Intan Dalam Debu – the web

Yang terbaru dari Magelang

Posted by adminidb July 21, 2013, under Volume 6 | No Comments





Yang terbaru dari Magelang

Oleh : Tan Tjoen Hok – Magelang

 

Dengan penuh rasa suka cita dan terima kasihnya pada LIE SE FU atas kesempatan dan waktu yang diberikan kepada kami untuk belajar HONG SUI lengkap dengan melihat wajah dan garis tangan. Kami siswa HONG SUI ini berjumlah 15 TAO YU dari kota Wonosobo, Parakan, temanggung, Magelang, Muntilan, Jogya, Surabaya serta Denpasar-bali. Pelajaran di pusatkan di Surabaya dan dimulai pada hari Minggu tgl 31 November 1999 sebagai awal pertama kami belajar pada SE FU. Sungguh di luar perkiraan kami bahwa ilmu yang kami pelajari ini, sungguh menakjubkan dan luar biasa, dari sisi tehnik, menguak misteri, cara mengkias, mencari sesuatu yang baik dsb, Sefu juga mengingatkan kami tentang tata cara dan kode etiknya bila mana kami ada yang praktek langsung dan juga yang tak kalah menariknya walau memang kita dari TAO YING SUK, kita sering pula dibantu oleh SEN namun dengan belajar HONG SUI ini kita mendapat teori dan cara yang istimewa hingga bila berpraktek, kita telah mempunyai skill / kemampuan yang memadai hingga kita makin piawai, tentu saja harus ditunjang oleh jam terbang alias praktek di lapangannya plus memang yang bersangkutan berbakat dan benar-benar hobby di bidang yang satu ini.

 

Kami datang ke Surabaya untuk belajar sebanyak 6 kali dan telah disumpah pada hari minggu tgl 16 April 2000 juga di Surabaya. Banyak hikmah yang perlu dipetik dari arena belajar HONG SUI ini, untuk menjadikan kami lebih mawas diri, punya integritas yang tinggi dan meningkatkannya sebagai seorang TAO YU yang berkwalitas pula.

 

Setelah selesai praktek di lapangan yang diadakan pada tgl 27 Mei’00, sepanjang hari Sabtu pagi hingga disambung berdiskusi sampai jam 22.15, semuanya beristirahat. Esoknya kami siap untuk praktek lagi di lapangan dari pagi hingga sore hari, praktek tersebut diselenggarakan di sekitar Magelang dan Jogya, sampai pukul 16.00. Pada saat itu, kami mendapat wejangan-wejangan yang baik sekali yaitu: “Tetap jangan mati pada satu titik alias harus lentur pada ‘sikon’ yang ada dan..... tetap kecerdikanlah yang pegang peranan”.

 

Setelah acara praktek lapangan di daerah Magelang-Jogya usai pada sore hari, maka pada malam harinya masih diadakan acara yang sudah ditunggu-tunggu oleh para TAO YU di kota Magelang dan sekitarnya, yaitu ‘Acara pertemuan dengan seluruh TAO YU / CIANG TAO’

 

Acara ini diselenggarakan di gedung hotel di Magelang – sebuah hotel yang asri, sejuk dan aman. Di luar dugaan, acara ini dihadiri oleh lebih dari 200 TAO YU di antaranya dari kota-kota Karesidenan Kedu seperti Wonosobo, Parakan, Temanggung, Magelang, Muntilan, Kebumen. Kami juga mengundang rekan TAO YU dari Semarang, Sukorejo, Purworejo dan daerah lain yang belum sempat kami pantau, pokoknya memang sangat indah dan antusias sekali para TAO YU untuk menjumpai SE FU dalam acara temu wicara ini.

 

Acara dimulai tepat pukul 19.00, sebelumnya ditampilkan lagu-lagu TAO yang dibawakan oleh adik-adik kecil dan disusul para TAO YU yang diantaranya membawakan lagu ‘ CO CIN SIN SE TAY’ (Menuju era baru), makna lagu itu sepertinya juga ada hikmahnya bagi kita yang SIU TAO: ‘Agar tetap pegang teguh TA kita, menyadarkan juga kita ini untuk diestafetkan/ diturunkan pada generasi penerus kita.

 

Saat dimulai acara, kami melihat sejenak SE FU terhenyak dan merasa terharu sekali melihat penampilan adik kecil yang membawakan lagu TAO, karena di tangan adik-adik dan kaum remajalah kelak, tongkat estafet kepemimpinan di masa yang yang akan datang akan bergantung. SEFU sendiri juga sedikit kaget, karena di luar dugaan beliau, perkiraan beliau yang hadir paling-paling di bawah 100 TAO YU saja. Semoga inilah indikasinya kemajua TAO kita, tentu saja seiring dengan kemajuan dan perobahan jaman sudah selayaknya kitapun harus maju. Berbenah dan membenahi diri kita ini untuk menjawab tantangan yang ada.

 

SEFU juga mengindikasikan banyak permasalahan-permasalahan yang timbul di daerah-daerah. Beliau mengharapkan agar kita semua bisa DWAN CIEK, bersatu padu sesama saudara dalam TAO, salah satunya SE FU mengingatkan saat ketika kita mau di TAO YING sepertinya sudah ada semacam janji 8 pasal. Bagaimanapun kita ini harus berupaya bisa menjadi teladan bagi adik-adik penerus kita ini.

 

Pertemuan diakhiri sekitar pukul 23.00 malam.

 

Semoga pertemuan itu akan membawa manfaat bagi kita semua.

 

Pada pertemuan itu, ada suatu hal yang menjadi hikmah bagi kita yaitu Seorang TAO YU dari Wonosobo yang sudah berumur, beliau ini sudah cacat karena pernah kena sakit jantung dan beliau berjalan pakai kursi roda, rupanya hambatan ini tidaklah menyurutkan semangatnya untuk datang dari Wonosobo yang cukup jauh ke Magelang, untuk berjumpa dengan SE FU dan mendengar wejangan-wejangannya. Inilah yang patut kita hargai sebagai teladan yang sejati, ‘ selama hayat masih dikandung badan, TAO tak akan luntur sedikitpun’

 

Setelah selesai, diiringi lagu DWAN CIEK CIU SE LIK LIANG dan lagu CAY CIEN, semua TAO YU kembali ke daerah masing-masing.

 

Salam TAO.
Oleh : Tan Tjoen Hok – Magelang

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*