Intan Dalam Debu – the web

CEK HAY CEN REN

Posted by adminidb May 23, 2013, under Volume 4 | No Comments





CEK HAY CEN REN

(-Daniel D-)

 

Sehubungan dengan kunjungan persahabatan ke Klenteng CEK HAY KUNG di Tegal, maka ada baiknya bila kita mengenal siapakah sebenarnya CEK HAY CEN REN tersebut.

 

CEK HAY SEN REN dipuja di beberapa klenteng di Jawa. Selain di Klenteng CEK HAY KUNG di Jl.Gurami, Tegal, patungnya terdapat pula di Klenteng CIN TEK YEN di Jakarta, Pekalongan (PAO AN THIEN), Indramayu dan Semarang.

 

Khususnya di Semarang, CEK HAY CEN REN secara lazim disebut GUO LIUK KWAN (Kwee Lak Kwa), dipuja di klenteng milik keluarga GUO (Kwee) di jalan Sebandaran (Klenteng CEK HAY MIAW-Kuil Penenang Samudra).

 

GUO LIUK KWAN digambarkan sebagai seorang Pejabat Tinggi yang berpakaian ala Dinasti Han disertai dua orang pengiringnya. Salah satu dari dua pengiringnya itu, jelas adalah seorang suku Jawa, dilihat dari corak pakaian dan ikat kepalanya.

 

Dari kisah-kisah yang beredar dari mulut ke mulut, disebutkan bahwa GUO LIUK KWAN adalah seorang utusan perdagangan Tiongkok yang datang ke Nusantara ini untuk melakukan kegiatan perekonomian. Oleh karena itu, ia sering melakukan perjalanan dari kota-kota di pesisir utara Jawa, yang dibantu oleh dua orang asistennya.

 

Suatu hari, dalam pelayarannya di sekitar pantai Tegal, beliau berhadapan dengan segerombolan bajak laut yang berusaha menaiki perahunya. Dengan wajah tenang, GUO meminta para pembajak bersabar, agar dia diperkenankan mandi dan berganti pakaian. Setelah selesai mandi dan berpakaian, GUO bersama kedua pegawainya turun ke darat meninggalkan perahunya. Sekonyong-konyong angin bertiup dengan dahsyatnya, dan ombak menggulung lenyap perahu beserta para pembajak yang tak sempat melarikan diri. Sejak itu GUO beserta kedua pengiringnya lenyap.

 

Tapi orang-orang dari beberapa tempat mengaku pernah bertemu dia pada waktu yang bersamaan. Karena hal-hal itulah mereka percaya bahwa GUO sesungguhnya adalah seorang yang sakti. Sebenarnya GUO adalah seorang TAO yang telah mencapai taraf cukup tinggi.

 

Para peneliti sejarah beranggapan bahwa GUO LIUK KWAN mungkin adalah salah satu tokoh dalam pemberontakan melawan VOC (Kompeni Belanda) pada tahun 1741-1742 yang terkenal dengan sebutan perang Cina. Pasukan Tionghoa dipukul mundur oleh VOC lalu mundur ke Tegal. Dari Tegal mereka terus didesak. Dalam keadaan pasukan yang tercerai berai itulah GUO LIUK KWAN kemudian tak tentu rimbanya.

 

Cerita lain mengatakan, bahwa GUO LIUK KWAN sempat tinggal di daerah Tegal, dia membantu rakyat setempat membangun daerah tersebut, dengan mengajarkan cara-cara bertani dan bernelayan. Pada masa tuanya, karena mengingat masa lalunya, beliau ingin mengingat kembali pelayarannya. Maka pada suatu hari ia pergi berlayar secara diam-diam dan kemudian tidak kembali lagi sejak itu.

 

Karena telah berjasa besar, masyarakat setempat menganggap Beliau telah mendapatkan TAO nya serta mencapai tingkat CEN REN (Dewa), maka kemudian dibangunlah CEN REN MIAW di Tegal untuk memuja dan mengenangnya.

 

Pada tahun 1837 bulan kedua imlek seluruh bangunan diperbaiki dan direnovasi oleh Kapitan TAN KUN HWAY dan sejak itu namanya diubah jadi CEK HAY KUNG. Salah satu klenteng CEK HAY CEN REN juga dibangun di Banjar oleh TAN SE GUAN (putra TAN KUN HWAY). Selain itu untuk memperingati saat Beliau pergi, setiap tahun dilakukan sebuah upacara untuk mengantar TEK HAY CEN REN ke pantai tempat dia pergi berlayar. Upacara sembahyang tersebut dilakukan di pesisir pantai dengan menempatkan patung CEK HAY CEN REN menghadap ke arah laut. (-Daniel D-)

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*