Intan Dalam Debu – the web

KEKHAWATIRAN

Posted by adminidb September 10, 2012, under Volume 33 | No Comments





KEKHAWATIRAN

Oleh : Grace Novianty

 

Dalam kehidupan kita sehari-hari, berapa seringkah Anda mendengar kata khawatir atau takut atau stress yang sering kali terucap dari mulut kita?

 

Beberapa tahun berlalu, saya menyadari bahwa salah satu masalah terbesar dewasa ini adalah rasa khawatir. Apakah Anda pernah berpikir, mengapa di setiap sekolah dan perguruan tinggi di tanah air, katanya, akan memberikan kursus mengenai "Bagaimana Berhenti Khawatir?” Namun, sampai saat ini saya pun belum pernah mendengarnya.

 

KEKHAWATIRANSaya akan memberikan beberapa ilustrasi yang terjadi dalam kehidupan manusia jaman sekarang.
Ilustrasi 1 : Saya sangat kesepian dan putus asa, bahwa pada suatu waktu saya bahkan memikirkan untuk bunuh diri. Saya tidak punya apa-apa untuk hidup. Saya takut bangun setiap pagi dan menghadapi kehidupan. Saya takut segalanya, saya takut tidak bisa memenuhi cicilan kredit mobil, saya takut tidak bisa membayar sewa kamar saya, saya takut tidak akan cukup uang untuk makan. Saya takut kesehatan saya memburuk dan saya tidak punya uang untuk ke dokter. Semua yang membuat saya tidak jadi bunuh diri adalah pikiran yang tertuju ke kakak saya. Dia akan sangat berduka, dan saya tidak punya cukup uang untuk membayar biaya pemakaman saya sendiri. Suatu ketika saya membaca sebuah artikel, dan ada satu kalimat yang saya petik “Setiap hari adalah kehidupan baru bagi orang yang bijaksana”. Saya menemukan bahwa sesungguhnya tidak begitu sulit untuk melewati hidup satu hari saja. Saya belajar untuk melupakan hari kemarin dan tidak memikirkan hari esok. Setiap pagi saya mengatakan pada diri sendiri "Hari ini adalah kehidupan baru".

 

Ilustrasi 2 : Saya memiliki perusahaan yang cukup besar dan perusahaan saya bangkrut. Saya tidak bisa tidur ataupun makan setiap harinya. Satu hari saat saya sedang berjalan, saya pingsan dan jatuh di trotoar. Saya tidak lagi bisa berjalan. Saya sedang merebahkan tubuh ke tempat tidur dan tubuh saya penuh bisul yang sudah pecah. Bisul ini berbalik ke dalam sampai saya hanya bisa berbaring di tempat tidur, dan ini adalah suatu penderitaan yang berat bagi saya. Saya semakin lemah setiap harinya. Akhirnya, dokter mengatakan kepada saya bahwa saya hanya memiliki dua minggu lagi untuk hidup. Saya sangat terkejut. Saya menarik semua keinginan hidup saya, dan kemudian berbaring di tempat tidur untuk menunggu akhir hidup ini. Sekarang tidak ada gunanya saya khawatir saya menyerah, yang ada hanyalah santai, dan pergi tidur. Saya sudah tidak tidur selama berminggu-minggu, tapi sekarang karena masalah duniawi saya sudah berakhir, saya tidur seperti bayi. Rasa letih yang melelahkan saya mulai menghilang. Nafsu makan saya kembali. Berat badan saya naik. Beberapa minggu kemudian saya bisa berjalan dengan tongkat. Enam minggu kemudian, saya bisa kembali bekerja. Dulu saya bisa menghasilkan dua puluh ribu dolar sebulan, tetapi saya senang sekarang bisa mendapatkan gaji tiga puluh dolar seminggu. Sekarang saya telah belajar sesuatu yang bermakna. Saya tidak khawatir lagi, tidak menyesal lebih lanjut tentang apa yang telah terjadi di masa lalu, tidak ada ketakutan lagi di masa depan. Saya fokus dengan waktu, energi dan antusias pekerjaan.

 

Terkadang kekhawatiran / stress / rasa takut yang berlebihan dapat menyebabkan penyakit yang fatal, bahkan lebih bahaya dari kanker sekalipun. Di kala kita diselubungi oleh perasaan khawatir, terkadang akal sehat kita hilang seketika, biasanya mulai berimajinasi atau bermimpi dengan kehidupan yang nyaman dan tentram di alam yang tidak nyata.

 

Ilustrasi 3 : Ada dua orang bersahabat karib, Andi dan Anto, Andi selalu rutin berolahraga, makan secara teratur bahkan makanannya termasuk golongan dari 4 sehat 5 sempurna. Makanan apa yang menurut Andi kurang baik bagi tubuhnya, seperti santan, daging berwarna merah, junk food, tak pernah tersentuh oleh mulutnya. Akan tetapi kehidupan bisnisnya bermasalah, Andi selalu diselimuti oleh rasa khawatir dan stress yang berlebihan, apalagi ketika proposalnya ke perusahaan lain di tolak mentah-mentah. Terkadang Andi hanya tidak dapat tidur karena rasa khawatirnya yang mendalam. Sedangkan Anto, sangat bertolak belakang dengan Andi. Anto senang sekali mengkonsumsi junk food dan selalu makan makanan yang tidak sehat. Anto juga jarang sekali berolahraga, tetapi Anto melalui hari-harinya penuh dengan kebahagiaan. Anto tidak pernah khawatir dengan bisnisnya. Biarpun, ada proposal yang ditolak, Anto tidak terlalu memusingkan itu semua. Anto menganggap itu adalah suatu batu loncatan dan pastinya dia akan memikirkan dengan seksama bagaimana proposal tersebut bisa diterima oleh perusahaan lain. Anto tidak pernah membawa pekerjaannya ke rumah. Yang dinikmatinya di rumah yaitu kebahagiaan bersama anak-anak dan istrinya. Tahun-tahun berlalu, Andi mengalami nyeri perut atau biasa dikenal stomach ulcers. Dan Andi meninggal di usianya yang ke 45 tahun, sedangkan Anto meninggal di usia 84 tahun.

 

Dari ketiga ilustrasi diatas, kita bisa menilai bahwa masalah yang terjadi di dalam hidup manusia selalu ada, dan kerapkali bisa membuat hidup kita menjadi berantakan bahkan berujung kematian di usia dini karena kekhawatiran kita terhadap masalah yang belum tentu akan terjadi dalam hidup kita. Walaupun kita hidup sehat dan rajin berolahraga tetapi kita tidak bisa mengatasi rasa khawatir di dalam diri kita, semua itu hanya memperburuk kondisi di dalam tubuh kita.

 

Ada 3 cara anti-khawatir yang mudah, yang bisa dilakukan oleh manusia, yaitu :

  • Menganalisa situasi tanpa rasa takut dan jujur dan tahu apa yang terburuk yang mungkin terjadi sebagai akibat dari kegagalan ini.
  • Setelah mencari tahu apa yang terburuk yang mungkin bisa terjadi, saya menyesuaikan diri untuk menerimanya secara mental, jika perlu.
  • Dari saat itu, saya dengan tenang mencurahkan waktu dan energi untuk berusaha untuk memperbaiki yang hal terburuk yang sudah diterima secara mental.

 

Ingat, hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan pada hari kemarin. Tanyakan pada diri sendiri : “Bagaimana saya tahu hal yang saya khawatirkan akan benar-benar terjadi?”

 

Ada 3 hal yang bisa menghentikan kebiasaan khawatir :
KEKHAWATIRAN

  • Mencari tahu persis apa masalah yang Anda khawatirkan.
  • Mengetahui penyebab terjadinya masalah.
  • Melakukan sesuatu yang berguna sekaligus bagaimana memecahkan masalah tersebut.

 

Mari kita mengisi pikiran kita dengan pikiran damai, keberanian, kesehatan, harapan, misalnya, "Hidup kita adalah apa yang ada di pikiran kita.” Jangan pernah mencoba untuk membalas musuh-musuh kita, karena jika kita lakukan kita akan menyakiti diri kita sendiri jauh lebih daripada kita menyakiti mereka. Jangan pernah buang waktu semenit pun hanya memikirkan orang yang tidak kita sukai.

 

Ingat bahwa satu-satunya cara untuk menemukan kebahagiaan adalah tidak mengharapkan pemberian tetapi untuk memberikan secara sukarela dan penuh sukacita. Rasa syukur adalah sifat yang patut "dipelihara", jadi jika kita ingin anak kita untuk bersyukur, kita harus melatih mereka untuk bersyukur setiap apa yang kita miliki. Maka hitunglah semua berkah yang diberikan kepada kita, jangan menghitung masalah-masalah yang kita hadapi.

 

Janganlah kita meniru orang lain, lebih baik kita menjadi diri kita sendiri. Dan akan lebih baik lagi jika kita melupakan ketidak-bahagiaan kita dengan mencoba memberikan kebahagiaan kecil kepada orang lain. Ketika Anda melakukan hal-hal baik kepada orang lain, maka Anda adalah yang terbaik dalam diri Anda sendiri.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*