Intan Dalam Debu – the web

Mengukur dan Menjaga Semangat Juangmu

Posted by adminidb September 2, 2012, under Volume 32 | No Comments





Mengukur dan Menjaga Semangat Juangmu

Oleh : Hardy Kesuma, Muda-Mudi Pekanbaru

 

Saya masih ingat semboyan salah satu dosen favorit saya semasa kuliah dulu. Semboyannya berbunyi "You cannot control what you cannot measure". Nah, berkaitan dengan semangat juang ini, timbul pertanyaan :

Bagaimana cara mengukur semangat juang anda?

          Lalu, bagaimana caranya menjaga semangat juang tersebut?

 

Ada suatu cara sederhana untuk mengukur semangat juang anda sendiri. Cara sederhana yang saya maksud adalah cara yang menggunakan satu parameter yaitu cita-cita/impian anda sehingga anda bisa secara jujur dan mudah mengukur semangat juang tersebut.

 

Masih ingatkah anda dengan masa kanak-kanak, ketika anda ditanya oleh orang yang lebih dewasa ataupun guru sekolah tentang cita-cita, apa yang anda jawab?

 

Nah, bila anda masih ingat jawaban tersebut, maka sekarang bertanyalah kepada diri sendiri

tentang cita-cita anda saat ini. Lalu, buatlah perbandingan dari kedua jawaban tersebut. Apakah cita-cita anda saat ini lebih tinggi daripada cita-cita masa kecil anda? Ataukah sebaliknya?

 

Bila ternyata cita-cita anda saat ini sama atau lebih tinggi daripada cita-cita masa kecil, maka "Selamat kepada anda", anda tergolong orang yang memiliki semangat juang yang tinggi. Namun bila ternyata cita-cita anda saat ini lebih rendah daripada cita-cita masa kecil maka, dengan sangat menyesal, semangat juang anda termasuk kategori 'payah'.

 

Nah, itulah cara sederhana yang bisa dilakukan setiap orang secara jujur kepada dirinya sendiri untuk mengukur semangat juangnya. Bagaimana penjelasan logis dari metode di atas?

Mengukur dan Menjaga Semangat Juangmu

Hampir semua anak-anak memiliki cita-cita dan semangat juang yang begitu tinggi. Hal ini dapat diamati pada anak-anak yang sedang belajar berdiri, meskipun gagal dan jatuh berkali-kali dengan rasa sakit ketika jatuh, seorang anak akan berusaha bangkit lagi dan mencoba lagi. Begitu juga ketika rasa ingin tahunya mendorongnya untuk menjelajahi hal baru, anak tersebut akan berusaha dan mencoba. Bahkan, ketika sang anak mendapat larangan dari orang tua, dia akan mempertanyakan mengapa hal itu dilarang dan sengaja melanggar larangan tersebut.

 

Namun, yang sering terjadi adalah penurunan cita-cita kita seiring bertambahnya usia. Hal ini tidak terlepas dari 2 hal, yaitu:

 

1. Respon diri terhadap lingkungan (pengaruh dari luar)                

Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak hal-hal negatif pada lingkungan kita bagi semangat juang kita. Hal-hal negatif ini sering menggoyang keyakinan dan semangat sehingga semakin bertambah usia semakin rendah pula target atau cita-citanya. Ilustrasinya, seorang anak namanya A, ketika umur 6 tahun bercita-cita menjadi presiden, namun ketika sekolah smp, A menyadari bahwa dia berasal dari kalangan minoritas sehingga sulit menjadi presiden maka A menurunkan cita-citanya hanya menjadi menteri saja. Lalu ketika di SMA, A melihat banyaknya menteri yang terjebak dalam intrik-intrik politik maka cita-citanya diturunkan lagi menjadi gubernur, demikian seterusnya cita-cita tersebut mengalami degradasi akibat terpaan hal-hal negatif di sekitar kita.

Mengukur dan Menjaga Semangat Juangmu

Selain itu, perlu disadari juga bahwa bukan hanya hal-hal negatif yang dapat menurunkan semangat juang kita. Terkadang, kenyamanan pada posisi sekarang-lah yang justru membuat kita merasa puas diri dan melupakan cita-cita awal kita. Misalnya ketika si-A menjadi gubernur dengan segala fasilitas dan kemudahan, dia merasa sudah nyaman dengan posisi sekarang sehingga melupakan cita-citanya sebagai presiden.

 

2. Takut terhadap kegagalan (pengaruh dari dalam)

Terkadang suatu kegagalan yang pahit dapat menyisakan bekas yang mendalam sehingga membuat kita takut untuk mencoba lagi. Contohnya: si-A takut mencalonkan diri sebagai presiden, karena 4 tahun lalu si-A pernah gagal dalam pemilihan presiden yang telah menghabiskan dana yg banyak untuk kampanye.

 

Salah satu tokoh yang dapat memberikan contoh terbaik dalam mengatasi hal ini adalah Abraham Lincoln yang pernah 2 kali bangkrut usahanya, istrinya meninggal dunia, hampir gila, 2 kali gagal dalam pencalonan senat, namun akhirnya berhasil menjabat Presiden Amerika Serikat ke-16 yang mempersatukan Amerika Serikat kala perang saudara bergejolak disana saat itu.

 

Nah, setelah anda mampu mengukur semangat juang anda, lantas apa yg dapat anda lakukan untuk menjaga semangat juang anda? Sebenarnya masing-masing orang memiliki resep sendiri dalam memotivasi dirinya. Salah satu resep yang paling sering dianjurkan dari para motivator terkenal adalah dengan menempelkan gambar atau tulisan di dinding kamar yang akan sering terlihat dan kita tanamkan terus menerus di bawah sadar untuk berjuang meraih impian tersebut. Cara ini tidak lain adalah untuk mengatasi penurunan (degradasi) cita-cita kita seperti yang dijabarkan di atas.

 

Kesimpulannya, untuk menggapai cita-cita dan meraih masa depan gemilang, kita perlu menumbuhkan semangat juang membara dan juga menjaganya tetap menyala dengan konsisten karena perubahan hanya boleh dilakukan pada cara bukan pada azas dan tujuannya.

 

Akhir kata, selamat mencoba dan berusaha dan semoga sukses!

 

 

 

TAO DAPAT MENGINSYAFKAN DUNGU TULI DALAM DUNIA, SUPAYA MANUSIA DAPAT MENGERTI INTI-INTI BAHAYA ATAU BAHAGIA DALAM PENGHIDUPAN SEHARI-HARI, TIDAK SAJA DAPAT MEMBANTU MENDEKATI REJEKI DAN MENJAUHI BAHAYA, DALAM BIDANG KESUKSESAN ATAU KEGAGALAN JUGA DAPAT DIHADAPI DENGAN TENANG-TENGAN TERHADAP DIRI ATAU LAINNYA : SEAKAN-AKAN DISINARI KECERDASAN YANG TERANG DAN MEMUPUK KEPOSITIFAN DALAM PANDANGAN HIDUP MASING-MASING. - STPC

 

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*