Intan Dalam Debu – the web

KELILING KLENTENG – SALAH SATU TRADISI IMLEK

Posted by adminidb September 11, 2012, under Volume 33 | No Comments





KELILING KLENTENG - SALAH SATU TRADISI IMLEK

Oleh : Panitia Keliling Klenteng

 

Pada Tanggal 1 Bulan 1 Imlek yang tahun 2012 ini jatuh pada tanggal 23 Januari adalah hari yang sakral, hari yang bahagia dan dirayakan oleh banyak orang di seluruh pelosok dunia.. Tahun Baru Imlek 2563. Tahun ini adalah Tahun Naga Air, dimana setiap orang memanjatkan doa kepada Tuhan agar Tahun ini lebih baik dari Tahun lalu dalam segala bidang.

 

Biasanya… pada hari Imlek ini umat Tao melakukan upacara Ing Chun Jie Fu (Sembahyang subuh), Pay Jia pada pagi, siang, atau sore hari, bersembahyang ke klenteng-klenteng / Taokwan pada malam hari nya… Taokwan setempat merayakan Tahun Baru Imlek ini biasanya dengan mempersembahkan acara -acara khusus.

 

Tradisi Imlek lainnya adalah berkunjung ke klenteng-klenteng sekitar untuk memohon berkat dan memanjatkan doa-doa kepada para Dewa-Dewi dan juga untuk menghidupkan klenteng tersebut. Uniknya, pada tahun ini, dengan serentak di beberapa kota di Indonesia, umat Tao kita mengadakan acara keliling klenteng bersama pada tanggal 29 Januari 2012.

 

Acara ini berawal dari sekelompok Tao Yu dari berbagai umur yang ingin pergi mengunjungi klenteng-klenteng kecil yang biasanya lokasinya agak terpencil dan jauh. Sebenarnya dengan mengadakan acara seperti ini kita-pun ikut menghidupkan kembali klenteng-klenteng tersebut secara finansial maupun moral, dengan begini para pengurus atau penunggu klenteng tersebut akan merasa mereka masih memiliki umat-umat yang masih perduli, sehingga mereka dapat terus berjuang demi kelangsungan klenteng-klenteng tersebut. Karena kita sebagai umat Tao, adalah tugas kita untuk senantiasa melestarikan kebudayaan dan peninggalan agama kita yang ada.

 

Selain dari itu acara ini juga dapat mengenalkan lokasi-lokasi klenteng baru bagi umat-umat lainnya, sehingga pada waktu senggang mereka dapat mengunjungi klenteng tersebut secara pribadi. Terlebih jika lokasi klenteng tersebut jauh dari kota besar sehingga banyak umat pengendara sepeda motor sulit untuk berkunjung, dengan adanya acara ini kita dapat mengakomodir mereka.

 
KELILING KLENTENG - SALAH SATU TRADISI IMLEK
Acara ini juga diharapkan dapat menjalin rasa kekeluargaan dan kebersamaan bagi umat-umat yang mengikuti, dan bagi panitia yang menyelenggarakan acara ini mereka mendapat segudang pengalaman dalam mengurus event ini.

 

Taokwan Thay Ping Kung Jakarta telah menyelenggarakan acara ini sejak berdirinya tahun 1995, Tahun ini tercatat yang mengikuti 'Tour de Klenteng' Jakarta sebanyak 180 orang, yang dimuat dalam 7 bus dan 5 mobil. Kali ini klenteng-klenteng yang dikunjungi berada di pelosok dan di luar Jakarta. Dengan panitia yang beranggotakan 30 orang, Jakarta berhasil menyelenggarakan acara ini dengan sukses. Banyak pesan beranggotakan 30 orang, Jakarta berhasil menyelenggarakan acara ini dengan sukses. Banyak pesan dan saran yang ditulis oleh peserta yang menginginkan acara ini diadakan setiap tahunnya.

 

Untuk para pengurus Taokwan di daerah lain yang ingin menyelenggarakan acara ini, ada beberapa tips yang harus diperhatikan dalam proses persiapan dan penyelenggaraannya:

  • Iklan
    Dalam mengiklankan acara ini harus efektif dan menarik, sehingga tersebar luas dan semua umat dapat mengetahuinya.
  • Pembiayaan
    Berikan target kapasitas peserta yang dapat di akomodir sehingga biaya perorangan dapat dihitung dengan jelas, biaya biasanya termasuk: Transportasi, Konsumsi, administrasi(souvenir), dan Periklanan.
  • Pendaftaran
    Pendaftaran harus diberikan batas akhir yang jelas, disertakan biaya, dan PIC (Person In Charge).
  • Lokasi
    Lokasi klenteng yang dituju harus sudah di survey terlebih dahulu, dengan memperhatikan akses jalan masuk (besar, kecil, macet, kelas jalan), tempat parkir, jarak antara satu dengan lainnya (untuk menghitung waktu nya), dan kapasitas muat klenteng tersebut serta tak lupa WC nya.
  • KELILING KLENTENG - SALAH SATU TRADISI IMLEK

  • Transportasi
    Tranportasi dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan peserta dan infrastruktur yang ada.
  • Konsumsi
    Untuk konsumsi yang harus diperhatikan adalah kebersihannya, jenis makanannya (penyebab alergi tertentu), dan kecepatan waktu penyajian makanan tersebut jika didatangi serombongan umat lebih dari 100 orang. Sebisanya yang gampang pakai sendok dan garpu saja, agar tidak perlu memakai tangan.
  • Jadwal
    Harus diingat jika membawa banyak rombongan maka waktu yang dibutuhkan peserta untuk sembahyang juga lebih lama, sertakan juga waktu perjalanan + kemacetan yang ada.
  • Pengawalan
    Pada hari H, Panitia harus sigap dalam mengawal rombongan, hal ini butuh koordinasi dan komunikasi yang matang sehingga tidak ada salah bus atau mobil yang tercecer atau ketinggalan, kami menyarankan penggunaan HT (radio satu arah), telepon genggam, dan fasilitas blackberry, terlebih dalam menangani konsumsi dibutuhkan sinkronisasi yang baik.
  • KELILING KLENTENG - SALAH SATU TRADISI IMLEK

  • Pelayanan
    Harus diingat sebagai panitia, pelayanan yang diberikan harus didasari prinsip kebersamaan dan kekeluargaan, sehingga dapat meninggalkan kesan baik yang mendalam di semua peserta.
    Marilah kita lestarikan warisan kebudayaan leluhur kita sendiri.

 

Tentu saja kerjasama dan pengertian para peserta Keliling Klenteng juga diperlukan unutk dapat memperlancar perjalanan agar kita juga dapat bersama-sama menikmatinya. Itulah salah satu bagian dari Siu Tao kita : “ Bisa bersosialisasi dengan baik, tidak hanya mau dimengerti orang lain, tetapi juga harus mau mengerti orang lain”.

 

Jia You!

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*