Intan Dalam Debu – the web

Bagaimana menghadapi hidup ?

Posted by adminidb July 20, 2013, under Volume 6 | No Comments





Bagaimana menghadapi hidup ?

Oleh : Leo - Surabaya

 

Hidup ini hanya sementara dan segala sesuatu yang kita miliki juga hanya sementara. Dengan berpegang pada prinsip ini maka kita tidak akan diguncang, berbagai masalah yang dialami selama perjalanan hidup. Bencana yang paling besar adalah kematian, namun bagi orang yang Siu Tao kematian adalah badan kasarnya saja yang mati, karena badan/tubuh itu tidak kekal adanya. Karena proses alami (hukum alam) manusia tidak mati sekarang, suatu saat pun akan mati. Ada istilah kuno yang mengatakan LAHIR – TUA – SAKIT – MATI.

 

Kalau dalam kehidupan ini mengalami kesulitan, tidak perlu gelisah, kita hadapi dengan penuh ketabahan, jangan putus asa. Pepatah mengatakan ada malam pasti ada pagi, sebaliknya kita mendapat rejeki / keberuntungan janganlah menjadi sombong dan lupa daratan, karena hujan lebatpun tidak bertahan lama.

 

MISKIN > Rajin bekerja > Irit / hemat > menabung > kaya.

 

Kaya > sombong > royal / boros > menyeleweng > miskin.

 

Untuk mencapai kesempurnaan bathin, perasaan kita harus bisa seperti MATAHARI yang bersinar tanpa memikirkan/terpengaruh oleh pandangan orang lain, yang memuji, atau mengumpat karena teriknya. Matahari tetap melakukan fungsinya. Sifat kita harus seperti BUMI, biarpun dicangkul, dirusak, diambil isinya, tetap saja memberikan penghidupan kepada semua makhluk yang ada di alam semesta ini, Manusia -  Hewan – Tumbuhan, tanpa pandang bulu.

 

Pandangan umum bahwa kebendaanlah yang dapat membuat mereka bahagia, mereka tidak menyadari bahwa benda itu tidaklah kekal sehingga tidak bisa memberikan kepuasan secara langgeng dan abadi. Bagi yang SIU TAO tidak selalu mengejar harta benda, pandangan mereka lebih luas dan mendalam, ingin memegang sesuatu yang kekal.

 

Kita ketahui bersama kehidupan manusia tidak luput dari hukum alam, yang mula lahir sabagai bayi ( lemah ), tumbuh menjadi dewasa ( kuat ). Pada usia dewasa, tenaga mencapai puncak, kemudian setelah tua ( lemah kembali ), kesehatan semakin mundur yang pada suatu saat akan menjumpai hari terakhir dalam hidupnya.

 

Oleh karena adanya hukum alam ini bagi orang bijak ( Siu Tao ) dapat menyesuaikan hidupnya dengan pengetahuan yang mendalam, dapat mengatasi segala kesukaran dunia. Mereka mempunyai sifat yang tenang, dan tenang mengurangi hawa nafsu dan bisa puas, banyak berbuat kebajikan menjadikan dirinya bahagia dan tentram sehingga kita dapat menyatu dengan Alam/Tuhan/Thian.
Oleh : Leo - Surabaya

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*