Intan Dalam Debu – the web

Sehati Menuju Tao

Posted by adminidb September 10, 2012, under Volume 33 | No Comments





Sehati Menuju Tao

Oleh : JSM

 

Sehati Menuju Tao
Dulu ketika kita masih kecil, kita selalu diajak orang tua ke klenteng/ wihara. Kita disuruh mengikuti apa yang orang tua kerjakan. Kita meniru gerakan orang tua kita, tanpa tahu apa yang kita kerjakan. Disuruh pai-pai ya ikut, disuruh jongkok ya ikut, kita meniru gerakan orang tua kita. Sampai kita besar, apa yang dilakukan orang tua kita terus melakukannya.

 

Sampai pada suatu hari, saya bertemu teman yang sudah masuk TAO, saya baru tahu, bahwa yang selama ini telah saya lakukan itu juga termasuk agama TAO. Hanya saja, waktu itu kita sebagai umat yang datang ke wihara lalu sembahyang itu, tidak kenal sama sekali dengan orang yang ada di sekitar kita, bahkan dengan pengurus wihara yang kita datangi juga kita tidak kenal dia. Siapa dia ? Apa namanya ? Iya, kan ? Dan juga, kita tidak tahu menahu apa inti dari semua yang kita lakukan ini..

 

Beda dengan sekarang setelah kita masuk TAO. Memang kita tetap sembahyang dengan menggunakan hio, hari Ce It dan Cap Go. Cuma perbedaannya, kita sudah memiliki perkumpulan, teman yang banyak, Sefu yang membimbing kita, mengajarkan kita bagaimana tata cara agama Tao dan pengertian-pengertian tentang apa yang kita lakukan.
Sehati Menuju Tao
Ibarat kapal, kita sekarang sudah memiliki kompas petunjuk yang akan menunjukkan jalan yang kita tempuh, tanpa harus takut salah jalan, sehingga kita akan selamat sampai ke tempat tujuan. Agama Tao ibaratnya seperti kompas yang akan menunjukkan jalan kepada kita. Kearah kebenaran dan kesempurnaan yang abadi.

 

Kita juga harus mengerti cara-cara sembahyangnya dan inti dibalik semua itu, karena itu akan kita ajarkan juga kepada anak-anak, cucu-cucu dan keturunan kita supaya anak cucu kita mengetahui cara-cara sembahyang yang benar dan tulus mengabdi kepada agama Tao.

 

Menjadi umat Tao yang baik, kita haruslah tulus hati, sepenuh jiwa mengikuti ajaran yang diajarkan oleh Sefu kita. Kita harus mempunyai jiwa yang baik hati, ramah terhadap semua orang, rela berkorban dan mau menolong teman-teman yang dalam kesulitan. Kalau kita bukan orang yang berada, kita bisa juga membantu dengan memberi nasehat atau solusi terhadap sebuah persoalan, dan hal ini jauh lebih berharga dibanding sedikit uang. Dengan solusi yang tepat, kita bisa membantu orang keluar dari kesulitannya.

 

Kita harus menjunjung tinggi agama kita, membantu sesiung, secie kita mengajarkan pelajaran agama yang baik, membantu teman-teman kita yang baru masuk, memberikan penjelasan yang benar. Jika ada pertanyaan dari teman-teman kita yang baru masuk dan kita kurang mengerti tentang hal tersebut, jangan segan-segan bertanya kepada sesiung atau secie yang lebih mengerti tentang hal tersebut.
Sehati Menuju Tao
Janganlah kita asal bicara, tidak tahu namun sembarang bicara, hingga membingungkan teman-teman yang baru. Janganlah kita menjelek-jelekkan agama kita di depan orang lain, karena mungkin pengertian kita tentang Agama kita sendiri belum cukup. Pada akhirnya, bila kita menjelekkan agama kita sendiri sama dengan peribahasa : "Menepuk air di dulang, terpecik muka sendiri." Yang artinya menceritakan keburukan kita sendiri yang akhirnya kita sendiri yang malu atau menerima akibatnya. Jadi, kita harus setulus hati, sepenuh jiwa, menganut agama yang kita percayai ini.

 

Berbuatlah baik, banyak beramal, sering-sering pergi ke Tao Kwan mendengarkan Ciang Tao Sefu, Sesiung, Secie kita agar kita semakin mengerti, yakin dan sehati menuju TAO. Kita harus bahu-membahu sesama umat, untuk memajukan agama yang kita yakini ini. Jangan bimbang apalagi ragu sebab jalan yang kita tempuh sudah pasti dan benar.

 

Mari kita bahu membahu membangun atau memajukan agama kita, dengan cara mengajak teman-teman atau tetangga atau keluarga juga saudara kita untuk beramai-ramai pergi ke Tao Kwan mendalami ajaran agama Tao yang sejati, agama yang ada jauh sebelum agama lain ada. Agama yang tertua tetapi selalu muda, karena Tao adalah dinamis dan CERAN (alamiah).

 

Sehati Menuju TaoAgama TAO akan menuntun kita untuk selalu berbuat baik, berkata baik, juga bersikap baik kepada semua orang. Dengan berbuat baik, hati kitapun menjadi senang, segala urusan pun menjadi lancar, karena kita juga tahu "Siapa yang menanam kebaikan, makan akan berbuah kebaikan juga". Iya, kan ? Itulah agama TAO kita !!

 

Sehati menuju Tao akan membuat kita merasa aman, tentram dan bahagia selalu. Maka itu, marilah bersama-sama selalu sehati menuju TAO !!!

 

Salam Tao

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*