Intan Dalam Debu – the web

Setangkai Bunga

Posted by adminidb September 2, 2012, under Volume 32 | No Comments





Setangkai Bunga

Oleh : Herman Tan - Manado

 

Setangkai Bunga

Pada suatu hari, ada seorang pemuda yang datang ke toko bunga untuk membeli bunga. Pemuda itu berencana untuk mengirimkan bunga ke ibunya yang tinggal di desa, karena sudah lama tak pulang semenjak dia kerja di kota. Setelah keluar dari toko, ia berjumpa dengan seorang anak kecil yang sedang memandangi etalase toko bunga tersebut.

Lalu pemuda itu bertanya: "Apa yang kau lihat adik kecil?"

 

Lalu jawab adik itu: "Saya mau membeli setangkai bunga mawar buat ibuku, tapi harganya 1000 rupiah, sedangkan uang yang saya punya cuma 500."

 

Pemuda: "Baiklah, biar saya yang belikan."

 

Lalu pemuda itu pun masuk sekali lagi ke dalam toko bunga untuk membelikan setangkai mawar. Karena ia iba pada adik kecil itu, dibelikan juga seikat bunga melati. Lalu pemuda itu bertanya kembali kepada adik kecil itu.

 

Pemuda: "adik kecil, dimanakah rumah ibumu? Biar saya antarkan dengan mobil agar kau cepat sampai dan bertemu ibumu. Ayo naik."

 

Adik kecil: "terima kasih."

 

Lalu si pemuda pun mengantarkan ke tempat yang disebutkan adik kecil itu. Tak lama, mereka pun sampai ke sebuah perkuburan. Si pemuda bingung. Koq ada ibu-ibu yang tinggal di kompleks perkuburan. Si adik kecil segera bergegas untuk turun dari mobil, dan segera menghampiri makam ibunya. Ditaruhnya bunga yang baru didapatnya di atas makam ibunya sambil berdoa.

 

Si pemuda, dalam hati merasa terhenyak setelah melihat itu semua. Tak lama setelah mengantar adik kecil itu pulang ke rumah, si pemuda langsung bergegas untuk balik ke toko bunga tadi dan membatalkan pesanan bunganya yang akan dikirim ke tempat tinggal ibunya. Akhirnya dia lebih memilih untuk menempuh jarak 250 KM ke rumah ibunya yang berada di desa.

 

Yang dapat kita petik dari cerita diatas adalah "sebisa mungkin hargailah kebersamaan dengan orang tuamu sebelum mereka meninggalkanmu" Karena waktu terus berjalan, umur terus bertambah. Renungkanlah, pengorbanan orang tua membesarkan kita, tanpa pamrih dan terus menerus menyayangi kita. Apa yang sudah kalian lakukan untuk mereka?

Setangkai Bunga

Salam Tao

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*