Intan Dalam Debu – the web

BETAPA NGERINYA TIDAK PERCAYA HUKUM KARMA

Posted by adminidb August 19, 2013, under Volume 8 | No Comments





BETAPA NGERINYA TIDAK PERCAYA HUKUM KARMA

Oleh : Hengheng - Sby

 

Jaman modern sekarang ini, banyak orang mulai lagi tidak percaya HUKUM KARMA / HUKUM SEBAB AKIBAT, mereka tidak menyadari, bahwa anggapan itu akan meninggalkan berapa banyak malapetaka di masyarakat.

Di dalam surat kabar, majalah-majalah, hampir setiap hari dimuat berita-berita yang kurang menyenangkan, misalnya : pembunuhan, perampokan, penipuan, perkosaan, dll. Bisa diduga yang berani berbuat demikian itu, pastilahorang-orang yang tidak menyadari adanya HUKUM KARMA, sehingga mereka tidak takut-takut dan berani menyerempet bahaya.

Seseorang yang menyadari keberadaan HUKUM KARMA, tentu saja tidak akan mau dan berani berbuat yang sedemikian jahat itu, karena mereka takut akan kutukan orang lain, juga takut di kemudian hari akan tertimpa HUKUM KARMA dan menyusahkan dirinya sendiri. Tetapi bagi orang yang tidak percaya HUKUM KARMA, maka dia akan tidak tahu malu, dan tidak takut berbuat yang jahat-jahat karena tidak percayanya dengan HUKUM KARMA / pembalasan dan menganggap HUKUM KARMA itu tidak ada, jadi kalau berbuat sesuatu tentu saja dengan sadis, yang diutamakan hanyalah keuntungan hari itu saja, tidak memikirkan yang akan datang.

Andaikata semua umat manusia begitu pemikirannya, apakah tidak kacau dunia ini?

Bila orang yang tidak percaya HUKUM KARMA / PEMBALASAN itu makin banyak maka problem di masyarakat akan makin banyak dan makin runyam.

Orang yang sangat menyadari adanya HUKUM KARMA, tidak akan merugikan dan menyakiti orang lain, karena mereka tahu bahwa semua itu ada perhitungannya tersendiri, berbuat jahat itu pada akhirnya sama juga dengan menyakiti dan seakan menelan pil pahit bagi diri sendiri.

Bila kita semua tidak menyakiti dan merugikan orang lain dan tidak mau berbuat jahat, maka tentulah sudah damai di dunia.

Juga orang yang menyadari, mengerti / percaya HUKUM KARMA itu, biasanya mempunyai sifat MENGALAH, karena mereka mengerti mengalah itu juga ada manfaatnya di kemudian hari, apalagi mereka sedang memupuk juga moralitas yang tinggi untuk dirinya.

Ingat, menanam apa akan menuai apa, itu sudah pasti !

 

Oleh : Hengheng - Sby

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*