Intan Dalam Debu – the web

Artikel Seni Bela Diri: Jurus Tanpa Tanding

Posted by adminidb June 12, 2013, under Volume 4 | No Comments





Artikel Seni Bela Diri: Jurus Tanpa Tanding

Oleh: Daniel D

 

Banyak pemula dalam ilmu bela diri memiliki anggapan yang keliru mengenai teknik "bela diri super". Mereka bermimpi untuk dapat belajar suatu "jurus" yang tanpa tanding. Dengan ini ia bermimpi ingin menguasai dunia persilatan.

 

Padahal setiap teknik memiliki kekuatan dan kelemahannya sendiri. Oleh karena itu tidak ada suatu teknik yang benar-benar "super". Yang benar adalah memang ada teknik-teknik yang sangat efektif, tetapi bukan yang paling hebat.

 

Kekeliruan ini timbul antara lain adalah karena pengaruh film-film kungfu dan cerita-cerita silat yang pada dasarnya mengisahkan seorang pendekar yang menang – kalahnya ditentukan setelah ia menguasai teknik / jurus tertentu yang "tanpa tanding".

 

Teknik yang unggul hanya dapat diperoleh setelah sang murid mencerna dan menyerap setiap jurus yang diajarkan kepadanya. Setelah teknik itu menyatu dengan dirinya. Meskipun demikian, salah kaprah tetap saja terjadi terutama bagi orang awam.

 

Pada umumnya, yang disebut "teknik super" itu biasanya disebut-sebut untuk beberapa jenis teknik / jurus sbb:

  1. Jurus yang jarang (tak terduga). Jurus ini sedemikian uniknya sehingga lawan yang tidak mengetahuinya akan "kaget" dan tidak menduga serangan ini, sehingga walaupun ia bertahan dan menangkis tetapi "tertipu" oleh gerakan yang unik ini. Jurus golongan ini biasanya sulit dilakukan dan memiliki kelemahannya sendiri, meskipun terlihat ganas dan berbahaya. Biasanya jurus-jurus yang dilakukan memiliki manuver-manuver yang aneh, cepat, dan menipu. Ia dapat dilakukan secara aktif maupun pasif. Sebuah contoh adalah jurus menyerang dengan menjatuhkan diri seperti yang terdapat dalam jurus dewa mabuk, jurus tendangan berputar melayang sambil bersalto, dsb. Bila tidak dilakukan oleh yang benar-benar menguasai, maka "kehebatan" penampilannya hanyalah sekedar dalam dongeng saja.
  2. Jurus yang menggunakan teknik-teknik yang mematikan. Kita sebut "mematikan" karena pada kenyataannya memang menggunakan suatu jenis pukulan yang bila mengena dapat menyebabkan akibat yang fatal. Salah satu teknik yang banyak "ditakuti" adalah tenik "totok" (dianxue biqi). Didalam standar wushu, teknik ini dianggap "tidak bermoral". Teknik ini biasanya memang baru diajarkan kepada mereka yang sudah tinggi dan dipercaya untuk memegang rahasianya. Dianxue biqi ini dikategorikan menjadi bebeerapa golongan:
    1. Dianxue - Totok jalan energi
    2. Biqi - Totok jalan nafas
    3. Fenqin - Merobek otot
    4. Zhuogu - Mengilir tulang
    5. Dianmie - Totok jalan darah

 

Meskipun demikian, teknik ini memiliki kelemahannya sendiri, seperti misalnya: lama dan sulit dipelajari. Agar efektif, membutuhkan semacam kekuatan energi yang diperoleh dari latihan tertentu. Dan yang ketiga, teknik ini hanya efektif dalam situasi pertarungan tertentu.

 

Sampai disini dapat disimpulkan bahwa tidak ada teknik yang "tanpa tanding". Di dunia ini, semua teknik memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hanya dengan menyempurnakan teknik / jurus yang telah kita miliki secara tekun dan terus menerus, serta mencobanya pada situasi pertarungan yang sesungguhnya, maka kita akan mendapatkan pengalaman yang mendalam.

 

Setiap pertarungan memiliki pelajarannya sendiri. Oleh karena itu seorang ahli bela diri yang sejati selalu menganalisa setiap pengalamannya itu serta memperbaiki tekniknya.

 

Jelaslah bahwa tidak ada yang statis / berhenti. Kemahirannya dalam melakukan teknik-teknik ini akan berkembang sejalan dengan berjalannya waktu. Seperti misalnya seseorang yang baru belajar naik sepeda, maka pada awalnya ia masih begitu gampangnya untuk jatuh bahkan pada jalanan yang rata dan datar. Tetapi seiring dengan meningkatnya kemampuan maka ia akan menyatu dengan tindakannya, seolah-olah sepeda itu menjadi bagian dari dirinya. Pada titik inilah, anda akan merasakan apa yang dimaksud dengan "super". Meskipun demikian "Diatas gunung masih ada langit", masih terdapat kemungkinan bahwa lawan tanding kita memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak kita duga sebelumnya.

 

Di dalam pertarungan, kemahiran kita tidak semata-mata tergantung dari faktor fisik (kecepatan, tenik, kekuatan) saja, melainkan juga harus mempertimbangkan kemampuan mental / psikologis.

 

Oleh karena itu, keberanian / kenekatansering kali menjadi faktor yang menetukan kemenangan, Keberanian ini timbul bila seseorang memiliki dasar moril (morale validity). Mengutip Kitab SUN TZU, faktor ini akan timbul dengan sendirinya apabila anda berada di pihak memiliki TAO nya. Misalnya, dalam kondisi yang terpojok, seseorang yang walaupun kemampuannya sedang-sedang saja akan bisa berubah menjadi buas, mati-matian dan berbahaya, semata timbul karena ia memiliki pembenaran yang sangat kuat memeluk yang Hakiki: Kehidupan itu sendiri! Hal itu timbul secara otomatis untuk mempertahankan kodratnya untuk bertahan hidup.

 

Banyak kejadian-kejadian yang seakan-akan tidak mungkin tetapi memang terjadi demikian, misalnya dalam perang Vietnam melawan Amerika. Pasukan Vietnam walaupun kalah dalam persenjataan tetapi berada memiliki tingkat semangat yang tinggi (high morale) untuk membela bangsa dan tanah airnya.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*