Intan Dalam Debu – the web

Melangkah Menjadi Seorang Taoyu Sejati

Posted by adminidb June 24, 2013, under Volume 5 | No Comments





Melangkah Menjadi Seorang Taoyu Sejati

Intan Dalam Debu

 

Sebenarnya tulisan ini sudah pernah dimuat dalam majalah Intan Dalam Debu volume III. Di sini saya bermaksud untuk membahas lebuh dalam sehingga mudah-mudahan dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas dan berguna.

 

Bentuk asli dari permasalahannya adalah sebagai berikut:

“Pandu, Pandai, Pandir, Pakar, dan Paham. Apakah pentingnya untuk dimiliki oleh seorang Taoyu ?”.

 

Dari permasalahan inilah saya berpendapat bahwa dalam penafsiran secara positif, hal-hal tersebut dapat dijadikan salah satu resep kita untuk meningkatkan kemajuan kita dalam SIU TAO.

 

Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:

 

P A N D U

Berarti bahwa seorang Taoyu harus memiliki jiwa kepanduan, yang senantiasa menjadi penunjuk jalan kebenaran dan kebaikan untuk orang lain ( WU CI WU REN ), selalu ringan bahu pada setiap kesempatan orang lain membutuhkan pertolongan ( KUNG TEK ), dan yang utama adalah menjadi suri teladan bagi lingkungan kehidupannya ( CEN REN ).

 

P A N D A I

Berarti seorang Taoyu harus memiliki kepandaian yang tinggi, jadi tidak pernah berhenti belajar dan selalu mempelajari hal-hal yang baru tanpa merasa dirinya sudah menjadi seorang yang pandai.

 

P A N D I R

Berarti seorang Taoyu harus selalu bersikap rendah hati, harus disadari bahwa hanya dengan cara inilah dapat selalu menimba ilmu pengetahuan untuk mencapai kepandaian yang tinggi.

 

Diatas langit masih ada langit, didalam kehampaan misteri bersembunyi, apabila dapat menyadari hal seperti ini malapetaka dapat selalu dihindari.

 

Membanggakan diri sering datangkan rugi

Merendahkan diri tak hilang apapun sejari

Kalau pandai jangan menonjol-nonjolkan diri

Yang pandai berilmu tinggi biasanya seperti terendah tak kuat berdiri

 

P A K A R

Berarti seorang Taoyu seharusnya memiliki ketrampilan atau keahlian tertentu dalam bidang kehidupan, hal ini untuk membangun rasa percaya diri ( cinfidence ) yang tinggi supaya dalam memenmpuh jalan hidup yang penuh persaingan dapat berjalan dengan kepala tegak dan tidak tersingkir serta terkucil. Dapat selalu memegang teguh tanpa terombang-ambing dalam mengedepankan prinsip yang dimiliki.

 

P A H A M

Berarti seorang Taoyu harus memiliki tingkat kesadaran ( WU ) yang tinggi.

 

Bila bertindak selalu menggunakan kesadaran dan akal pikiran, bukan dengan kekuatan dan emosi. Sehingga dapat selalu mengerti dan memahami setiap peristiwa dan keadaan yang terjadi dengan tidak terbawa oleh arus bila harus mengikuti arus.

 

Sebelum bertindak harus WU, dalam bertindak tetap WU, selesai bertindak masih tetap WU.

 

Akan terasa lebih lengkap kalau kita melengkapinya dengan kutipan dari JING CHING CING yang mengatakan :
“ Apabila manusia dapat senantiasa menguasai dirinya, langit dan bumi ada didalam genggamannya”.

 

Urutan kelima pedoman diatas apabila kita telaah terasa ada kesamaan dengan ajaran yang terdapat dalam Thay Sang Law Cin Cen Cin, yang mengatakan :

 

Xiu Dao Xian Ming Dao

Ming Dao Xian Ming Li

Ming Li Dao Zhi Shi

Xue Dao Xin Bu Mi

 

Yang jika diartikan adalah :

 

Bila seorang ingin menjalani Siu Tao, dia harus terlebih dahulu mengerti dan memahami Tao (Ming Dao dianggap sebagai dasarnya = Paham).

 

Untuk memahami Tao seorang harus mengawalinya dengan mentaati hukum, norma, peraturan, etika, adat istiadat, dan budaya yang ada di dalam masyarakat ( Ming Li dianggap sebagai langkah awalnya = Pandu ).

 

Barulah belajar Tao tidak mengalami jalan buntu atau sesat jalannya, inipun ditegaskan dengan menempatkan semboyan Pandir sebagai intinya, yaitu “Xiu Xin” yang berarti selalu bersikap rendah hati.

 

Demikianlah sedikit pemahaman yang dapat saya jabarkan, saya berharap semoga dapat bermanfaat bagi sesama Taoyu.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*