Intan Dalam Debu – the web

Jakarta 1999

Posted by adminidb May 30, 2013, under Volume 4 | No Comments





Jakarta 1999

Upacara PAW UN / CI SUAK 1999

 

Tak terasa tahun Macan telah berlalu dan sekarang kita memasuki tahun Kelinci, dimana di tahun Kelinci ini kita berharap segala sesuatunya dapat berjalan dengan lancar.

Seperti yang telah kita ketahui sekilas mengenai PAW-UN di edisi ketiga Intan Dalam Debu, maka pada tanggal 20 Maret 1999 di TAOKWAN SINAR SUCI, Jakarta diadakan upacara PAW-UN. Untuk tahun Kelinci ini ada 4 (empat) SHIO yang JIONG yaitu : Kelinci, Ayam, Kuda dan Tikus. Maka bagi Taoyu yang merasa JIONG mereka berbondong-bondong mendaftarkan diri untuk di CISUAK. Tetapi tidak menutup kemungkinan bagi TAOYU yang SHIO nya tidak masuk dalam daftar yang JIONG, boleh ikutan di CISUAK.

Ada yang bilang : “ Yach, khan hitung-hitung berbuat amal gitu......?! (Memang, enggak apa-apa sich,cuma amal kok pake dihitung yach ??)

Upacara PAW-UN dilaksanakan pada pukul 08.00 pagi yang dipimpin langsung oleh SE FU. Petugas upacara PAW-UN sendiri terdiri dari 11 orang. Adapun fungsi dari 11 orang tersebut adalah :

  • 1 orang sebagai pendamping pemimpin upacara dan membaca daftar nama-nama yang akan di CISUAK. Sebagai petugas membaca daftar nama-nama yang akan di CISUAK lumayan berat juga lho, soalnya harus membaca kurang lebih 250 nama orang. Khan kalau sampai salah baca atau salah lihat bisa-bisa diomelin sama orang yang ikut di CISUAK tersebut, he...he...he.....
  • 1 orang sebagai pemeriksa daftar nama-nama yang akan di CISUAK; dan
  • 9 orang lainnya bertugas sebagai pelaksana jalannya upacara.

Sebagai petugas pelaksana jalannya upacara cukup deg-deg kan juga lho, soalnya khan menyangkut keberuntungan orang-orang yang banyaknya 250 lebih tersebut. Jadi kalau bisa harus sesempurna mungkin dan tanpa ada kesalahan dalam melakukannya.

Nah, pada saat mulai menjalankan tugas tersebut, keringat pun muali membasahi seluruh tubuh karena lilin yang jumlahnya dari 1 sampai 9 itu harus dalam kondisi nyala terus semuanya. Sedang kipas angin pun harus dimatikan maka yang ada cuma AC alam.

Upacara berlangsung lancar dengan hikmat dan tenang. Wah, kita sebagai petugas pelaksana hati rasanya plong deh. Setelah upacara selesai maka semua petugas pun berbaris untuk diambil foto bersama dan yang tidak boleh ketinggalan yakni pemberian HUNG PAO. (bukan money politic lho....!)

 

TAOYING

Pada hari dan tempat yang sama, setelah pelaksanaan upacara PAW-UN selesai, juga diadakan upacara TAOYING (penerimaan Taoyu baru). Peserta calon Taoyu tidak hanya Jakarta, Bandung juga ikut serta. Untuk tahun ini calon Taoyu dari Jakarta cukup banyak. Acara TAO YING dibagi menjadi beberapa sesion karena tempat yang terbatas.

Sebenarnya Upacara TAO YING nya sendiri sich singkat dan sederhana, justru yang lama adalah waktu CIANG TAO dari SE FU. Memang ini sangat penting, supaya para calon Taoyu dapat bertanya dan mendengarkan penjelasan dari SE FU. Apalagi tahun ini banyak calon Taoyu yang tidak sempat mendapatkan bimbingan pengenalan TAO. Acara TAO YING ini berjalan lancar dan selesai kurang lebih pukul 13.00 Wib.

Demikian sekilas info yang dapat kami sampaikan kepada para Taoyu sekalian.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*