Intan Dalam Debu – the web

Bagaimana Bekerja Sama Dengan Solid ???

Posted by adminidb September 11, 2012, under Volume 33 | No Comments





Bagaimana Bekerja Sama Dengan Solid ???

By: Lung ye- Lampung

 

Ada kata mutiara populer mengatakan: "Tuan Jie Jiu Shi Li Liang." Apa itu Tuan Jie? Kenapa bisa timbul Li Liang (kekuatan)? Mari kita bahas satu-persatu. Tuan artinya: sekelompok yang lebih menunjukkan sekelompok manusia. Jie artinya: menyatukan.

 

Jadi Tuan Jie adalah: menyatukan sekelompok manusia agar dapat menimbulkan satu tenaga yang luar biasa besarnya. Kenapa bisa seperti itu? Bagaimana caranya? Berikut ini saya ingin menceritakan sebuah ilustrasi mengenai Tuan Jie yang mungkin pernah didengar oleh kita.

 

Pada zaman Dinasti Zhan Guo (Jaman Negara-negara berperang), di negara Qi ada seorang jenderal tua yang sudah pensiun. Jenderal tua tersebut mempunyai 9 anak laki-laki, yang masing-masing memiliki kepandaian yang luar biasa. Ada yang pandai di bidang strategi perang, di bidang diplomat, ada yang pandai memimpin pasukan perang, pandai mengatur Negara, pandai mengatur keuangan dan lain-lain. Jenderal tua itu sangat kuatir kalau anak-anaknya tidak bisa bersatu, maka akan merugikan bangsa dan negara.

 

Pada suatu hari jenderal tua itu memanggil 9 anaknya untuk menghadap. Masing-masing anak diminta untuk membawa 9 batang ranting pohon yang sebesar jari kelingking, lalu menyuruh mereka untuk mematahkan satu per satu ranting itu. Anak-anaknya dapat dengan Bagaimana Bekerja Sama Dengan Solid ???mudah mematahkannya. Kemudian Sang Jendral meminta mereka untuk mematahkan 2 batang sekaligus, anak-anaknya pun masih dengan mudah mematahkannya. Akhirnya Sang Jendral meminta anak-anaknya untuk mengikat terlebih dahulu 9 batang ranting pohon tersebut dan kemudian mematahkannya. Dan ternyata ke-sembilan anaknya tidak bisa mematahkan ranting-ranting itu.

 

Jenderal itu lalu berkata kepada anak-anaknya: "Anak-anakku, apa kalian tahu makna dari kejadian ini? Pertama-tama kalian dapat dengan mudah mematahkan ranting-ranting itu secara satu-persatu, bahkan 2 ranting sekaligus. Namun kalian sangat sulit mematahkan kesembilan batang ranting yang telah diikat erat menjadi satu. Mengapa?" Anak-anak jenderal itu dengan serentak menjawab, "Karena 9 batang ranting itu sudah disatukan dengan erat, maka sulit untuk dipatahkan." Jenderal itu menganggukkan kepalanya berkata: "Tepat sekali! Kalian bukan hanya harus bersatu, tetapi juga harus sehati seperti kesembilan ranting pohon yang sudah diikat erat sehingga tidak bisa dipatahkan oleh siapapun." Kesembilan anaknya sudah mengerti maksud ayahnya dan menjawab: "Kami akan selalu ingat ajaran ayah."

 

Dari cerita diatas kita dapat satu kesimpulan bahwa Tuan Jie bisa menimbulkan satu kekuatan yang luar biasa besarnya yang tidak bisa dihancurkan atau dikalahkan oleh siapa pun juga, kalau kita bisa sehati bersatu dengan erat (Jing Cheng Tuan Jie).

 

Bagaimana caranya supaya bisa solid, lebih efisien, dan bisa sehati bersatu dengan erat? Hal inilah yang perlu kita bahas secara mendetail. Menurut pandangan saya, untuk tahap awal ada 3 poin yang harus kita jalankan, yaitu; pertama, kita harus bisa murah senyum. Kedua, kita harus memiliki kepandaian berkomunikasi. Ketiga, kita juga harus mempunyai banyak topik untuk berbicara.

 
Bagaimana Bekerja Sama Dengan Solid ???
Kebersamaan masyarakat selalu diawali dengan murah senyum. Saya rasa tidak ada seorangpun yang senang dengan wajah sinis atau cemberut. Kita tentu lebih senang dan simpati dengan wajah senyum dan ramah, sehingga mau mendekat, mengetahui lebih dalam dan mau berkomunikasi. Kemudian, untuk menciptakan kesempatan berkomunikasi lebih baik dan lebih sinkron, bahan untuk berbicara harus dipersiapkan lebih matang.

 

Kalau pedagang, tentu membicarakan seputar perdagangan. Kalau pelajar, yang dibicarakan biasanya mengenai pelajaran. Sedangkan karyawan membicarakan mengenai pekerjaan di kantornya. Orang-orang yang mempunyai profesi yang sama lebih mudah untuk berkomunikasi karena mereka mempunyai persamaan bahan pembicaraan yang cukup banyak.

 
Bagaimana Bekerja Sama Dengan Solid ???
Begitu juga dengan Umat Tao yang dibicarakan tentu soal Tao. Kita bisa bercerita dengan baik dan lancar mengenai Tao kepada orang lain dengan mempersiapkan bahan dengan matang terlebih dahulu. Dengan bercerita tentang Tao kepada para Taoyu atau orang lain, mereka akan memiliki satu keinginan untuk mengerti lebih mendalam tentang Tao, bisa menimbulkan simpati terhadap Tao, bisa menimbulkan perasaan rasa sayang terhadap Tao, dan secara tidak langsung kita sudah menjembatani ajaran agama Tao kepada mereka.

 

Mengapa bisa? karena manusia adalah insan yang selalu mau diperhatikan dan mau dilayani dan dihargai. Tapi bagaimana jika kita tidak bisa melayani dan memenuhi kebutuhan yang mereka inginkan. Apa yang terjadi? Tentu tidak bisa menimbulkan rasa simpati dan rasa sayang. Maka dalam menjalankan kerjasama yang solid, 3 poin yang diatas harus lengkap dilakukan. Kalau kurang, tentunya akan sulit berjalan dengan lancar dan mendapatkan hasil yang tidak sempurna.

 

Contoh misalnya; ada Taoyu yang murah senyum, bisa mengajak orang bicara dan berkomunikasi, namun bahan pembicara soal Tao masih minim. Jadi apa yang mau dibahas? Karena dia sendiri saja masih kurang mengerti soal Tao-nya. Akhirnya membuat Taoyu lain binggung juga, dan bagaimana bisa merangkul orang lain ke dalam Tao? Hal inilah yang perlu diperhatikan. Sebaliknya ada Taoyu yang pengetahuan Tao sangat padat, pertanyaan apa saja mengenai Tao bisa dijawab, tapi tidak pernah mau senyum, tidak pernah mau bersapa tegur. Apa bisa ada yang mau dekat? Tentu tidak ada kan?? Dan tentunya juga sulit untuk merangkul orang lain.

 
Bagaimana Bekerja Sama Dengan Solid ???
Mau menjalankan kerjasama yang solid dengan baik dan efisien sangatlah berkaitan dengan pengurus. Kalau pengurusnya bisa bekerja dengan sinkron secara akrab dan solid, pasti bisa merangkul semua Taoyu. Bagaimanakah caranya?

 

Menurut pandangan saya, pengurus yang solid harus bisa seperti nelayan menjala ikan. Waktu jala dilempar kedalam air yang dipegang tentu pucuk jala, kemudian jala sudah turun ke dalam air, lalu ditarik pelan-pelan oleh nelayan, ikanpun ikut terangkat juga. Tapi kalau jala diangkat dari tengah-tengah, ikan pasti lari semua dan tidak ada yang dapat di jala.

 

Dari ilustrasi cerita ini, dapat kita ketahui pemimpin yang bisa bekerja dengan solid dan efisien adalah pemimpin yang bisa merangkul bawahannya. Namun bagaimana pengurus-pengurus organisasi ini bisa lebih sinkron dan lebih solid? Dan ketua juga bisa berperan dengan maksimal?

 

Ada 5 poin yang harus kita perhatikan.
1. Si Lu
2. Yong Ren
3. Gai Ge
4. Guan Li
5. Luo Shi.

 

Pertama, Si lu: pola pikir atau pandangan visi dan misi pimpinan. Pimpinan menentukan tujuan utama dan langkah-langkah apa saja yang harus / akan dijalankan untuk memajukan Tao (disini yang kita bicarakan adalah Tao).

 

Kedua, Yong Ren: memilih dan mempekerjakan personil. Tentu Visi dan Misi pemimpin harus ada orang-orang yang bisa melaksanakannya, maka harus diatur personilnya yang cocok untuk ditempatkan di bagian-bagian yang tepat.

 

Ketiga, Gai Ge: pembaharuan. Setelah personil-personil sudah diatur, tentu selalu diadakan rapat otokritik untuk membenarkan atau menempatkan personil-personil di tempat yang lebih cocok dan lebih sesuai dengan kemampuannya. Mengadakan rapat untuk meninjau kekurangan-kekurangan dan merevisinya sangatlah penting.

 

Keempat, Guan Li: mengurus. Setelah personil-personil sudah ditempatkan dibagiannya masing-masing , mereka harus bisa mengurus dan menjalankan tugasnya.

 

Kelima, Luo Shi: melaksanakan sepenuhnya. Personil-personil tersebut harus mampu melaksanakan tugas mereka masing-masing dengan sehati sepenuhnya.

 

Bagaimana Bekerja Sama Dengan Solid ???Jika kelima hal ini bisa diterapkan oleh pimpinan dan pengurus-pengurusnya, tentulah akan terjadi kerjasama yang solid, efisien dan baik sehingga pekerjaan berat pun semua bisa dijalankan dengan sepenuh hati dan ringan. Inilah sedikit pandangan saya terhadap bagaimana menjalankan pekerjaan solid dengan baik. Semoga kita bisa menerapkannya dalam kehidupan ini.

 

Xie Shen En.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*