Intan Dalam Debu – the web

SERSIL (Serius tapi usil) : Sama-sama nggak tahu…………….

Posted by adminidb July 30, 2013, under Volume 7 | No Comments





SERSIL (Serius tapi usil) : Sama-sama nggak tahu................

Intan Dalam Debu

 

Ubi          : kenapa kamu belajar Tao?

Kentang : Karena bagus, ajaran dan teorinya sangat baik dan masuk akal.

Ubi          : kalo gitu kan mendingan sekolah aja yang tinggi, kan teorinya sangat baik, masuk akal, sistematis, dan berguna, sedangkan belajar Tao kan tidak sistematis itu dan perlu mempelajari sendiri, capek kan? Lalu apa gunanya?

Kentang : belajar apa saja memang perlu usaha, dan ajaran Tao itu sangat berguna karena justru memberikan ajaran tentang kehidupan.

Ubi         : Jelasnya apa sih yang kamu maksudkan dengan ‘ajaran kehidupan’ itu?

Kentang : Di dalam Tao kita diajarkan untuk menjadi seorang manusia yang sempurna dan seutuhnya.

Ubi          : Apakah ‘manusia sempurna dan seutuhnya’ itu? Apa ya ada? Kalau nurut saya, di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, karena definisi ‘sempurna’ itu kan sangat luas, tergantung dari siapa yang mengatakan.

Kentang : Lha, justru itu. Soalnya saya belajar Tao karena Tao itu sempurna, sedangkan saya sebagai manusia merasa sangat tidak sempurna, dan saya berusaha untuk maju terus ke arah yang sempurna itu. Tentunya, kamu juga pasti tertarik khan?

Ubi         : Tunggu dulu.........., seperti yang saya katakan dimuka: ‘kesempurnaan’ itu kan tergantung siapa yang mengatakannya. Kalau menurut kamu “Tao” itu sempurna kan belum tentu menurut orang lain adalah ‘sempurna’ juga. Lalu darimana kamu tahu bahwa ‘Tao’ itu sempurna?

Kentang : Iya, justru sesuatu yang ‘sempurna absolut’ itu saya definisikan sebagai ‘Tao’ Kamu mau pakai istilah atau bahasa lain juga boleh.

Ubi         : lalu apakah mungkin manusia itu bisa sempurna. Bukankah manusia itu sudah ditakdirkan dalam ‘ketidaksempurnaan’.

Kentang : Memang mencapai sempurna seperti tao itu, rasanya tidak mungkin. Tapi kalau kita bisa terus mengikuti dan menjalankan apa yang diajarkan, tentunya kita bisa mendekati kesempurnaan itu.

Ubi         : Nah, padahal kamu sebelumnya mengatakan untuk menjadi manusia ‘sempurna’ sedangkan sekarang hanya ‘mendekati sempurna’, lalu kenapa masih mau? Apa manfaatnya/ Sebetulnya apa sih yang ingin kamu capai?

Kentang : Justru karena sekarang gua belum sempurna maka saya juga enggak tahu.

Ubi         : Kalau enggak tahu kenapa dipikirin.

Kentang : Justru disitu seninya,......untuk tahu, ya pikir aja sendiri......

Ubi         : ..................................!!!!!? (sebel)

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*