Intan Dalam Debu – the web

Mendaki Gunung Masa Depan

Posted by adminidb September 2, 2012, under Volume 32 | No Comments





Mendaki Gunung Masa Depan

Oleh : Winny Kusuma, Muda-mudi Jakarta

 

 Mendaki Gunung Masa Depan

Setiap orang menyimpan satu harapan tentang masa depannya.  Ada yang berjuang untuk mencapainya, ada yang hanya mengharap tetapi tidak pernah benar-benar berusaha menggapainya.  Perjalanan manusia mencapai cita-cita ibarat seperti mendaki gunung.  Dari kejauhan gunung yang nampak begitu indah membuat kita ingin menggapainya dan ingin tahu bagaimana rasanya berada di puncaknya.  Beberapa orang membulatkan tekad untuk mendakinya, ada juga yang hanya ikut-ikutan mendaki, sisanya hanya "ingin" tetapi terlalu malas untuk ikut mendaki.

 

Di awal pendakian kita ada sedikit perasaan takut, tegang, penasaran, dan bahagia bercampur menjadi satu terbalut dalam semangat yang menggebu-gebu.  Dengan membawa bekal seadanya kita mulai mendaki. Seperti halnya kehidupan, dengan bekal pendidikan, keahlian, moral dan spiritual ini pula lah kita akan menghadapi masa depan kita.

 

Di perjalanan, tantangan dan rintangan yang datang silih berganti mulai meredupkan semangat yang menggebu-gebu.   Tantangan dan rintangan tersebut datang dari dua faktor :

1. Faktor eksternal seperti curam dan licinnya jalan, duri-duri di sisi gunung, jurang menakutkan di sisi lainnya, kadang cuaca yang diluar perhitungan.  Yang bila dalam kehidupan nyata hadir dalam berbagai bentuk halangan seperti faktor ekonomi, terkadang juga lingkungan sosial yang tidak kondusif dan hal-hal lainnya yang berasal dari luar diri dan diluar kendali kita.

2. Faktor internal seperti kelelahan yang mulai muncul dan makin lama makin terasa menyiksa dan perasaan takut yang makin lama mungkin makin mencekam (entah karena faktor luar atau hanya karena pikiran sendiri).  Kata-kata negatif sering kali muncul di kepala kita dan membuat kita ragu akan kemampuan kita sendiri.

Mendaki Gunung Masa Depan

Kadang tantangan dan rintangan terasa begitu beratnya hingga kita seolah merasa tak lagi memiliki tenaga untuk melanjutkan pendakian ini. Kita merasa seperti mendaki gunung yang salah. Kita ingin pulang saja. Semangat yang begitu menggebu-gebu di awal perjalanan seolah sirna. Hilang seperti tanpa daya.

 

Saat-saat seperti ini mungkin merupakan masa yang paling kita benci.  Masa yang selalu berusaha kita hindari.  Namun, sebenarnya tanpa kita sadari di titik terendah inilah nilai diri dan mentalitas kita menunjukkan kualitasnya.  Godaan-godaan lain mulai bermunculan seperti jalan lain yang terlihat lebih mudah dan menyenangkan, atau bahkan sering kali beberapa orang menengok ke belakang memikirkan untuk  pulang saja.

 

Seringkali jawabannya begitu mudah. Kita hanya perlu berhenti sejenak, menenangkan diri, menarik nafas dalam-dalam, dan membayangkan indahnya puncak tujuan kita. Tanpa kita sadari sebenarnya di saat seperti inilah kebahagiaan sering kali mendatangi kita. Bahagia? Mungkin terdengar aneh.   Tetapi coba kita renungkan.

1. Ada perasaan puas saat kita berhasil mengalahkan diri kita sendiri.  Saat semua pikiran negatif kita hilang,  dan semangat juang kita kembali.

2. Di saat seperti ini berlian persahabatan menunjukkan kilaunya. Seorang sahabat dengan pelukan, senyuman, dan nasehatnya atau bahkan sekedar duduk diam menemani kita berkeluh kesah, menjadi generator semangat kita.

3. Di saat seperti inilah sering kali kita merasakan "Sentuhan Ilahi".  Mukzizat, berkah atau sekedar penghiburan dari Shen, menyejukkan hati, menenangkan pikiran dan memulihkan semangat kita.

Mendaki Gunung Masa Depan

Setelah kita melewati semuanya dan sampai di puncak rasanya lega sekali, damai, dan indah.  Bahkan kita merasa siap untuk menaklukan gunung selanjutnya.

 

Sebagai muda-mudi yang masa depannya masih membentang luas, mari kita mulai merenungkan :

1. Apakah kita telah menentukan gunung mana yang akan kita daki?

2. Apakah kita telah membulatkan tekad kita untuk mendaki gunung tersebut?

3. Bekal apa yang telah kita persiapkan untuk pendakian gunung cita-cita tersebut?

Tentukan mulai sekarang dan jangan pernah ragu ataupun takut lagi.  Raih kebahagiaanmu karena perjuangan mencapai puncak kebahagiaan merupakan kebahagiaan itu sendiri.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*