Intan Dalam Debu – the web

DISKUSI : KOMITMEN DALAM SIU TAO

Posted by adminidb July 16, 2013, under Volume 6 | No Comments





DISKUSI : KOMITMEN DALAM SIU TAO

Oleh : Hendra

 

Dalam suatu kesempatan diskusi terjadi tanya jawab sebagai berikut :

 

Tanya : Apakah komitmen itu ?

 

Jawab : Komitmen adalah pernyataan yang disertai sikap yang mengandung maksud dan itikad kesungguhan, keterikatan, dan tanggung jawab.

 

Tanya : Apakah dalam belajar TAO (SIU TAO) kita harus mempunyai komitmen ?

 

Jawab : Menurut saya tentu saja dalam SIU TAO kita harus mempunyai suatu komitmen. Bahkan kalau kita ingin maju dan mencapai suatu tingkat yang tinggi, maka sebuah komitmen yang tinggi mutlak menjadi persyaratannya.

 

Tanya : Tapi kenapa sich belajar TAO harus punya komitmen ? Bukankah dengan adanya komitmen ini hanya membuat beban dan keterikatan saja, sedangkan belajar TAO khan harus tanpa beban dan bebas ? (singkatnya : alamiah ? CE RAN saja !!)

 

Jawab : saya punya pendapat bahwa yang namanya CE RAN / alamiah itu dalam konsep pemikiran belajar TAO bukanlah harus tanpa beban dan bebas sama sekali. Secara singkat, belajar TAO khan untuk menuju “Kesempurnaan” dengan cara revisi jiwa, raga, dan pikiran (SIU SIN YANG SING). Nah...., yang namanya revisi diri itu pasti bukan masalah yang gampang (buktinya sedikit yang berhasil), oleh karena itu harus dengan usaha keras dan banyak persyaratan yang harus bisa dipenuhi untuk melalui proses tersebut. Jadi yang namanya CE RAN / Alami itu, dalam benak saya bukanlah merupakan suatu konsep pemikiran yang berusaha membawa kita pada pengertian bebas dan tanpa beban dan tanpa ikatan sama sekali. Bagaimana  mungkin sich kita bisa hidup tanpa beban, tanpa ikatan dan sebebasnya dalam lingkungan sosial yang kompleks seperti sekarang ini. Pemahaman CE RAN / Alami itu justru harus ditangkap secara seluas-luasnya untuk diinternalisasikan kedalam diri kita agar kita mendapatkan suatu keseimbangan dan keharmonisan didalam bathin sehingga mendapatkan ketenangan dan kekuatan. Jadi jika sudah mau belajar TAO dan maju, ya tentunya sudah pasti (mau tidak mau) harus berusaha menunjukkan komitmen sikap yang sesuai konsep pemikiran TAO secara utuh.

 

Tanya : “ Yang namanya komitmen itu khan urusan orang masing-masing, lagi pula yang penting khan hatainya ?

 

Jawab : “ Setuju 100% ! “

 

Tanya lagi : “ Lalu kenapa orang harus dipaksa untuk berkomitmen ? “

Jawab : “ Lho, siapa yang memaksa anda dan siapa sich yang bisa memaksa anda berkomitmen ? Yang dimaksud komitmen disini adalah komitmen, bukan “komitmen-komitmenan” (komitmen palsu) yang Cuma dibibir saja. Komitmen disini juga memang tidak perlu diucapkan dan dipublikasikan dimass media. Cukup ditaruh didalam hati masing-masing, karena otomatis sikap dan perilaku kita akan mengikuti. Permasalahannya begini, kita khan selamanya tidak pernah tahu dalamnya hati orang itu bagaimana ? Jadi kalau dibicarakan sama saja debat kucing (ini sengaja dan bukan salah tulis, karena saya menganggap kucing kalau debat lebih berisik dan parah dari kusir).

 

Pada akhirnya seseorang itu baik atau tidak baik, punya komitmen atau tidak, khan diapandang dari bagaimana sikap dan perilakunya terhadap apa yang diutarakan, selama seseorang bisa konsisten dan langgeng bersikap serta berperilaku penuh komitmen, ya tentunya kita harus angkat topi memberikan salut dan respek serta mengakui bahwa orang itu berkomitmen. Tapi jika kasusnya yang “Hanya dibibir saja !” maka “Dunia ini panggung bersandiwara!” Maka menurut saya, kita tidak perlu memperdebatkan apa yang ada di hati masing-masing, lebih baik kita bercermin dan melihat bagaimana sikap dan perilaku kita, apakah memang sudah sepantas dan sewajarnya atau masih banyak kekurangan dan kelemahan disana sini yang tentunya harus kita perbaiki. Dalam bercermin ini pun adalah sangat bijaksana jika kita sangat memperhatikan pendapat-pendapat dan penilaian dari orang lain terutama untuk hal-hal yang negatif.

 

Tanya lagi : Apakah komitmen yang tinggi tersebut hanya terhadap TAO nya saja, tanpa perlu mempedulikan lingkungan sosial dan alam yang ada ?

 

Jawab : Bagaimanakah kita bisa dikatakan berkomitmen atau bahkan memiliki komitmen yang tinggi terhadap TAO, kalau terhadap lingkungan sosial dan alam  disekeliling kita saja kita tidak memiliki komitmen. Khan TAO itu meliputi segalanya !

 

Tanya : Kalau kita sebagai manusia harus punya komitmen terhadap lingkungan sosial dan alam sekeliling kita, maka apakah otomatis kita harus selalu mencampuri dan melibatkan diri secara langsung terhadap segala hal/permasalahan yang ada dalam lingkungan sosial dan alam disekeliling kita ?

 

Jawab : Tentunya ya, tapi harus secara positif, dan juga sejauh masih didalam batas-batas kemampuan yang ada serta dengan segala pertimbangan menggunakan kesadaran yang tertinggi ( WU yang kita miliki ).

 

Penanya : hmmm....., kok rumit amat sich !?!

 

Jawab : ( dalam hati ) Inilah TAO saking sederhana dan mendasarnya, maka justru tidak gampang di-mengerti dan dipandang sangat rumit dan dalam !!!

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*