Intan Dalam Debu – the web

Mengapa Ke Klenteng ?!?

Posted by adminidb May 21, 2013, under Volume 4 | No Comments





Mengapa Ke Klenteng ?!?

Oleh : Leo – Surabaya

 

Dalam ajaran agama Tao kita banyak menghormati Dewa, yang sedikit banyak dipengaruhi oleh tradisi orang Tionghoa yang dari jaman dulu sudah mengenal jalan  KeTuhanan. Adanya ini maka banyak timbul klenteng-klenteng yang dipakai orang-orang Tionghoa untuk memuja kepada Dewa-Dewi. Klenteng-klenteng yang ada di Indonesia ini terdiri dari beberapa aliran yang sekarang terkenal dengan nama Tri Dharma (agama Budha, agama TAO, agama Konghucu).

 

Tujuan utama klenteng adalah sebagai tempat pemujaan dimana masyarakat yang percaya meletakkan patung dari orang-orang yang berjasa bagi umat manusia dan menghormatinya. Sebagai sarana untuk mengingatkannya tauladan dalam kehidupan sehari-hari. Selalu menolong sesamanya. Itulah sebenarnya tujuan utama didirikannya klenteng. Klenteng ada beberapa aliran ( Tri Dharma ), dalam agama Budha mereka menyembah Mi Lek Fuk, Kwan Im Posat, Bodhisatwa ( Po Sat ). Dalam agama TAO ada Dewa THAY SANG LAW CIN, KWAN KONG, FUK TEK CEN SEN, KWANG CEK CHUN WANG, THIEN HOU SEN MU, PAO SEN TA TI, CHAI SEN YE, SIEN THIEN SANG TI ( Dewa Dewi ); dalam agama KONG HU CU ada Kong Hu Cu.

 

Pada kehidupan sehari-hari ada orang ke klenteng selain memuja, mereka memohon sesuatu dan ada yang dikabulkan, sehingga ini diceritakan dari satu orang ke lainnya dan akhirnya klenteng dijadikan tempat meminta segala sesuatu untuk memenuhi hawa nafsu manusia yaitu harta, nama, cinta, keberuntungan, dll. Sehingga ini menjadi suatu kebiasaan.

 

Dari waktu ke waktu maka inti dari pada berkunjung ke klenteng menjadi kabur sehingga banyak orang ke klenteng selalu mengandung maksud untuk meminta sesuatu. Bukannya hal ini tidak boleh memohon, tetapi sebelumnya harus mengerti dulu makna dari kunjungan ke klenteng.

 

Klenteng dibangun bukan hanya untuk meminta tetapi untuk beribadah, dimana saat berkunjung kita lupakan segala kesibukan dan meluangkan waktu untuk mengingat Tuhan sebagai pelindung kita dengan memberi sembah sujud kepada Dewa-Dewi yang ada di klenteng sambil merenungkan cara hidup dan sifat-sifat mereka yang tulus dan patut kita tiru. Oleh sebab itu janganlah kalau ada perlu ( susah ) baru ke klenteng, tetapi kalau lagi senang lupa dengan klenteng.

 

Sering-seringnya kita ke klenteng untuk bersembahyang, kita bisa ingat Tuhan dan Dewa sehingga kalau kita hendak berbuat yang tidak baik ( dosa ) kita bisa mengendalikannya. Kalau kita bisa menjalankan kehidupan ini dengan baik yaitu menghormati leluhur: orang tua dan dewa-dewi. Apabila mendapat kesulitan, Dewa-Dewi dengan senang hati akan membantu.

 

Kita percaya bahwa jalan hidup manusia sudah diatur oleh Tuhan / THIEN. Maka sebelum membantu, para dewa akan melihat dulu bagaimana cara hidup kita. Makanya kita sering dianjurkan berbuat baik dan beramal.

 

Orang-orang yang tidak mengerti inti daripada berkunjung ke klenteng biasanya mempunyai iman yang tidak kuat karena hanya mengharapkan klenteng bisa mengabulkan semua permohonan mereka.. Kalau tidak maka kepercayaan mereka akan mudah luntur.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*