Intan Dalam Debu – the web

Xiaoyao

Posted by adminidb August 3, 2013, under Volume 7 | No Comments





Xiaoyao

Oleh : Daniel Lie

 

Seringkali kita mendengar bahwa kita kaum Siu tao adalah kaum yang Xiaoyao, dan sering disebut-sebut sebagai Xiaoyaopai. Tetapi apakah sebenarnya arti dari Xiaoyao dan Xiaoyaopai tersebut?

 

Ati menurut kamus, Xiaoyao adalah gembira ria. Pai adalah kelompok. Jadi Xiaoyao Pai berarti : kaum yang gembira ria. Tapi apa dan bagaimanakah yang dimaksudkan dengan ‘gembira ria’ tersebut? Apakah berfoya-foya, mabuk-mabukan, fly karena obat-obatan dsb dapat disebut sebagai Xiaoyao itu? Sebagian orang mengira bahwa Xiaoyao itu artinya gembira ria tanpa aturan, mentang-mentang karena disebutkan bahwa didalam Tao itu tidak ada pantangan. Betulkah!? Salah....!

 

Xiaoyao memang berarti gembira ria, tapi dalam pengertian yang positif atau sejalan dengan pengertian Taonya. Sebenarnya lebih mudah ditangkap apabila Xiaoyao itu diartikan sebagai: ‘tanpa beban’. Jadi dalam menjalani hidup ini kita tetap rileks, optimis dan bisa menikmatinya sebagai sesuatu yang indah. Nah, kalau sudah begini bukankah dikatakan riang gembira?

 

Untuk mengatakan memamng mudah, tapi menjalankannya memang sulit. Oleh karena itulah kita perlu Siu Tao. Setelah menjalani sekian lama, maka pengertian kita akan sampai pada taraf yang cukup. Sifat dan perbuatan kita akan mengalami perbaikan. Pada taraf ‘teratur’ inilah barulah kita akan bisa menjalankan ‘Xiaoyao’ yang sebetulnya. Meskipun kelihatannya sulit tapi juga enggak sulit.

 

Hidup memang unik. Setiap orang memiliki masalah dan problemnya sendiri-sendiri. mungkin dalam 100 hal, 80 adalah enggak enaknya. Tapi saya percaya, bahwa bagian yang tidak enak itu adalah merupakan gemblengan juga. Kalau kita bisa menyadari bahwa Shen itu selalu mengajar kita, maka bukankah gemblengan itu merupakan suatu pelajaran juga? Nah, kalau sudah begini, walaupun dalam kondisi susah, kadang-kadang kita juga ketawa sendiri melihat tingkah polah kita ini, Jika demikian, maka beban itu pun terasa agak ringan.

 

Sebenarnya untuk mencapai taraf Xiaoyao itu, kita perlu menumbuhkan beberapa sifat positif dalam diri kita. Sikap tersebut misalnya adalah:

  • Optimis
  • Rendah hati
  • Lapang dada
  • Cinta kasih
  • Mengampuni dan memaafkan
  • Tidak egois

 

Untuk bisa mencapai sifat demikian, mau tidak mau kita harus selalu Siu (koreksi diri). Hal itu bisa tercapai bila kita rajin berlatih dan memperluas wawasan pengertian kita. Disamping itu kita juga harus rajin berdoa mohon bimbingan dan kekuatan dari Shen, serta mampu bersyukur atas apa yang ada saat ini.

 

Selalu bersyukur akan sangat membantu meringankan beban kita. Mengapa? Karena manusia selalu cenderung mengingat-ngingat kejadian yang menyakitkan. Bwah sadar kita akan menyimpan memori-memori berdasarkan persepsi emosi kita (sikap), apabila sesuatu kejadian kita persepsikan sebagai positif, maka tumpukan materi yang akan kita akumulasikan  dalam kesadaran juga merupakan suatu materi yang menguatkan (menimbulkan optimisme). Hal itu sudah pasti karena setelah Siu Tao, Shen telah banyak membantu dan memperbaiki nasib kita, walaupun kita mungkin tidak menyadarinya. Oleh karena itu kita harus bersyukur atas apa yang telah kita terima . Kalaupun kita tidak bersyukur bila menerima hanya ‘sedikit’, apakah Shen mau memberi lebih banyak lagi. Ibarat kita mmberi anak kecil hadiah, tapi ia tidak berterima kasih malah marah-marah, apakah kiranya kita mau memberinya lagi?

 

Turut dalam aktivitas sosial juga akan membantu kita mengubah diri untuk tidak egois. Bila seseorang mampu berbahagia bila melihat orang lain bahagia, maka bukankah akan selalu gembira. Apalagi bila ia memiliki kemampuan lebih untuk memberi. Bukankah akan banyak orang yang akan bergembira dibantunya dan kalau demikian ia pun akan selalu merasa bahagia.

 

Nah, sebenarnya banyak yang masih bisa dibicarakan mengenai Xiaoyao ini, karena artinya sebetulnya sangat dalam. Tidak mungkin untuk membeberkannya semua disini. Oleh karena itu, penting juga untuk sering datang berdiskusi dan berkumpul dengan saudara-saudara yang lainnya. Karena datang berkumpul, bertanya-tanya, sambil bercanda ria itu sendiri akan membantu meringankan beban kita. Bukankah teman itu ada untuk membantu kita dalam kesusahan!?

 

Jadi, Xiaoyao yang dimaksudkan dalam Tao itu adalah kebahagiaan dalam arti yang sebaik-baiknya, suatu kegembiraan yang sejalan dengan Tao / Kebenaran; bukan kegembiraan atau pemuasan nafsu sesaat belaka ataupun kegembiraan atas kesusahan orang lain. Bukankah kita Siu Tao adalah untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat.....?

 

Oleh : Daniel Lie

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*