Intan Dalam Debu – the web

TIPS MENULIS ARTIKEL

Posted by adminidb July 13, 2013, under Volume 6 | No Comments




TIPS MENULIS ARTIKEL

Intan Dalam Debu

 

Ala bisa karena biasa ”.

 

Diatas adalah sebuah ungkapan lama yang sangat menarik untuk kita gunakan sebagai awal tulisan ini. Menulis artikel merupakan suatu kegiatan yang gampang-gampang sulit. Terlihat gampang bila kita memiliki semangat untuk menuangkan isi pikiran kita. Terasa sulit karena kita jarang melakukannya atau tidak tahu bahwa hal itu sebenarnya gampang dilakukan bila kita memiliki sedikit dasarnya. Untuk menulis secara sederhana, semua orang yang bisa membaca dan menulis sudah cukup untuk memulainya. Tidak perlu harus sekolah tinggi-tinggi.

 

Sebagai pembaca, kita meraasa mendapat banyak manfaat dari tulisan-tulisan karya orang lain. Tapi pernahkah terpikir diri kita untuk turut memberikan sesuatu yang dapat berguna juga bagi orang lain. Mungkin terlalu berlebihan bila hal ini dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk kungtek (amal kebajikan), tetapi setidaknya kita sudah berusaha untuk memberikan setetes jerih payah dari niat baik kita.

 

Agar tidak terlalu bertele-tele, maka marilah kita mulai memfokuskan diri kita tentang bagaimana belajar untuk memulai menuliskan buah pikiran kita. Sebuah karangan yang baik, tentu bisa memenuhi kebutuhan informasi pembaca. Oleh karena itu didalamnya harus dilengkapi oleh struktur informasi yang dirumuskan dengan “5W 1H” yaitu : What (apa), Who (siapa), When (kapan), Where (dimana), Why (mengapa) dan How (bagaimana). Agar ke enam unsur pokok itu bisa tertuang dengan baik dalam sebuah karangan, maka kita harus merencanakan struktur dari karangan tersebut. Untuk itu, akan dijelaskan terlebih dahulu mengenai konsep dasar sebagai berikut:

  • Tema utama
  • Pokok pikiran utama
  • Pokok pikiran pembantu

 

Dengan membuat 3 hal pokok ini, maka kita dengan mudah menjawab “5W 1H” yang tersusun secara rapi.

 

Dalam suatu artikel, biasanya terdapat suatu tema utama. Tema utama adalah pokok dari sesuatu maksud yang ingin kita sampaikan ke pembaca. Tema utama dapat digunakan sebagai dasar pembuatan judul karangan kita. Disamping itu dalam tema utama juga terkandung maksud / tujuan dari tulisan kita. Oleh karena itu, sebelum menuliskan ke dalam kertas, sebaiknya kita merenungkan dulu tema utama apa yang ingin kita sampaikan.

 

Setelah tahu tema utamanya, kita dapat menentukan Pokok pikiran utama dan pokok pikiran pembantu. Dalam sebuah judul biasanya terdapat hanya satu pokok pikiran utama dan beberapa pokok pikiran pembantu merupakan penjabaran dari tema utamanya.

 

Pokok pikiran utama adalah garis besar dari isi karangan kita dari awal sampai akhir. Dengan kata lain, setiap baris isi dari karangan kita tidak boleh melenceng dari pokok pikiran utama ini. Jadi, pokok pikiran utama adalah penjalin keseluruhan cerita dan merupakan batasan agar tulisan kita terarah, tidak mencla-mencle atau ngalor-ngidul.

 

Karena biasanya pokok pikiran utama masih sedemikian luas dan ngambang, maka kita perlu membuat beberapa pokok pikiran pembantu. Pokok pikiran pembantu dapat merupakan suatu jalinan cerita menurut waktunya (kronologis) atau merupakan jalinan penalaran / logika.

 

Sebelum melangkah lebih lanjut, marilah kita latihan dulu dengan contoh di bawah ini.

 

Misalnya suatu ketika anda mengalami suatu mukjijat kesembuhan dari Dewa-dewi kita, lalu bagaimana menceritakannya? Untuk itu sebelumnya kita merenungkan terlebih dahulu apa tema utama, pokok pikiran utama dan pokok pikiran pembantunya. Tapi untuk pertama kali, ada baiknya bila kita berlatih diatas secarik kertas.

 

Diatas kertas buram itu kita buat kerangka sebagai berikut:

 

Tema utamanya menceritakan  : Kemukjijatan Dewa-Dewi kita.

 

Pokok pikiran utama : Sembuh secara ajaib dari penyakit jantung di tahun 1998.

 

Pokok pikiran pembantu :

  1. Betapa sengsaranya mengalami sakit jantung.
  2. Usaha-usaha mencari pengobatan kemana-mana.
  3. Mengenal TAO dan mulai berlatih TAO YING SUK.
  4. Pengalaman selama dua tahun berlatih.
  5. Ternyata saya sudah sembuh.
  6. Bagaimana perasaan senang yang dialami.

 

Nah, bila itu maksud pikiran anda sudah dijabarkan seperti di atas tentu akan lebih mudah untuk melengkapinya secara lebih mendetil. Menulis artikel dapat kita umpamakan seperti jika ingin membangun rumah, tentu kita harus tahu dulu maksud hati ingin membangun rumah seperti apa. Selanjutnya lalu kita mulai mencorat-coret menggambarkan imajinasi kita. Dalam membangunnya menjadi bagus pun harus satu-persatu dari pondasi, dinding dan seterusnya. Mulai dari yang masih kasar, sampai bentuk bangunannya mulai tampak, lalu kita poles satu persatu menjadi halus dan apik. Demikian juga dalam menulis sebuah artikel tentu juga tidak bisa langsung sekali jadi. Pertama-tama kita menulis sedikit, lalu kita menambahi sedikit-sedikit agar lengkap, mengoreksi yang masih salah atau kurang sesuai dengan keinginan hati.

 

Setelah memiliki gambaran mengenai apa yang ingin kita tuliskan, lalu kita mulailah menjabarkan point-point di atas sehingga menjadi isi karangan. Setiap pokok pikiran pembantu dapat menjadi sebuah alinea. Dalam contoh diatas berarti terdapat 5 buah alinea. Tetapi disamping isi karangan, dalam sebuah karangan, kita mengenal adanya pembuka dan penutup. Seperti kita bertamu ke rumah orang, tentu ada permisi ketika datang dan pamitan ketika pulang.

 

Pembuka dapat berisikan berbagai macam hal, misalnya: maksud hati anda menceritakan pengalaman itu, atau dapat berisikan latar belakang dari kisah tersebut, atau hal-hal sebelumnya yang terjadi. Sedangkan penutup biasanya berisi kesimpulan atau wejangan / hikmah dari pengalaman tersebut.

 

Setelah selesai, lalu kita baca sekali lagi karangan kita tersebut. Kita bertanya dalam hati, apakah sudah sesuai dengan tema yang ingin kita tuliskan. Bila sudah sesuai, barulah kita membuat Judul. Judul karangan dapat sama dengan tema utama, tetapi dapat pula sesuatu yang lainnya. Yang terpenting dalam suatu judul adalah jelas dan menarik hati pembaca untuk membaca karangan kita. Untuk contoh diatas misalnya dengan menggunakan judul :

 

“Mukjijat dari Shen: Sakit Jantungku sembuh!” tentunya akan lebih kuat dan menarik daripada bila kita memberikan judul :

 

“Penyakit saya sembuh”.

 

Contoh pengembangan karangannya : (Pembukaan)

 

“Sehat lebih berharga dari segala kekayaan di dunia ini” begitulah bunyi pepatah, tetapi siapa yang benar-benar menyadari makna sebenarnya dari kalimat tersebut di atas? Banyak orang yang sudah mengerti pepatah ini, tetapi sudahkah ia merasakan bagaimana nilai dari arti kata “sehat” itu sendiri?

 

(Pokok pikiran pembantu 1 : Betapa sengsaranya sakit jantung)

 

Saya sudah 15 tahun dinyatakan menderita penyakit jantung koroner. Setiap hari menderita karena rasa nyeri di dada. Tetapi tidak sampai disitu saja penderitaan saya, karena betapa saya harus rela mengorbankan untuk tidak memakan makanan-makanan yang saya sukai. Betapa saya harus selalu ingat dan tergantung setiap saat untuk meminum obat resep dokter dan membawa kemanapun saya pergi. Sungguh menderita rasanya, pekerjaan menjadi terganggu dan yang terlebih parah lagi adalah karena saya sangat sedih bila membayangkan : “Mungkinkah saya dapat melihat anak-anak saya tumbuh besar serta sempat menimang cucu........!?

(Pokok pikiran pembantu 2 : Usaha-usaha mencari pengobatan kemana-mana)

 

Mengalami penderitaan semacam ini, tentu saya tidak duduk bertopang tangan. Kebetulan Tuhan memberikan rejeki yang berkelimpahan kepada saya. Uang tidak menjadi masalah. Sudah berpuluh dokter spesialis terkenal yang saya datangi, bahkan sampai harus berobat ke luar negeri, tapi semua tanpa hasil yang memuaskan. Bahkan usaha terakhir dengan operasi bypass pun hanya memberikan keberhasilan sementara saja. Dua tahun setelah itu, penimbunan lemak di pembuluh darah kapiler terjadi lagi. Berbagai macam cara pengobatan baik barat dan timur pun sudah dicoba. Diet dan olah raga tidak pernah lupa, tetapi hasilnya sama saja.

 

(Pokok pikiran pembantu 3 : Mengenal TAO dan mulai belatih TAO YING SUK)

 

Secara tak disengaja, pada tahun 1997 saya diperkenalkan oleh sahabat saya untuk belajar TAO YING SUK. Tadinya saya hanya berpikir, ada baiknya bila sebelum mati saya bisa menemukan setetes kebenaran. Hanya itu saja harapan dan permintaan saya.

 

(Pokok pikiran pembantu 4 : Pengalaman selama dua tahun berlatih)

 

Setiap hari saya berlatih rutin dua sampai tiga kali sehari, dimana setiap latihan saya lakukan kurang lebih satu setengah jam sampai badan berkeringat sejagung-jagung. Walaupun tidak pernah mengerti apa maksud dari gerakan-gerakan pada setiap latihan tetapi saya ikuti saja dan saya anggap sebagai olah raga.

 

Anehnya setiap selesai latihan saya bukan merasa lelah dan penat, malah badan terasa segar dan semakin kuat. Demikian seterusnya selama setahun lebih. Permulaannya hanya gerakan-gerakan tangan berputar-putar saja yang saya rasakan, tetapi lama kelamaan mulai merasakan adanya hawa yang mengalir berputar-putar disekitar perut. Lama kelamaan hawa tersebut naik kearah dada dan terasa panas serta seakan-akan memijat-mijat dada saya.

 

(Pokok pikiran pembantu 5 : Ternyata sudah sembuh)

 

Pada suatu hari, ketika melakukan olah raga lari pagi yang rutin saya lakukan, tiba-tiba saya baru sadar bahwa hari ini saya telah melakukan putaran kelima. Menyadari ini, saya langsung berhenti berlari dan berjalan pelan-pelan sembari merasa-rasakan dada saya. Aneh, biasanya dalam putaran ke-4 saya sudah mulai merasakan nyeri. Keesokan harinya, ketika kembali melakukan aktivitas rutin ini, saya mencoba untuk melakukan putaran ke-5 dan ke-6 dan seterusnya sampai kehabisan nafas sendiri dan kaki pegal-pegal, tapi kok aneh,.....dada saya kok tidak nyeri. Girang bercampur heran, saya memutuskan untuk kembali check up ke dokter.......ternyata saya dinyatakan sembuh!!!!

 

(Pokok pikiran pembantu 6 : Bagaimana perasaan senang yang dialami)

 

Anda bisa bayangkan betapa senangnya hati saya saat itu. Haru bercampur rasa syukur aduk mengaduk menjadi satu. Saya langsung memberitahu istri dan saudara-saudara saya. Mereka heran bercampur takjub.........dst.

 

(Penutup)

 

Begitu ajaibnya kemukjijatan SHEN. Oleh karena itu saya sekarang semakin yakin, bahwa bila SHEN menghendaki kita untuk sembuh, maka siapapun pasti dapat disembuhkan olehNya. Barangkali SHEN memberikan kemukjijatan ini kepada saya, agar saya bisa memberitakannya kepada saudara-saudara yang lain agar mereka lebih kuat dan tekun berlatih. Hanya itu saja yang bisa saya ceritakan, bila anda tidak mengalami sendiri, tentu sulit untuk membayangkan perasaan saya ini. Saya hanya mengingatkan dan memberikan kesaksian ini agar anda............dst.

 

Nah, selesai sudah sebuah karangan yang sudah memenuhi persyaratan jurnalistik sederhana yang baik. Ternyata memang tidak terlalu sulit khan, membuat sebuah artikel itu jika kita tahu cara dan tekniknya ! contoh diatas adalah sekedar rekayasa saja, bukan yang sebenarnya terjadi. Jadi sekarang tinggal kita ikuti proses dan teknik pembuatan sebuah karangan berdasarkan apa yang mau kita sampaikan dan uraikan. Semoga tips ini dapat bermanfaat bagi semuanya, dan selamat mencoba, mengembangkan dan berkreasi !!

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*