Intan Dalam Debu – the web

Meniti Kegagalan, Merajut Keberhasilan

Posted by adminidb September 10, 2012, under Volume 33 | No Comments





Meniti Kegagalan, Merajut Keberhasilan

Oleh : Leo M. - Lampung

 

Meniti Kegagalan, Merajut Keberhasilan
Sedari usia belia kita selalu ditanamkan oleh pemikiran tentang bagaimana cara meraih suatu keberhasilan, biasanya pandangan tersebut kita dapatkan dari pendidikan keluarga ataupun melalui pendidikan disekolah, baik oleh orang tua kita dan juga dari pengajar - pengajar di sekolah. Mereka mengajari bagaimana cara belajar untuk mencapai predikat tertinggi yang bisa kita capai di sekolah ataupun di dalam lingkungan masyarakat sekitar kehidupan kita. Bahkan ketika berinteraksi dengan suatu organisasi / kelompok masyarakat, baik disadari atau tidak disadari pandangan tersebut secara naluriah mendorong kita untuk menuju satu hal yang disebut dengan istilah KEBERHASILAN.

 

Banyak motivator yang ramai bermunculan beberapa tahun terakhir ini, mereka mengumandangkan berbagai motivasi ulung menurut cara pandang mereka sendiri, dengan harapan agar suara mereka di dengar dan masyarakat negeri ini mempunyai semangat sehingga terbangkit dari keterpurukannya. Tapi dilain halnya, mereka juga punya pencapaian sendiri yaitu pengakuan publik atas keberhasilannya sebagai motivator ulung nomor wahid. Namun apakah selama ini kita menyadari, bahwa tidak banyak dari mereka yang berbicara tentang sisi lain dari keberhasilan itu sendiri yaitu KEGAGALAN, yang merupakan salah satu kemungkinan yang dapat terjadi dalam proses menuju keberhasilan dan masing - masing dari kita pasti pernah mengalaminya.

Kegagalan di ibaratkan seperti "momok" bagi setiap manusia di dalam menjalani setiap tahap proses kehidupan. Disebut dengan istilah momok karena kegagalan begitu menakutkan bagi setiap orang yang mengalaminya, dan menjadi sebuah trauma tersendiri untuk Meniti Kegagalan, Merajut Keberhasilansebagian orang karena terasa begitu sakit dan juga pilu sampai kita menjadikan kegagalan adalah sebuah pil pahit dalam kehidupan. Ketika mengalami sebuah kegagalan, biasanya yang terpancar adalah gambaran kekecewaan, kemarahan, dan hilangnya rasa ketidak percayaan diri. Tidak adanya fokus dan arah pandang yang benar, semuanya terlihat begitu sempit dalam pandangan kacamata diri sendiri dan seolah - olah pikiran jernih dan positif menjadi tertutup oleh tirai kabut yang tebal. Segala tindakan yang dilakukan pada saat itu bisa saja menimbulkan masalah baru yang justru membuat situasi makin buruk.

 

Dalam situasi tersebut, beberapa orang mungkin saja gegabah di dalam menyelesaikan permasalahan hidupnya, beberapa orang yang lain ada juga yang cuek dan pura - pura tidak perduli, lalu kemudian mereka meninggalkan "masalah" tanpa pernah menyelesaikannya. Dalam sebuah kegagalan pasti menyisakan masalah - masalah pribadi yang cukup rumit, tapi apabila kita tidak dengan segera menyelesaikannya maka hal itu akan menjadi sebuah beban yang semakin hari kian berat dan kompleks untuk diselesaikan.

 
Meniti Kegagalan, Merajut Keberhasilan
Banyak cara untuk menyelesaikan masalah dengan baik, tapi alangkah baiknya apabila langkah pertama dalam penyelesaian masalah dimulai dari introspeksi kedalam diri sendiri terlebih dulu. Mulailah dengan melihat apa saja kekurangan dan kelemahan yang menjadi faktor kegagalan diri kita, lalu dengan segera menyadari apa saja kesalahan pribadi yang telah dilakukan selama ini. Dan setelah menyadari semua hal tersebut, mulailah secara konsisten berusaha melupakan kegagalan masa lalu dan bangkit dengan optimisme semangat yang baru, kemudian secara bersamaan, segera tentukan arah tujuannya kembali dan menyusun langkah - langkah yang baru untuk menyongsong masa depan yang jauh lebih baik.

 

Secara sederhana apa yang telah dipaparkan tadi mungkin saja terlihat begitu mudah untuk dilakukan, tapi pada kenyataannya tidak banyak orang yang berhasil melewati masa - masa sulitnya dengan mulus dan kemudian bangkit untuk mencapai cita-citanya kembali. Dan untuk bisa merealisasikan semua hal itu, sangat dibutuhkan semangat juang yang tinggi untuk kembali berdiri dengan kepala tegak agar bisa meniti jalan melewati semua rintangan yang menghalangi.

 
Meniti Kegagalan, Merajut Keberhasilan
Menurut pandangan saya sebagai orang Tao, kita membutuhkan mental yang membaja dan tidak tergoyahkan di dalam menghadapi sebuah kegagalan besar dan juga harus bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi kegagalan - kegagalan lain berikutnya di masa yang akan datang, karena untuk mencapai sebuah keberhasilan setiap manusia membutuhkan banyak kegagalan sebagai pemicu untuk mencapai keberhasilannya didalam proses kehidupan ini. Kegagalan bukan berarti kita adalah orang yang gagal, karena melalui kegagalan kita bisa mengambil hikmah positif yang dapat berguna untuk merajut keberhasilan di masa depan. Hanya butuh semangat dan menempa diri lebih keras untuk bisa menjadi sukses, karena hidup seseorang tidak berakhir saat ia gagal, tapi bisa berakhir ketika ia berhenti disatu titik.

 

Salam TAO.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*