Intan Dalam Debu – the web

Berani Untuk Bangkit dan Berjuang

Posted by adminidb September 2, 2012, under Volume 32 | No Comments





Berani Untuk Bangkit dan Berjuang

Oleh : Pungki Hermawan, Muda-Mudi Bali

 

Berani Untuk Bangkit dan Berjuang

Hidup tanpa harapan atau cita-cita adalah "mati", putus asa adalah proses menuju ke "kematian" itu sendiri. Manusia dikatakan sebagai makhluk yang paling sempurna di muka bumi ini, akan tetapi manusia masih memiliki beberapa kekurangan, antara lain : putus asa, perasaan kalah, dan ketakutan untuk bangkit. Lain halnya dengan hewan kecil berkaki enam, yaitu laba-laba. Laba-laba adalah hewan insekta yang fisiknya jauh lebih kecil daripada manusia, volume otaknya juga tidak sebanding dengan manusia. Tapi dia tidak pernah mengenal istilah menyerah, melainkan dia akan terus memperbaiki sarangnya yang rusak berulang kali.

 

Ketika didera sejumlah permasalahan yang muncul, tidak banyak orang yang bisa menyikapi dan menyelesaikannya dengan bijak. Melainkan banyak orang yang suka menggunakan jalan pintas atau cara-cara lain yang tidak halal. Banyak pula yang selalu mengkambing hitamkan faktor eksternal; padahal kalau dicermati lagi, setiap permasalahan itu timbul karena ketidak-siapan diri sendiri. Karena tidak siap inilah sehingga bentuk-bentuk perubahan atau kejadian dari luar menjadi sebuah problem atau permasalahan.

 

Dengan merevisi diri terus menerus untuk menjadi lebih baik lagi, maka problem yang timbul pun bisa diselesaikan secara baik dan tepat. Bagaikan seorang penembak yang terus berlatih, maka bidikannya tidak akan pernah meleset. Kobarkan semangat pantang menyerah, pupuklah perasaan haus akan pengetahuan,  dan milikilah prinsip "gelas kosong".

 

Benang kusut asalnya dari lurus, berprinsip "telaten", sabar, tenang, dan pantang putus asa; yang kusut bisa menjadi lurus, yang rumit bisa menjadi sederhana. Kata gagal tidak ada, melainkan belum berhasil, gagal seribu kali maka bangkitlah seribu satu kali. Andaikata Thomas alfa Edison menyerah dalam risetnya yang telah mengalami kegagalan sebanyak ribuan kali, maka hari ini kita tidak akan pernah mengenal apa itu bohlam lampu.

 

Masa depan adalah sebuah misteri, semua tidak ada yang tahu dengan pasti. Namun masa depan masih bisa diprediksi dari apa yang telah kita lakukan di saat sekarang, jadi jangan ragu untuk terus berjuang. Meski hari ini didera banyak problem yang datang bertubi-tubi, yakinlah untuk bisa bertahan dan melewatinya. Kesuksesan bukan milik perorangan melainkan milik siapapun yang mau berjuang dan bangkit dari keterpurukan. Setiap orang punya waktu yang sama, yaitu 24jam dalam sehari; namun hanya beberapa orang yang bisa menggunakannya dengan bijak. Waktu terus berjalan dan kesuksesan  tidak pernah menunggu.

 

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*