Intan Dalam Debu – the web

Kelihatannya Merugikan, Belum Tentu Bukan Rejeki

Posted by adminidb May 29, 2013, under Volume 4 | No Comments





Kelihatannya Merugikan, Belum Tentu Bukan Rejeki

Dari: OEY (Ujung Pandang)

 

Bunga mekar dan layu, hari-hari lewat begitu tak terasa, tahu-tahu saya SIU TAO sudah lewat delapan – sembilan tahun. Dalam masa yang panjang ini, saya telah mendapatkan apa.....?

 

Memang saya tidak pernah menghitung-hitung hal ini, saya anggap: "SIU TAO tidak perlu mengatakan untung rugi, segalanya rileks saja".

 

Namun sebagian family dan kawan mengkhawatirkan saya, mereka bilang: "Si (Aku) sebelum SIU TAO sudah punya tiga kios di pasar, bahkan di rumah pun buka toko. Sekarang, kios-kiosnya sudah tidak ada, (Aku) hanya menggantung diri pada tokonya saja untuk hidup. Kehidupannya jauh berbeda, kelihatan SIU TAO tidak bisa kayakan orang malah bikin miskin !!”

 

Apalagi setelah itu saya masuk rumah sakit untuk operasi usus besar, mereka semakin ganas menaburkan isu bahwa SIU TAO tak dapat dilindungi Dewa dan gampang bangkrut.

 

Gosip-gosip seperti ini banyak sekali, mereka semua dipermukaan memang memperhatikan saya, bahkan seolah sangat sayangi saya, tapi sebenarnya mereka hanya mencari yang "enggak-enggak" untuk menjatuhkan TAO.

 

Sebetulnya berdagang dalam pasar itu saya anggap bagus dipandang saja, disana persaingan terlalu berat, untungnya selalu tipis tapi pengeluaran besar dan pungutan-pungutan banyak. Saya sudah dua puluh tahun lebih berdagang di pasar, hidup pun sudah hemat dan irit, tapi hasilnya tetap minim. Cuma kalau pada hari-hari besar dan waktu harga barang goncang, saya dapat menikmati sedikit keuntungan-keuntungan.

 

Berdagang dalam pasar, tekanan-tekanan mental berat sekali; diwaktu sepi, selalu was-was takut yang tagih hutang banyak dan tidak bisa dilayani. Waktu hujan, selain bocor dimana-mana, juga karena banyak selokan buntu dan banjir sehingga mempengaruhi dagangan dan penghasilan. Pada saat hari-hari besar, pembeli memang agak banyak dan penghasilan bertambah. Tapi kalau kita lengah, barang pun hilang tanpa bekas. Dan yang lebih menakutkan sebenarnya adalah setiap hari saya selalu kuatir jika terjadi kebakaran atau kemasukan maling. Pokoknya berdagang dipasar setiap hari selalu tegang, kuatir dan bingung. Jika dalam keadaan yang begini terus mana bisa dikatakan bahagia.....?

 

Setelah saya tinggalkan pasar itu, meskipun penghasilan berkurang sedikit, tapi tidak mempengaruhi hidup saya, pemasukan ruko tetap mencukupi sandang pangan yang saya butuhkan dan bisa bayar pajak pada waktunya.

 

Kehidupan saya tidak seperti apa yang mereka ucapkan, bahkan setelah meninggalkan pasar, pikiran saya jadi longgar, tidak bingung dan kuatir lagi. Disinilah saya baru bisa merasakan apa yang disebut hidup segar, bahagia dan rileks. Kesemua ini apakah bukan salah satu bukti berkah Dewa-Dewi dan perlindungan darinya?

 

Soal saya masuk rumah sakit, saya anggap itu adalah kebetulan saya bernasib sial atau itu sebagai karma yang tidak bisa dihapus. Biaya operasi waktu itu semua dibayarkan oleh saudara-saudara sendiri sehingga saya tidak mengeluarkan biaya satu sen pun. Kalau ada yang bilang saya masuk rumah sakit habiskan banyak uang dan rugi besar, itu adalah sembarangan bicara.

 

Proses operasi sangat lancar, hampir tidak merasakan sakit yang berarti, dua belas hari saya sudah pulang ke rumah. Ini pun saya rasakan sebagai bukti berkah Dewa, yang mana jika tidak SIU TAO belum tentu bisa lancar saya lewati, bahkan bisa-bisa malah timbul akibat yang buruk.

 

Yang lebih unik adaalh setelah operasi, waktu CING CO lebih gampang hening, tenang dan dalam bathin sering timbul suatu perasaan yang aneh; seakan membina dan menuntun saya cara untuk menghadapi orang dan usaha, sehingga menjadikan saya waktu ketemu kesukaran bisa diatasi dengan tenang.

 

Dengan kenyataan-kenyataan dan pengalaman dalam delapan-sembilan tahun ini saya menyimpulkan bahwa hanya melalui SIU TAO lah, usaha bisa dilalui dengan lancar dan sukses; hidup baru bisa bahagia; indah dan tentram.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*