Intan Dalam Debu – the web

Punya Tekad MEMANG Bukanlah Segalanya, Tapi Tanpa Tekad Tidak Mungkin Ada Segalanya

Posted by adminidb September 10, 2012, under Volume 33 | No Comments





Punya Tekad MEMANG Bukanlah Segalanya, Tapi Tanpa Tekad Tidak Mungkin Ada Segalanya

Oleh : Yauw Sun Ming - Kediri

 

“Kalimat dalam judul di atas saya ambil dari kata-kata bijak motivator terkenal Andri Wongso. Kalau kita cermati perjalanan hidup Pak Andri Wongso, maka sungguh tepat kiranya arti dari tema utama kita yaitu "Bangkitkan semangat juang, masa depan gemilang"

 

Perjalanan hidup Andri Wongso berangkat dari bukan siapa-siapa. Akan tetapi, dengan penuh tekad Beliau bisa dan mau melakoni aktor film laga, merantau ke Hong Kong, dan tekad perjuangan hidup Beliau lainnya. Pada saat Beliau akan melamar calon istrinya, Beliau ditentang oleh calon mertuanya karena pada saat itu Beliau belum menjadi apa-apa. Akan tetapi, Beliau bersumpah akan membuktikan kalau dirinya bisa menjadi menantu yang bisa dibanggakan. Dengan tekad, doa, dan perjuangan yang tanpa lelah, akhirnya sekarang ini Beliau menjadi motivator ternama dengan gelar SDTT(Sekolah Dasar Tidak Tamat). Beliau juga mampu memotivasi orang-orang berpendidikan sekalipun.

 

Kalau kita menilik sejarah leluhur kita, juga ada contoh nyata bagaimana dari sebuah tekad bisa menjadi hal yang besar.

 

Pada abad ke-14 bangsa Cina dikuasai oleh Dinasti Yuan dari Mongolia. Suku Han diperlakukan semena-mena oleh dinasti Yuan.

 

Alkisah, di sebuah desa kecil ada keluarga dengan banyak anak, salah satunya anak ke-8 keluarga itu bernama Ztu Cung Ba. Suatu hari, sepulang menggembalakan ternak milik tetangganya dia mendapati ada yang meninggal di rumahnya. Rupanya, ibu dan kakak lelakinya meninggal karena kelaparan. Tak lama berselang, datanglah serdadu penarik pajak. Karena ayah Ztu tidak punya uang, para serdadu pun mengambil harta satu-satunya di keluarga itu, yaitu sekantong kecil benih padi. Benih itu direncanakan akan ditanam oleh ayahnya. Bahkan, ketika ibu dan kakaknya kelaparan, ayahnya tetap tidak membolehkan benih tadi dijadikan bubur. Sekarang malah dirampas oleh serdadu-serdadu tersebut. Ayah Ztu pun sampai terbunuh demi menyelamatkan benih itu. Ztu memunguti sisa butir-butir padi yg ditinggalkan serdadu-serdadu tadi. Punya Tekad MEMANG Bukanlah Segalanya, Tapi Tanpa Tekad Tidak Mungkin Ada SegalanyaDiggenggamnya 13 butir benih padi milik ayahnya sambil dia bersumpah kelak dia akan mengusir Dinasti Yuan dari daratan China. Dia akan menciptakan kemakmuran agar tragedi di keluarganya tidak terulang. Pada akhir hidupnya Ztu Cung Ba mendapat gelar Kaisar Ztu Yuen Cang. Ya....dialah pendiri Dinasti Ming, dinasti besar dalam sejarah peradaban Bangsa China. Di masa tuanya sebelum dia meninggal, dia mengeluarkan kantong usang dari balik baju kaisar yg dia kenakan. Dibukanya kantong usang tadi dan dia tersenyum memandang 13 butir padi yang sudah menghitam dan membusuk.

 

Marilah kita membulatkan tekad, berdoa, dan berjuang tanpa kenal lelah agar bisa menjadi Andri Wongso dan Ztu Cung Ba yang lainnya.

 

Be careful of your thoughts, for your thoughts become your words.
Be careful of your words, for your words become your actions.
Be careful of your actions, for your actions become your habits.
Be careful of your habits, for your habits become your character.
Be careful for your character, for your character become your DESTINY

 

Salam Tao,....

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*