Intan Dalam Debu – the web

Sembahyang Mohon Hokgie ??

Posted by adminidb September 2, 2012, under Volume 32 | No Comments





Sembahyang Mohon Hokgie ??

Oleh : MM

 

 Saat itu sempat kita duduk-duduk di Tao Kwan, bincang kanan, bincang kiri. Celetukan-celetukan muncul, entah itu karena iseng atau tidak, cukup menggelitik benakku. Bagaimana tidak, banyak orang sembahyang memohon Hokgie, mohon ini, mohon itu. Tapi coba kita cermati lebih teliti, melihat apa yang mereka lakukan saat sembahyang. Mungkin kita-kita juga demikian, tidak sadar dengan kelakuan kita ini.

 

Pertama, saat kita sembahyang dan menancapkan hio. Eh… hio yang kita tancapkan pada saat bersembahyang, berantakan, sehingga menyulitkan umat berikutnya yang antri untuk menancapkan hio mereka. Ini menunjukkan bahwa kita kurang perhatian terhadap tingkah laku kita dihadapan Kong Co / Dewa-Dewi dan juga terhadap sekitar kita. Kalau kita dapat memasang / menancapkan hio pada posisi-posisi dimana kita mencoba memberi tempat kepada orang lain yang antri di belakang kita, yang juga mau menancapkan hio-nya, niscaya Kong Co / Dewa-Dewi kita pun akan tersenyum lega dan anugerah akan berlimpah.

Sembahyang Mohon Hokgie ??

Yang kedua, minuman aqua gelas! Woow.. banyak diantara kita yang; habis buka satu gelas, minum separuh, digeletakin begitu saja di klenteng / Tao Kwan. Mungkin kita lupa, mungkin juga kita tidak sengaja. OK-laah.. Namun, "Terkadang saya berpikir 'LUPA' itu anugerah atau petaka ?!". Yaa.. sudahlah, tanyakan saja pada rumput yang bergoyang. Yang jelas, kelakuan yang kurang baik ini mengganggu orang lain. Kita sebagai umat Tao, harus berhemat, harus menyayangi apa yang ada. Minum adalah kebutuhan yang mendasar, ambil satu gelas, minumlah sampai habis, buanglah sampah pada tempatnya.

 

Ketiga, buah diatas altar. Pernah kita melihat ada umat / Tao Yu mengambil buah sembahyangan di atas altar "Diambil sebelum upacara sembahyangan dimulai ". Kok bisa demikian ?? Weleh.. Weleh.. Weleh.. Seharusnya ini tidak terjadi. Kalau setelah selesai sembahyang dan acara sudah tuntas semua, bolehlah buah diambil untuk dibawa pulang, makan di tempat. Inipun pengambilannya harus berbudaya.. artinya ambillah satu atau dua buah saja. Beri kesempatan orang lain yang ingin mengambil buah tersebut. (Jangan serakah!!)

Sembahyang Mohon Hokgie ??

Nah, kalau kita mau toleransi, mau memperhatikan orang lain, mau menyayangi apa yang ada, baik milik pribadi maupun bukan milik pribadi, terutama milik umum. Ini semua adalah cerminan tindakan mulia. Dalam kelompok kecil kita akan bahagia, kelompok yang lebih besar akan damai sentosa.

 

Salam Tao

 

 

 

SADAR ADALAH MENGERTI SAMPAI MENDETAIL HINGGA MENCAPAI SATU TARAF YANG TERANG - STPC

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*