Intan Dalam Debu – the web

Sekilas KUNG TEK

Posted by adminidb July 20, 2013, under Volume 6 | No Comments





Sekilas KUNG TEK

Oleh : Efendy

 

Alkisah, ada seorang TaoYu yang sedang berkeluh kesah dijalanan Jakarta, sambil mengamati jalanan Tai Yu itu bertanya pada diri sendiri “Kok ada banyak sekali mobil yang mahal dijalanan dan hampir tak terhitung ada berapa didunia ini tapi tak ada satupun punya saya??? Kenapa banyak sekali rumah di Jakarta tapi tidak satupun punya saya??? Rupanya sang Tao Yu sedang dilanda pertanyaan yang mungkin umum dipertanyakan oleh hampir setiap orang yang hidupnya “pas-pas an” dengan kata lain sang Tao Yu lagi stress-stressan gara-gara mungkin temperature yang tinggi di Jakarta ataupun hatinya lagi melankolis.

 

Alkisah, Fu Fak Sen sang Tao Yu tersebut mendengar dan mengetahui permasalahan muridnya yang sedang “broken heart” ini, lalu Fu Fak Sen pun bertindak walaupun temperatur lagi panas yang dapat merubah wajahnya menjadi Judge Bao alias bisa “keling”.

 

Maka berdialoglah Guru dan murid ini dijalanan yang panas, begini bunyinya :

Fu Fak Sen : Eh, muridku kenapa muka mu ditekuk kayak burung perkutut ?

Tao Yu : Anu Sen, heran kenapa yah rejeki saya kok ngepas pas pas plast. Nggak bisa beli mobil, apartment, bahkan untuk makan di Siezler pun susah. Harus nabung tiga bulan dulu, ngenes nggak Sen ?

Fu Fak Sen : Jadi yang anda pertanyakan apa ???

Tao Yu : Yah, kenapa ya Sen, kan ane sudah Siu Tao, bekerja keras, ke klenteng ............ Tapi yah gini-gini aja, Sen ???
Fu Fak Sen : Mau jawabannya ? Kalau mau kamu perhatikan itu tuh !

Tao Yu : Apaan Sen ?

Fu Fak Sen : Lihat itu tukang bajaj, tukang sampah, orang kaya di mobil. Lihat itu yang punya rumah, yang tak berumah, Lihat dirimu

Oke ?? Bye-bye

 

Alkisah Fu Fak Sen meninggalkan muridnya dalam keadaan bingung karena disuruh untuk melihat “dunia”.

 

Setelah beberapa hari kemudian rupanya roda “WU” sang Tao Yu berjalan juga dia berkesimpula bahwa “Kenyataan yang ada saat ini adalah realita saat ini, bila saya miskin inilah hasil dari “kerjaan saya dahulunya, dahulu dimana saya tanam ( Kung Tek ) saya juga akan yang akan memetik hasilnya”.

 

Jadi kesimpulannya, bukan Sen tidak mau tolong saya, tapi bila saya jadi Sen, saya pasti harus bijaksana menolong yang ada “modalnya” dan susah menolong manusia bila tak ada modalnya, siapapun dia.

Dan Fu Fak Sen pun datang kembali.

Fu Fak Sen : Sudah mengerti ???

Tao Yu : Sangat mengerti Sen. Yakin.

Fu Fak Sen : Selamat muridku anda sudah mengerti sedikit tentang Tao.

Dan selamat anda sudah mulai “tidak mengerti”.

Tao Yu : Hah ??????

 

Dari cuplikan diatas bisa dipetik bahwa memang banyak yang bertanya apa benar Kung Tek is “Power”? Apa benar Kung tek bisa menolong kita pada masa depan / masa yang akan datang ? Apa benar Kung Tek itu perlu ?
Jawabannya ada pada diri kita sekarang ini, bahwa keadaan kita sekarang ini adalah hasil dari nilai Kung Tek masa lalu kita, hingga kita bisa menjadi kaya, miskin, pintar, bodoh, ketemu ajaran Tao, ketemu ajaran lainnya.

 

Jadi bila kita ingin lebih baik, yah berbuatlah Kung Tek sebanyak-banyaknya.

 

Caranya ? Macam-macam tapi yang paling mudah biasakan setiap sembahyang di Klenteng ataupun di Tao Kwan masukkan “dolar” anda kekotak Kung Tek, berapapun nilainya yang penting “Tulus”.

 

Berpikiran baik juga merupakan tindakan Kung Tek yang bernilai.

 

CE SIN KWE MING LI THAY SANG LAUW CIN, Tulus abdiku THAY SANG LAUW CIN, Tulus abdiku THAY SANG LAUW CIN.

 

Oleh : Efendy

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*