Intan Dalam Debu – the web

Mountaineer

Posted by adminidb September 10, 2012, under Volume 33 | No Comments





Mountaineer

Oleh : Gu Guo Hui

 
Mountaineer
Mountaineer adalah sebutan bagi pendaki gunung profesional. Prinsip mereka adalah "Going To Be Real Mountaineer , You Must Have Good Body, Good Physic, Good Skill and Environment Knowledge". (Menjadi seorang pendaki gunung sejati, Anda harus memiliki tubuh yang kuat, psikis yang baik, keterampilan dan pengetahuan lingkungan yang baik.)

 

Bagi seorang mountaineer, mendaki gunung adalah sebuah tantangan yang menyenangkan, bahkan mungkin tidak bisa disebut "tantangan" tetapi sudah merupakan gairah kesenangan dan kebanggaan dari sebuah hobi yang sangat mengasikkan baginya. Berbagai gunung di mana pun tempatnya, di mana pun negaranya, akan diincar untuk dikunjungi dan didakinya.

 

Setiap mountaineer pasti bercita-cita ingin mencapai puncak gunung tertinggi di dunia, yaitu Mount EVEREST di Pegunungan Himalaya. Tetapi sayangnya, tidak semua mountaineer mampu mewujudkan impiannya dan tidak semua mampu mencapai puncaknya.

 

Keberhasilan mencapai puncak Mount EVEREST adalah merupakan sebuah prestasi dan kebanggaan tersendiri bagi seorang real mountaineer (Pendaki Sejati). Dibutuhkan perencanaan dan persiapan yang matang sejak awal, seperti : peta, kompas, pengetahuan karakteristik geografis, cuaca & suhu ekstrim, persiapan fisik dan mental, peralatan panjat tebing, perbekalan, sampai keterampilan simpul tali-temali yang mumpuni, dan sebagainya. Di samping itu, masih dibutuhkan pula disiplin latihan rutin untuk mempersiapkan fisik, mental, dan keterampilan koordinasi tangan dan kaki sekaligus tali-temali saat mendaki tebing-tebingnya, mempelajari teknik-teknik Live Survival (kemampuan bertahan hidup dalam kondisi darurat/bencana). Semua persiapan ini tentu dilakukan sematang mungkin agar jangan sampai semuanya menjadi sia-sia, gagal di tengah perjalanan sebelum melihat dan berdiri di atas puncaknya yang tinggi berada di atas awan.

 

Siu Tao dapat diibaratkan seperti ilustrasi cerita di atas. Kita sebagai Tao Yu adalah mountaineer dari "Gunung Tao" yang sangat Tinggi dan Agung. Impian terbesar dan cita-cita luhur kita adalah "Mencapai Puncak TAO" yang tertinggi.

 
Mountaineer
"Sudahkah kita mempersiapkan diri untuk dapat mampu mencapai puncakNYA yang sangat Tinggi dan Agung itu?"

 

Seperti layaknya seorang pendaki professional, kita perlu mempersiapkan diri dengan sangat cermat dalam segala hal yang dibutuhkan, serta disiplin rutin latihan (Lien Kung) demi keberhasilan kita mencapai puncakNYA. Persiapkanlah hal-hal berikut :

 
Mountaineer

  • Peta & Kompas.
    Peta kita adalah Ciang Ie Siu Tao Bao Cien (Buku Kuning "SIU TAO Menuju Kesempurnaan-sebagai panduan"). Buku ini sangat penting dan bermanfaat dibaca rutin setiap saat, agar kita tidak salah arah dan tersesat.
  • Fisik dan mental.
    Menjaga kesehatan kita dengan baik, bekerja-istirahat, makan-minum teratur sesuai dengan porsi yang seimbang. Membuang semua kebiasaan buruk yang merusak serta memupuk sifat-sifat yang baik (disarankan untuk membaca artikel tentang 8 hal yang harus diperbanyak dan 8 hal yang harus dikurangi dalam SIU TAO).
  • Dibutuhkan : WU, Ketekunan, Stamina, dan Semangat yang besar untuk mencapai Puncak TAO yang Tinggi, Agung, dan Mulia.

 

Namun, selain persiapan yang matang ada satu lagi yang tak dapat kita hindarkan dalam hal ini adalah "Beban" yang harus dipikul dan dibawa selalu sepanjang perjalanan ini. Layaknya semua Mountaineer, kita semua membawa/memikul "bekal/beban" dalam perjalanan kita menapaki "Gunung Tao".

 

Beban ini adalah Karma yang mesti kita tanggung sendiri dan tak ada yang dapat membantu kita untuk memikulnya. Ada yang beban karma buruknya berat, sedang, dan ada pula yang cukup ringan. Bagi yang bebannya ringan tentu akan memudahkan langkah kakinya dalam menapak menuju puncak-NYA. Namun, bagi yang berbeban berat, janganlah berkecil hati atau menyerah begitu saja, karena selamanya, beban berat itu tak akan hilang dengan sendirinya tanpa kita sendiri yang bertindak untuk mengeliminasikannya. Langkah itu adalah dengan memperbanyak berbuat kebaikan dan Kung Tek, dan jangan lakukan perbuatan-perbuatan yang sebaliknya / negatif. Dengan melakukan hal-hal ini secara konsisten, maka sedikit demi sedikit beban itu akan terus berkurang.

 

Tidak sedikit Tao Yu yang putus di tengah jalan, hanya sampai di pertengahan lerengnya. Bahkan, ada pula yang baru sampai di dasar kaki "Gunung TAO" sudah patah semangat dan kehilangan arah. Beberapa bahkan, setelah sampai di lerengnya, sudah merasa Mountaineermengerti medan sehingga tidak mau membuka dan membaca ulang "Peta-nya" (Ciang Ie), tidak mau bertanya (pepatah mengatakan:"Malu bertanya sesat di jalan"). Seringkali kita merasakan hal demikian, seakan-akan kita sudah tahu dan mengerti semua hal. Tapi, saat ditanya lebih mendetail dan lebih mendalam kita menjadi bingung dan tak tahu bagaimana harus menjelaskannya dengan baik. Bukankah jika kita sudah mengerti dan memahami sesuatu dengan baik maka kita akan dapat menjelaskan hal tersebut dengan baik? Untuk itu, bacalah lagi buku-buku TAO, tambahlah pengertian-pengertian TAO lagi. Tidak jarang pula "Mountaineer" kita yang kecewa dan mencaci maki "Sang Gunung" karena tersesat oleh kesalahannya sendiri, bosan dan capai karena jalan yang panjang dan tidak terlihat di mana puncaknya.

 

Dalam SIU TAO kita punya sebuah "TEAM" yang selalu siap membantu kita untuk berhasil dalam SIU TAO kita. Ada Sefu-Semu, Sesiung-Secie, ada Grup TAO INDONESIA, ada Intan Dalam Debu, ada forum Ciang Tao rutin, dan yang paling istimewa adalah kehadiran Fu Fak Shen sebagai pemandu utama yang akan selalu mendampingi perjalanan kita mendaki "Gunung TAO".

 

Semoga kita semua mampu dan berhasil sampai di puncak TAO yang tertinggi. See you at the TOP.

 

Xie Shen En.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*