Intan Dalam Debu – the web

SIU TAO DAN TIGA KETETAPAN

Posted by adminidb September 3, 2012, under Volume 32 | No Comments





SIU TAO DAN TIGA KETETAPAN

Oleh : T. Permadi

 

 

 

Tetaplah rendah hati... Tetaplah menginjak bumi

Selama Siu Tao, salah satu pelajaran yang saya terima adalah pentingnya rendah hati. Rendah hati yang dimaksud bukanlah suatu keunggulan moralitas. Rendah hati yang dimaksud adalah sebuah sikap yang akan memberikan kesempatan bagi kita untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi. Dengan sikap rendah hati dan tidak gegabah menonjolkan diri berguna untuk tidak mengundang persaingan dengan orang lain. Apa gunanya bersaing dan bertanding bilamana kita belum sepenuhnya siap?

 

Sikap rendah hati juga berguna agar tidak mengundang iri hati dan kedengkian orang lain yang dapat menghalangi jalan maju kita dengan cara-caranya yang licin dan licik. Kisah perseteruan Sun Zi dan Pang Juan menggambarkan dengan sangat baik bagaimana iri dan dengki dapat memicu orang membuat rancangan keji untuk mencelakakan orang lain.

 

Rendah hati ketika ditujukan kepada orang lain berwujud respek kepada orang lain. Kita akan lebih mudah untuk memberikan respek kita kepada orang lain manakala sikap batin kita bisa disetel untuk rendah hati. Saya kira tidak ada satu pun dari diri kita yang merasa bahagia bilamana diremehkan dan dihina orang lain. Semua orang lebih suka apabila dihargai. Maka dari itu, berlatih rendah hati sekaligus akan memancarkan respek kita terhadap orang lain. Menghargai dan menghormati orang lain adalah tata cara bergaul yang penting untuk kita kuasai bukan sebagai teknik pembawaan diri tetapi karena pada hakikatnya siapa pun saja adalah orang-orang terhormat yang harus kita hargai dan hormati.

 

Tetaplah setia menjadi abdi

Untuk memudahkan kita bisa membentuk sikap rendah hati dan merespek orang lain, perlu juga berlatih untuk setia menjadi abdi. Menjadi abdi yang dimaksud adalah mengabdikan diri kita untuk kebaikan, mengabdikan tindakan  kita untuk melakukan kebajikan.

Mengambil sikap untuk mengabdi pada kebajikan dapat memperkokoh garis moral kita manakala dihadapkan pada pilihan-pilihan yang dilematis. Menjadi manusia yang lebih baik adalah sebuah pengabdian yang harus kita kejar karena dengan perubahan dan meningkatnya kualitas kepribadian kita maka segala jalan untuk sukses di bidang pergaulan, bisnis, studi dan karir akan terbentuk.

 

Tetaplah tekun menjadi murid

Ketika lupa bahwa diri ini sejatinya adalah seorang murid, maka kita terhanyut merasa diri menjadi guru. Terjebak menempatkan diri lebih tinggi dari orang lain. Merasa diri telah menjadi guru dapat pula menjadikan pikiran ini buntu dan sesak, sehingga pengetahuan baru yang berguna tak punya tempat lagi di benak kita.

 

Sementara itu sembari menjadi murid, tak hilang juga kesempatan untuk berbagi ilmu dan pelajaran dengan lainnya. Menjadi murid yang murah hati untuk berbagi pastilah lebih ringan ketimbang menjadi guru yang harus memberi teladan. Menjadi murid memudahkan diri untuk mendapat pengetahuan baru dan mengalami kemajuan baru.

 

 

Salam Tao

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*