebagai orang yang Siu Tao, sudah seharusnya kita setiap hari selalu mawas diri terhadap diri kita. Selalu melihat apa sih yang menjadi kekurangan diri kita dan merubahnya menjadi lebih baik. Bukannya kita kemudian lantas menutup kekurangan kita itu dengan pura-pura kita tidak mempunyai kekurangan itu. Karena hal itu tidak akan membuat kita ke arah yang lebih baik.

"Siu Sin Yang Sin" atau merevisi diri kita memang tidaklah mudah. Apalagi kalau orang sudah melihat kejelekan kita sebagai awal pandangan dia terhadap diri kita. Akan tetapi, kalau kita terus-menerus terpaku terhadap pandangan seperti itu, maka kita tidak akan merubah diri kita. Justru dengan adanya pandangan seperti itu, maka harusnya bisa menjadikan cambuk bagi diri kita untuk bisa lebih baik lagi dari keadaan kita yang sekarang, sehingga orang tidak lagi melihat diri kita yang sekarang, melainkan diri kita yang sudah berubah.

Memang banyak sekali rintangan yang kita hadapi ketika kita ingin berubah, namun yang perlu kita ingat adalah bahwa jika kita selalu punya tekad yang kuat, maka semua rintangan itu pasti dapat kita lewati dengan baik. Kita harus percaya bahwa Fu Fak Shen kita akan selalu membimbing kita.

Namun percaya diri saja tentu tidak cukup. Tentu juga kita harus menggunakan Wu atau nalar kita sebagai kompas kita untuk bergerak. Kita juga harus selalu belajar dan belajar lagi sehingga makin menambah wawasan kita bagaimana kita harus bisa berdiri di dalam masyarakat ini. Di mana kita harus menentukan posisi kita dan menunjukkan jati diri kita sebenarnya.

Selain itu, bergaul dengan orang-orang yang yang bisa membuat kita maju dan selalu peduli dengan diri kita. Yang bisa memberikan banyak masukkan dan mengerti di mana kekurangan kita akan sangat membantu untuk merubah diri kita ke arah yang lebih baik.

Topeng MonyetMaka dari itu, marilah dari sekarang kita bersama-sama merevisi diri kita. Jangan lagi kita selalu memakai topeng untuk hanya menutupi diri kita, karena kita adalah manusia yang mempunyai wajah yang cantik ataupun ganteng. Kita bukanlah seekor monyet yang hanya dijadikan pertunjukkan dan ditertawakan orang. Jadi, apakah anda masih memakai topeng anda hari ini?

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*