Intan Dalam Debu – the web

KWO FANG ANAK DAN UPACARANYA

Posted by adminidb September 10, 2012, under Volume 33 | No Comments





KWO FANG ANAK DAN UPACARANYA

Oleh : FL

 
KWO FANG ANAK DAN UPACARANYA
Suatu suku, bangsa pasti punya budaya dan tradisinya masing-masing. Unik memang. Seperti halnya dalam budaya Suku Hua atau Tionghoa, banyak ragam tradisi dan budaya yang kita kenal. Salah satunya adalah Kwo Fang (kan) anakl artinya "jadi anak angkat Si A" atau "Si A mengaku bahwa Si B adalah anak angkatnya." Tradisi dari Kwo Fang Anak tersebut yang melibatkan antar manusia sering terjadi salah paham, karena beberapa factor/keyakinan dalam Suku Hua tersebut.

 

Misalkan orang tua Si B kurang mampu, tapi dia berteman sama Si A yang lebih mampu, punya jabatan dan terpandang pula. Orang tua Si B ini berharap kalau Si B dapat menjadi Anak angkat Si A dan kelak bisa seperti Si A hidupnya. (Upacara pun dilakukan). Bahkan Marga Si A boleh di pakai Si B.

 

Kalau perjalanan waktu selanjutnya tenang-tenang saja dan Si A makin jaya, maka ini tidak jadi masalah. Tapi… kalau upacara Kwo Fang ini terlaksana dan kemudian menjadikan Si A jatuh ekonominya, yang sebenarnya tidak ada hubungan dengan upacara Kwo Fang tersebut, menjadikan salah paham dan seolah-olah Si B ini lah sebagai biang kerok kejatuhan reputasi Si A. Nah… dari banyaknya kasus-kasus inilah, kalau kita umat Tao, biasanya anak-anak kita, kita Kwo Fang (kan) ke Dewa-Dewi kita.

 

Dewa-Dewi yang kita sembah adalah maha pengasih dan penyayang, terbukti makin banyaknya upacara-upacara Kwo Fang ini diadakan di Taokwan-Taokwan kita. Dan anehnya anak-anak yang sudah di "Kwo Fang"-kan ke Thay Sang misalnya, mereka-mereka ini lincah-lincah, sehat dan cerdas-cerdas.

 

Yang perlu diingat dan diperhatikan adalah kalau anak kita di Kwo Fang di Jakarta, kepada Thay Sang, bukan berarti setiap tahun, atau nantinya meskipun sudah pindah ke lain daerah harus tetap balik phay/sembahyang di Taokwan Jakarta. Tidak perlu. Dimana saja Taokwan-Taokwan yang ada Thay Sang Law Cin-nya boleh mampir dan sembahyang.

 

Disini kita sebagai Umat Tao (Tao Yu), mengerti bahwa "Dewa-Dewi yang kita sembah adalah Maha Besar, Maha Agung, Maha Tao". Sembahyang tidak menjadi beban hidup. Justru Siu Tao (termasuk sembahyang) adalah mencerdaskan kita, menuju hidup yang lebih bahagia di dunia dan kuat abadi di akhirat nanti.

 

Salam Tao

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*