Intan Dalam Debu – the web

UJIAN / DIUJI / MENGUJI (DALAM KONTEKS KEHIDUPAN SIU TAO KITA)

Posted by adminidb September 10, 2012, under Volume 33 | No Comments





UJIAN / DIUJI / MENGUJI (DALAM KONTEKS KEHIDUPAN SIU TAO KITA)

Oleh : LMS

 

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat berbincang-bincang dengan seorang Tao Yu. Beliau ini sudah cukup lama juga Siu Tao nya, saat inipun sudah Huang Ie #1.

 

Saat itu Tao Yu ini mengeluh bahwa akhir-akhir ini apa yang ia kerjakan tidak ada yang beres. Banyak sekali halangan-halangannya. Anehnya ia mengatakan bahwa ia sadar bahwa ini adalah ujian hidup. Saya sempat nyeletuk, apa yang kamu maksudkan dengan "Ujian Hidup"?

 

"Saya sedang di Uji" jawabnya. Saya lebih penasaran lagi : "Di Uji oleh siapa?" "Yaa…" ia menghela nafas sejenak. "Itulah perjalanan Siu Tao saya akhir-akhir ini" jawabnya lirih.

 
UJIAN / DIUJI / MENGUJI (DALAM KONTEKS KEHIDUPAN SIU TAO KITA)
Saya mencoba menegakkan posisi duduk saya, dengan agak lebih keras saya bicara : "Maksudmu, Shen Sien menguji kamu, sehingga kerjamu banyak yang gagal?". Disini saya mencoba untuk meluruskan apakah persepsi yang saya utarakan itu di"Iya"kan oleh beliau.

 

Beliau tertunduk diam, bisu, bungkam, takut kalau ia "Iya"kan akan berakibat buruk, minimal dalam pembicaraan ini.

 

Saya mencoba menghibur, dan saya jelaskan bahwa "kita ini lahir tidak nilai 100", dan Dewa-Dewi kita itu maha pengasih dan penyayang, beliau-beliau ini tidak mau mencelakakan anak bimbingannya / umatnya. Beliau-beliau ini meskipun maha kasih dan penyayang, tetapi masih terikat dengan aturan "Alam yang Besar" (TAO), sehingga tidak selalu permohonan kita dikabulkan.

 

Kita lahir membawa karma kita sendiri (utang; piutang), sehingga jatuh bangunnya kehidupan ini adalah biasa. Sepuluh perencanaan mungkin sembilan bahkan sepuluh-sepuluhnya gagal. Kegagalan adalah pintu gerbang kesuksesan.

 

Anggaplah tantangan/hambatan-hambatan itu adalah kita menguji diri dalam menjalani hidup ini, bukan ujian/diuji orang lain.

 

Akhirnya beliau terucap juga bahwa tahun lalu ia ikut ujian Huang Ie #2. Tetapi tahun ini ia tidak ikut, lantaran hambatan hidup ini dirasakan berat sekali dan tadinya dalam benaknya beranggapan bahwa hambatan-hambatan ini adalah ujian dari Shen Sien.

 

Inilah persepsi terhadap Shen Sien yang kacau, tidak mengerti, mungkin kurangnya kita berdialog/komunikasi dengan Fu Fak Shen kita saat kita Lien Kung. Kalau ktia bisa berdialog dengan baik, dan akurat, niscaya persepsi kita terhadap Shen Sien kita jauh berbeda dan kita akan betul-betul tahu apa itu Mulia, Agung dan Misteri Tao/Shen Sien kita ini.

 

Sebelum beliau pamit, dengan muka berseri-seri, ia mengatakan "jatuh bangunnya kehidupan ini, saya tidak akan menyalahkan Tao saya."

 
UJIAN / DIUJI / MENGUJI (DALAM KONTEKS KEHIDUPAN SIU TAO KITA)
Coba dan dicoba lagi, kesuksesan adalah kemajuan/keberhasilan kecil-kecil yang dipadukan menjadi besar. Berdoa, berlatih dan bekerja ditambah semangat yang berkobar, optimis menatap masa depan, mantap melangkah. Sayonara….! Beliau pulang dengan mengendarai mobil agak tergesa-gesa, berbeda sekali pada saat beliau datang. Sayapun berteriak… Sukses ya!! Jangan lupa "Kung Tek" nya.

 

Salam Tao

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*