Intan Dalam Debu – the web

Berkah Perjalanan Hidup Mengenal Tao & Ilmu Tao Ying Suk

Posted by adminidb September 3, 2012, under Volume 32 | No Comments





Berkah Perjalanan Hidup Mengenal Tao & Ilmu Tao Ying Suk

Oleh : EW - Jakarta

 

BERKAH !   Bagi kebanyakan orang pada umumnya berhubungan dengan uang! Bagi diri saya BERKAH yang paling tidak ternilai adalah bisa bertemu dengan Lie Sefu , mengenal Tao serta Belajar Ilmu Tao Ying Suk.

 

Tujuan pertama saya bisa ikut Tao dan Belajar Ilmu ini dikarenakan kondisi badan yang sangat lemah fisik dan organ-organ  dalam tubuh saya yang secara kedokteran sudah di vonis menderita penyakit yang sangat berat dan beresiko tinggi, yaitu penyakit Lever (Pengerasan Hati / Kan Ying Hwa).

 

Asal mula penyakit ini terjadi pada diri saya pada tahun 1985, hanya sederhana sekali gejalanya, yaitu timbul gejala meriang (panas dingin) dengan suhu berkisar antara 37 - 38 derajat Celcius, dan seperti pada kebiasaan orang-orang, makan obat generik untuk menurunkan panas adalah jalan yang paling pintas dengan harapan 1-2 hari gejala meriang (panas dingin) ini bisa hilang. Akan tetapi setelah mengkonsumsi selama 10 hari lebih ternyata gejala meriang ini masih berlanjut. Akhirnya yach.. paling tepat adalah pergi ke dokter untuk diperiksa. Oleh dokter diberitahukan ini adalah karena penyakit usus buntu dan dianjurkan untuk segera operasi. Apa boleh buat, sudah kata dokter yach dilakukanlah operasi usus buntu, apa yang terjadi setelah operasi? Setelah operasi bukannya panasnya menurun, malah di perut sebelah kanan sakit seperti ditusuk-tusuk ribuan jarum, perut-pun kembung, tidak bisa kencing, yang bisa dilakukan hanya teriak sakit saja berhari-hari.

 

Dokter-pun bingung, diperiksalah SGOT, SGPT yang berhubungan dengan fungsi lever, maka terdeteksi SGOT & SGPT mencapai 800 dan 900 (orang normal kondisi SGOT / SGPT tidak melebihi 14-25), serta yang lainnya seperti Bilrubin, Gamma GT semuanya melejit diatas normal.  Setelah berbaring di Rumah Sakit selama dua minggu dan tidak juga menemukan cara pengobatan yang ideal untuk menurunkan meriang ini, maka pindahlah ke dokter spesialis lever yang paling top di Jakarta, hasilnya tetap sama saja, badan lesu, perut sakit, makan susah, tidur susah. Dari satu dokter pindah ke dokter lain untuk mengupayakan penyembuhan tidak mendapatkan hasil.

 

Akhirnya, berangkatlah ke Singapore yang merupakan tempat yang tidak asing lagi bagi orang-orang Indonesia untuk berobat. Dari pemeriksaaan dokter, hasil laboratorium, scan, dan lain-lainnya; disimpulkan yang bermasalah adalah di Levernya (hatinya), dimana Levernya terditeksi terjadi pembengkakan dan pengerasan yang cukup parah.  Oleh dokter diberikan berbagai obat terus menerus selama beberapa minggu di rumah sakit. Biayapun seperti air mengalir tanpa henti-hentinya. Obat-obatan yang diberikan semuanya merupakan obat vitamin dalam bentuk kapsul yang bentuknya besar-besar, ditelanpun susah. Dari pagi sampai malam yang bisa dilakukan hanya menerima suguhan obat-obat sebanyak empat butir, sehari makan empat kali. Yang paling parah adalah harus senantiasa tidur diranjang, tidak boleh turun, jika ingin kencing pakai pispotnya saja, kata dokternya. Jika ingin nonton harus setengah naikkan saja, tidak boleh duduk, tidak boleh makan makanan yang keras seperti daging, tidak boleh ada minyak, tidak boleh minum ini dan itu, yang diperbolehkan hanya bubur saja. Buburpun harus dalam bentuk cair, di jus lagi supaya tidak keras. Semua serba tawar, semua serba jus.

 

Setelah sekian lama di Rumah Sakit Singapore belum mendapatkan hasil yang baik, maka ditanyakan ke dokternya apakah ada jalan lain selain menunggu kepulihan dengan obat-obat yang diberikan ini. Dokternya mengatakan "Ada", "Operasi" dibuang sebagian Levernya. Mendengar operasi saja udah shock lah, apalagi dikatakan oleh dokternya itupun hasilnya 50% ditangan dokter, 50% terserah kepada yang atas. Dalam benak lagi mikir, wah… ini akhir hidupku yach, mending jangan deh, diputuskan pulang kembali ke Indonesia sajalah.

 

Usaha dari dokter ke dokter, dari Negara Singapore, RRC, Taiwan semuanya juga sudah angkat tangan menyatakan sulit untuk sembuh, hanya bisa makan obat-obat yang berupa vitamin untuk menjaga kondisi badan supaya tidak menurun terus. Pengobatan orang pintar dengan segala cara, dari satu ke satu juga hasilnya tidak membantu. Hari ini sudah baris di dokter berjam-jam ambil nomor, besok baris lagi dari subuh untuk menemui orang pintar dengan harapan bisa mengobati, dari Sinshe ke Sinshe, semuanya tidak menemukan cara untuk bisa menyembuhkan.

 

Selanjutnya hanya bisa merenungi nasib, menunggu takdir, hari-hari dilalui dengan kelam, dengan hanya bisa berbaring di ranjang, tidak boleh jalan, tidak boleh duduk, makan obat dokter beribu-ribu biji, makan godokan shinse ratusan bungkus, makan godokan jamu sampai bibir kuning, semua masuk ke perut sampai bingung, duitpun habis seperti air bah. Gizi lebih lebih ngak bisa ditakar lagi, karena hanya bisa makan bubur dalam bentuk Jus. Dari hari ke hari kondisi badan melemah, kurus kerempeng, hanya bisa menunggu waktu dan kemuzizatan. Bisa dibayangkan selama 2 tahun, dari tahun 1985 - 1987 kehidupan yang dijalankan hanya berbaring di ranjang.

 

Pada pertengahan bulan Oktober dari seorang Taoyu yang sudah belajar Ilmu Tao Ying Suk memberikan saya fotocopy tentang Tao dan Tao Ying Suk, dimana saat itu buku Tao masih dalam bentuk fotocopy yang bacapun sudah agak susah, ada yang buram, ada yang tidak terbaca. Akan tetapi saya begitu gembira saat membaca Tao dan Tao Ying Suk ini, langsung timbul dalam pikiran saya, wah…ini luar biasa, inilah harapan saya satu-satunya yang terakhir untuk mencoba menjalaninya supaya bisa menyembuhkan penyakit saya. Akhirnya pada akhir tahun 1987 saya mempunyai kesempatan berkunjung ke tempat Lie Sefu untuk Di Taoying di Surabaya.

 

Setelah di Taoying oleh Lie Sefu, malam harinya setibanya di rumah saya melakukan latihan-latihan , dan begitu senang dan gembiranya seperti diberikan Emas berkilo-kilo. Kedua tangan saya dengan lembut digerak-gerakkan, digosok2 ke dada saya, perut dan lever saya, hasil latihan malam pertama ini menimbulkan semangat hidup saya berkobar lagi karena setelah lakukan latihan sakitnya berkurang.

 

Mulailah hari hari berikutnya saya buang semua obat-obatan yang selama ini saya telan, saya tekuni latihan-latihan pagi, siang, malam dengan satu tujuan yaitu menyembuhkan diri saya. Setiap latihan saya jalankan minimal 2 jam sekali bahkan sampai 3 jam. Selama seminggu saya menjalani ini terasa semangat saya lebih baik, lesunya berkurang, sakitnya pun berkurang, muka yang pucat mulai terlihat kemerahan, keringat keluar banyak sekali saat latihan, juga timbul bintik-bintik disepanjang dada saya dan sekitar lever saya. Latihanpun terasa aneh karena hanya gosok-gosok, pukul-pukul sampai tangan saya lecet semuanya, akan tetapi saya biarkan saja, karena dalam hati saya timbul kepasrahan, mau mati yach matilah inilah harapan saya terakhir, udah pasrah saja kepada latihan yang dibimbing Dewa ini, mau diapakan terserah saja.

 

Setelah dua minggu saya latihan rutin, sayapun memasang Altar Thay Sang Lau Cin, Erl Lang Shen, Ciu Thian Sian Ni di rumah, setiap hari sembahyang pagi, sore dan malam dilakukan terus menerus memohon penyembuhan. Diluar dugaan setelah menjalani latihan kurang lebih 3 (tiga) bulan pertama sejak di Taoying, badan sudah terasa ringan, sumbatan-sumbatan dalam pernafasan hilang, maka saya ke laboratorium untuk memeriksa secara kedokteran, hasilnya sangat mengagetkan , dari awal yang SGOT / SGPT (800 / 900)  TURUN menjadi 500/600. Dokterpun terheran-heran saat saya membawa hasil laboratoriumnya untuk pengecekan rutin. Dikira dokternya obat yang diberikan kepada saya cocok, padahal obat-obat yang diberikan tidak pernah saya makan sama sekali.

 

Makin semangat dan makin besar harapan saya setelah mengetahui hasil laboratorium, maka latihan saya lakukan terus menerus seperti biasa 3 kali sehari, berjam-jam latihan saya lakukan. Muzizat-muzizat banyak dirasakan dan didapatkan, maka pada 3 bulan kedua, yaitu 6 bulan setelah di Taoying diperiksa lagi laboratorium, ternyata hasilnya luar biasa SGOT / SGPT turun menjadi 100/200. Barulah pada akhir Desember, 1988 saya periksa lagi ke Laboratorium ternyata SGOT/SGPT, dan lain-lainya semua kembali ke posisi normal semuanya, sakitpun hilang total semuanya.

 

Tidak lama setelah sembuh sesuai hasil laboratorium, tiba pula Perayaan IMLEK (Sincia), dimana Imlek ini pertama kali saya   ikuti sembahyang dengan cara Tao, yaitu YING CUEN CIEK FUK,  dan muzizat luar biasa terjadi dimana saat sembahyang saya melihat sekelompok orang berjalan dilangit-langit dengan baju kebesaran, wah… senangnya luar biasa, ini pasti Para Dewa / Dewi lagi jalan-jalan, baru pertama kali bisa melihat wujud nyata dari Dewa/Dewi, senangnya tidak terkira. Yang paling menakjubkan lagi salah satu dari mereka memberitahukan bahwa badan saya masih kurang sehat dan dia akan memberikan saya sebutir Pil, terkagetlah kok ada yang bisa bicara sama saya, dia minta telapak tangan saya dibuka, begitu cepatnya tangan saya dibuka, tahu-tahunya saya dilemparkan sebutir Pil yang berwarna emas dan langsung dari telapak tangan saya mengelinding masuk ke mulut saya dan tenggorokan saya.

 

Sejak saat itu kondisi kesehatan saya terus membaik dan membaik, mulai bisa kerja dan sebagainya.

 

Sekian dulu cerita saya, semoga berkah yang tidak ternilai ini bisa bermanfaat untuk kita semuanya.

 

XIE SHEN EN

 

 

SEBETULNYA BERKHASIAT UNTUK MENCEGAH / MENYEMBUHKAN BERBAGAI PENYAKIT, ILMU TERSEBUT, TAK DAPATI DIUTARAKAN SATU PERSATU; BIASANYA PENYAKIT DALAM YANG LAMA SUKAR DIOBATI OLEH OBAT-OBATAN, KALAU DAPAT BERLATIH SEBELUM PARAH, DENGAN PENUH KEPERCAYAAN, KEBANYAKAN AKAN SEMBUH KEMBALI. APA LAGI HANYA TEKANAN DARAH TINGGI, AKAN CEPAT BERHASIL – STPC

 

MENGUASAI KESEHATAN, LEBIH BESAR ARTINYA DARIPADA MENGUASAI KEKAYAAN DIRINYA - STPC

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*