Intan Dalam Debu – the web

CE AI & SIU TAO

Posted by adminidb July 10, 2013, under Volume 5 | No Comments





CE AI & SIU TAO

Dari : WU SIN-JAMBI

 

Dalam rangka SIU TAO (belajar dan memahami TAO) kiranya sifat CE AI (menyayangi diri) sangat perlu kita miliki karena sifat ini sangat sesuai dengan TAO itu sendiri.

 

Apakah CE AI itu ?

 

Dapat dijelaskan bahwa CE AI adalah suatu perbuatan / tingkah laku yang bertujuan akhir untuk menyayangi dan melindungi diri kita sendiri dalam konotasi yang positif.

 

Tentunya untuk memiliki sifat seperti ini tentu tidak mudah, sebab kita harus selalu waspada dan memperhatikan hal-hal yang terjadi disekeliling kita, selalu belajar dari pengalaman-pengalaman orang lain maupun diri sendiri, serta selalu membaca buku untuk mendapatkan ilmu pengetahuan baru dan berguna.

 

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita mendengar seorang ibu memuji salah satu anaknya sangat CE AI, kerana setiap pulang sekolah pasti langsung belajar sendiri membuat PR (pekerjaan rumah), semua dilakukan tanpa disuruh atau diperintah.

 

Sayangnya ketika anak ini ditanya mengapa dia serajin itu, jawabannya adalah supaya bisa menjadi juara kelas dan mendapatkan hadiah dari orang tuanya. Ketika akhirnya tidak berhasil menjadi juara kelas, maka anak tersebut menjadi pemurung dan menjelek-jelekkan temannya yang menjadi juara kelas (sifat sirik dan dengki).

 

Apakah anak ini mempunyai sifat CE AI ?

 

Menurut saya dalam hal belajar anak tersebut sudah mempunyai sifat CE AI, akan tetapi masih dalam taraf yang sangat dini.

 

Sehingga dalam hal ini adalah tugas orang tua untuk selalu membimbingnya supaya bisa memahami essensi / hakekat yang sebenarnya dari proses belajar, yaitu : untuk memperoleh ilmu pengetahuan (supaya pandai), melatih pola berpikir yang sistematis agar dapat bekerja secara efektif dan efisien, dan juga melatih kesabaran dan keuletan.

 

Jadi predikat juara kelas dan hadiah itu hanyalah sebagai hasil sampingan saja sehingga jika tidak dapat pun tidak apa-apa.

 

Nah kalau anak tersebut sudah mengerti inti tujuan belajar, maka dia tidak akan murung dan putus asa jika tidak menjadi juara kelas sehingga otomatis tidak akan timbul rasa iri dan sirik, akan tetapi justru tetap tegar dan percaya diri terus rajin belajar menimba ilmu dengan tujuan akhir untuk menyayangi diri sendiri.

 

Jadi sifat CE AI merupakan suatu proses yang berkelanjutan, yang perlu selalu dipupuk, dibina, dan diperbaiki supaya lebih sempurna.

 

Contoh lainnya adalah dalam masalah sopan santun berlalu lintas. Sering kita melihat ada sebagian orang yang mengendarai kendaraan dengan cara PU CE AI (tidak menyayangi diri).

 

Dengan santai dan cuek mereka mengendarai motor ditengah jalan tanpa menghiraukan pengguna jalan lainnya. Orang seperti ini seakan bersikap tidak peduli terhadap tingkah lakunya yang beresiko membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain, mungkin ini karena anggapan bahwa jika terjadi kecelakaan antara motor dan mobil, maka mobil yang salah.

 

Tapi apakah tidak pernah terpikirkan bahwa jika sampai tertabrak oleh mobil akan beresiko menjadi cacat tubuh bahkan bisa-bisa meninggal, sehingga yang rugi adalah diri sendiri juga.

 

Berbeda dengan orang bersifat CE AI yang akan berkendaraan dengan selalu mentaati peraturan lalu lintas, menjaga dan memperhatikan keselamatan serta kepentingan diri sendiri maupun orang lain, sehingga mereka tidak akan bersikap membahayakan maupun merugikan orang lain dalam berkendaraan seperti berhenti dan parkir di tikungan jalan, parkir di depan pintu rumah orang dan lainnya.

 

Bagaimana dengan dunia usaha / dagang ?

 

Ya, sudah pasti seorang pengusaha yang bersifat CE AI akan mati-matian memupuk serta menjaga kepercayaan (SIN YUNG) dan nama baiknya. Sehingga tidak jarang yang merasa lebih baik merugi daripada harus kehilangan kepercayaan dan nama baiknya.

 

Saya kira Taoyu-taoyu budiman dapat menggunakan WU-nya untuk kasus dan contoh dibidang lainnya.

 

Yang jelas untuk memiliki sifat CE AI yang memadai, seseorang harus selalu waspada dan memperhatikan lingkungan disekitarnya, belajar dan kadang-kadang perlu berkorban untuk mencapai tujuan akhir yang bersifat menyayangi diri sendiri.

 

Jangan lupa bahwa hanya orang yang bisa menyayangi diri sendiri (CE AI) secara positif yang baru bisa menyayangi orang lain.

 

Bagi Taoyu yang kritis, cobalah dipikirkan bagaimana CE AI yang negatif itu ! Apakah ada ?

 

Yok, sedikit kita gunakan WU kita !!!

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*